Umat Terdampak Konflik Mengungsi di Gereja Salib Suci Madi Butuh Bantuan

Petugas gereja dari Paroki Madi turun ke lokasi konflik Distrik Bibida untuk memberikan pelayanan terhadap umat di berbagai stasi yang terkena dampak konflik antara TNI-Polri dan TPNPB.

0 130

Katolikana.com, Paniai — Umat yang terdampak konflik di Distrik Bibida, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, yang mengungsi ke Gereja Salib Suci Paroki Madi sejak Jumat (14/6/2024) membutuhkan bantuan makanan dan kebutuhan sehari-sehari.

Pastor Paroki Herman Betu, Pr sedang menjalin komunikasi di sejumlah pihak, terutama Dekenat Paniai dan Keuskupan Timika untuk galang bantuan pengungsi.

Jumlah pengungsi belum bisa dipastikan karena ketegangan konflik antara TNI-Polri dan TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) di wilayah Distrik Bibida masih terjadi.

Kepada kontributor Katolikana.com, Pastor Paroki Madi Herman Betu, Pr mengungkapkan para pengungsi yang datang secara tiba-tiba ke Gereja Salib Suci membutuhkan makanan dan minuman. “Kami dari pihak paroki langsung menangani (pengungsi),” kata Herman Betu, Pr pada Jumat (16/6/2024).

“Saya juga tidak kasih tinggal begitu saja, bukan kami sendirian atau berdiri sendiri. Di sini bersama Dewan Paroki, tetapi kita juga menghubungi umat lain yang bisa membantu,” kata Pastor Herman Betu, Pr.

“Untuk bantuan, ini juga tidak menutup kemungkinan untuk kontak kepada pimpinan gereja tingkat dekenat dan juga kontak kepada pihak keuskupan untuk membantu makan dan minum bagi para pengungsi disini,” lanjut Herman Betu, Pr.

Petugas Gereja Turun ke Lokasi Konflik

Dalam situasi konflik di Distrik Bibida, Paniai, para pelayan atau petugas gereja Paroki Madi turun ke lokasi untuk melayani umat dan memantau situasi umat yang terdampak konflik. Hal ini karena masih ada umat yang tinggal di daerah yang sedang dalam ketegangan konflik masih tinggal di perkampungan mereka.

Pihak Gereja Salib Suci Madi telah mengutus pengurus gereja kepada stasi-stasi yang terkena dampak konflik. Ada empat stasi, yaitu Stasi Timida, Papato, Bibida, dan Ugidimi.

Pada Jumat (14/6/2024), sekitar pukul lima sore waktu Papua, dua petugas gereja menggunakan pakaian jubah putih bersiap dalam perutusan ke Distrik Bibida. Sebelum pergi mengunjungi umat di stasi-stasi yang terdampak konflik, mereka menerima doa pemberkatan dari pastor paroki.

Beberapa waktu belakangan ini, daerah layanan pastoral gereja Paroki Madi, mengalami situasi-situasi ketegangan karena konflik. Pihak Gereja mengharapkan agar situasi konflik mereda dan terselesaikan secara damai.

Baca: Konflik Bersenjata di Paniai: Gereja Salib Suci Paroki Madi Kedatangan Pengungsi dari Distrik Bibida

Editor:  Basilius Triharyanto

Kontributor Katolikana.com di Paniai, Papua. Lahir di Ibumaida, Paniai, tahun 1989. Penulis bekerja di Komisi Keadilan dan Perdamaian Keutuhan Ciptaan Paroki Kristus Sang Gembala (KSG) Wedaumamo, Keuskupan Timika. Ia juga aktif di organisasi Pemuda Katolik Komisariat Cabang di Kabupaten Paniai.

Leave A Reply

Your email address will not be published.