Tangkal Judi Online dan Investasi Bodong
Polteka Mangunwijaya Menawarkan Jalan Literasi Keuangan

Semarang, Katolikana.com—“Taruh uang pensiun kamu di sini, maka bulan depan akan mendapatkan return 5%.” “Hanya dengan 10 ribu rupiah, Anda bisa membawa pulang hadiah jutaan.” “Selamat, Anda berhak mendapatkan pinjaman Rp10 juta, bunga rendah, tanpa agunan.”

Ungkapan-ungkapan semacam ini semakin akrab di telinga kita. Mereka tersebar di media sosial, masuk lewat pesan WhatsApp, atau ditawarkan lewat aplikasi yang seolah-olah terpercaya. Kenyataannya, tidak sedikit yang menjadi korban.

Ada yang kehilangan tabungan seumur hidup karena investasi bodong, ada yang tergadai martabatnya karena jeratan pinjaman online, bahkan ada yang terjerumus dalam judi online hingga merusak keluarga dan menghilangkan nyawa.

Fenomena ini menandakan bahwa masyarakat, termasuk kalangan terdidik, masih rentan terhadap jebakan ilusi kekayaan instan. Budaya instan telah menciptakan ilusi kemakmuran, padahal di baliknya tersimpan racun kehancuran.

Romo Yuventius Deny Sulistiawan, Pr.

Menjawab Tantangan dengan Literasi

Kesadaran akan bahaya itu mendorong Politeknik Katolik Mangunwijaya (Polteka Mangunwijaya) Semarang, bagian dari karya pendidikan Keuskupan Agung Semarang melalui Yayasan Bernardus, untuk mengambil langkah nyata.

Melalui kolaborasi dengan PT Bahana TCW Investment Management, Polteka mengadakan seminar literasi keuangan khusus bagi dosen dan tenaga kependidikan.

Seminar ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebuah komitmen untuk menanamkan kesadaran baru bahwa keuangan adalah ruang pertobatan, disiplin, dan tanggung jawab moral.

Romo Yuvensius Deny Sulistiawan, Pr, Ketua Yayasan Bernardus Semarang, membuka acara dengan mengingatkan kembali nilai luhur budaya menabung.

Dari tradisi menyimpan uang di bambu hingga sistem digital hari ini, esensinya tetap sama: menyiapkan diri untuk hari esok. “Menabung adalah warisan leluhur yang selalu diingat,” tegasnya.

Polteka Kokoh: Kompeten, Kolaboratif, Humanis

Dalam sambutannya, Romo Dr. Yohanes Yupilustanaji A, M.Hum, Pr, Direktur Polteka Mangunwijaya, menekankan bahwa penguatan literasi keuangan adalah bagian dari visi Polteka Kokoh. Sebuah visi yang berakar pada tiga prinsip: Kompeten, Kolaboratif, dan Humanis.

“Dengan terus berkolaborasi, kita mendapatkan sudut pandang baru, termasuk literasi keuangan yang sangat penting bagi dosen dan tenaga kependidikan. Ini bukan hanya untuk pribadi, melainkan juga demi kokohnya lembaga pendidikan,” ujarnya.

Perspektif Dunia Investasi

Dari pihak PT Bahana TCW Investment Management, Rukmi Proborini, President Director, menekankan pentingnya edukasi dalam investasi.

“Kunci sukses investasi terletak pada edukasi yang tepat dan perencanaan matang. Kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti Polteka adalah langkah strategis untuk mencetak generasi siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Theodorus Nico Hadjan menegaskan bahwa manajemen keuangan bukan sekadar menanam modal, tetapi juga seni mengelola risiko.

“Investasi adalah alat untuk membangun masa depan yang lebih stabil dan berkelanjutan,” katanya.

Literasi sebagai Ziarah Kehidupan

Seminar ini menjadi pengingat bahwa literasi keuangan bukanlah keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan iman dan kemanusiaan. Gereja Katolik sejak lama menekankan pentingnya keadilan sosial-ekonomi.

Maka, upaya Polteka Mangunwijaya menanamkan kesadaran finansial di kalangan pendidik adalah bagian dari panggilan profetik: mendidik dengan hati, sekaligus membekali dengan kearifan hidup.

Di tengah derasnya arus judi online, pinjol ilegal, dan investasi bodong, literasi keuangan menjadi pagar agar umat tidak tergelincir. Polteka menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal keterampilan akademis, tetapi juga formasi karakter, integritas, dan kebijaksanaan hidup.

Pada akhirnya, literasi keuangan adalah bagian dari ziarah kita menuju hidup yang lebih bermartabat. Dan di titik inilah, Polteka Mangunwijaya menawarkan teladan: melawan ilusi kekayaan instan dengan jalan pendidikan yang kokoh, kolaboratif, dan humanis. (*)

Kontributor: Priyo Wibowo, pengajar Polteka Mangunwijaya Semarang.

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Judi Online
Comments (0)
Add Comment