Katolikana.com—Hallo Romo, saya mau tanya bagaimana caranya masuk ke Agama Katolik? Saya sebelumnya Protestan dari gereja yang termasuk PGI, sudah dibaptis, apakah saya harus dibaptis ulang agar bisa perjamuan kudus di Gereja Katolik? Terimakasih🙏🏼
Dari Talita
Salve Sdri. Talita. Terima kasih atas pertanyaan Anda ini. Cara menjadi seorang Katolik umumnya, sebagai berikut.
Pertama, datang ke paroki terdekat di mana Anda berdomisili atau tinggal. Sangat baik jika bertemu langsung pastor paroki atau siapa pun pastor yang berkarya di paroki itu.
Tahap ini sangat penting karena saat itu Anda mesti “menyatakan kehendak” untuk menjadi seorang Katolik dan mengikuti semua tahapan pembinaan atau masa katekumenat (bdk. KHK Kanon 865 §1).
Jika kejauhan paroki di tempat Anda, bisa dengan cara lain, yakni menemui Ketua Lingkungan di wilayah Anda. Kita berharap bahwa Ketua Lingkungan memfasilitasi Anda ke paroki.
Kedua, mendaftar sebagai calon katekumen. Katekumen itu adalah calon baptis dewasa. Umumnya, setelah berbicara dengan pastor paroki, lalu Anda diarahkan untuk mendaftar sebagai calon katekumen. Anda diminta untuk mengisi formulir calon katekumen. Formulir itu disediakan di sekretariat paroki.
Ketiga, menyerahkan beberapa dokumen. Pada waktu Anda mendaftar sebagai calon katekumen, Anda diminta menyerahkan dokumen tertentu, seperti fotokopi KTP, KK, Akta Kelahiran dan pasfoto. Jika hanya salah satu dokumen ini yang Anda punya, tidak masalah.
Dokumen ini membantu paroki untuk mencatat data dan nama Anda sesuai dokumen resmi negara agar sinkron dengan dokumen Gereja yang akan diterbitkan ke depan. Anda juga perlu menyerahkan fotokopi Surat Baptis Anda secara Protestan.Â
Keempat, mengikuti masa katekumenat. Masa katekumenat adalah masa belajar sebagai calon baptis dewasa ke dalam Gereja Katolik. Masa katekumenat itu umumnya ditempuh selama satu tahun. Misalnya, pembinaan katekumen diadakan di paroki satu kali atau dua kali setiap minggu.
Jadwal pembinaan itu tergantung dari pihak paroki, tentu tetap mempertimbangkan keadaan para katekumen.
Hanya saja, ada Keuskupan tertentu, yang mengatur bahwa jika orang dewasa yang masuk Katolik berasal dari Protestan di bawah PGI, maka masa katekumen cukup 6 bulan.
Selama masa katekumenat, Anda perlu mendapatkan pengajaran yang cukup mengenai kebenaran-kebenaran iman Katolik dan kewajiban-kewajiban Kristiani.
Kebenaran-kebenaran iman Katolik mencakup semua pengajaran yang terkandung dalam Tradisi Suci, Kitab Suci, dan ajaran Magisterium Gereja (bdk. KHK kanon 750).
Sederhananya, Tradisi Suci itu adalah pengajaran, perintah, Firman dan tindakan-tindakan Tuhan Yesus Kristus yang disampaikan secara lisan kepada RasulNya agar diajarkan dan diteruskan kepada seluruh dunia (bdk. Mat 28: 19-20; 2 Tes 2: 15; 1 Kor 11: 23; Dei Verbum art. 1-8).
Contoh dari Tradisi Suci yang akhirnya ditulis, antara lain: Kitab Suci itu sendiri, ajaran Tritunggal, Syahadat para Rasul (Credo), anafora (doa Ekaristi/Doa Syukur Agung).
Kitab Suci Gereja Katolik terdiri dari 73 Kitab (46 Kitab Perjanjian Lama dan 27 Kitab Perjanjian Baru).
Kitab Suci Katolik ini tidak pernah berubah sejak dikanonkan oleh Paus Damasus, setelah Konsili Roma (tahun 382 Masehi), kemudian dikukuhkan dalam Konsili Hippo (393 Masehi) dan Konsili Kartago (397). Jadi, sejak awal Kristianitas, jumlah Kitab Suci adalah 73 Kitab dan bukan 66 Kitab seperti dalam Protestan.
Sementara ajaran Magisterium Gereja adalah ajaran dari Paus dan para Uskup. Dalam Gereja Katolik, Paus merupakan penerus Tahta Santo Petrus; dan para Uskup sebagai penerus para Rasul. Paus dan para Uskup yang memiliki wewenang resmi untuk mengajar iman dan moral (bdk. Mat 28: 19-20; 1 Tim 3:15; Luk 10:16; Mat 16:18–19; Mat 18: 18; Dei Verbum art. 10).
Selama masa katekumenat, Anda juga perlu aktif dalam kegiatan-kegiatan paroki. Misalnya, ikut doa lingkungan atau di paroki, ikut Misa kendati Anda belum boleh menerima Komuni Kudus, dan lain sebagainya. Keaktifan Anda dalam kegiatan-kegiatan paroki menunjukkan bahwa Anda mau membiasakan agar teruji dalam hidup Kristiani.
Kelima, mencari Bapak/Ibu Baptis. Sebaiknya, setelah Anda resmi diterima sebagai katekumen, sangat baik jika memilih Bapak/Ibu Baptis (KHK kanon 872-873).
Syaratnya harus beragama Katolik dan telah menerima Sakramen Penguatan, telah genap berumur minimal 16 tahun (kecuali ditentukan lain oleh Uskup atau Pastor Paroki), bisa menjalankan tugas dan juga bisa diteladani serta tidak terkena hukuman dari Gereja (bdk. KHK kanon 874).
Terkait pemilihan Bapak/Ibu Baptis ini perlu dikonsultasikan kepada pastor paroki atau pastor yang mendampingi Anda selama mengikuti masa katekumenat.
Keenam, tahap penilaian dan penerimaan resmi sebagai umat Gereja Katolik. Setelah katekumenat, akan ada penilaian berupa tes tertulis dan wawancara tentang materi yang dipelajari. Di sini, dilihat kesiapan dan kesungguhan Anda menjadi seorang Katolik.
Jika Anda dinilai sudah cukup mengenal kebenaran iman Katolik dan melaksanakan kewajiban-kewajiban Kristiani, maka Anda lolos ke tahap berikutnya, yakni: penerimaan ke dalam Gereja Katolik.
Oleh karena Anda berasal dari Protestan, maka ada dua kemungkinan cara penerimaan Anda secara resmi dalam Gereja Katolik: a) perlu dibaptis ulang jika tidak sah baptis Anda sebelumnya; b) tidak perlu dibaptis ulang jika baptis Protestan Anda diakui sah oleh Katolik.
Umumnya, baptisan dari denominasi-denominasi di bawah PGI, diakui sah oleh Gereja Katolik. Namun, tentu tidak semua denominasi juga.
Baptis yang diakui sah oleh Katolik adalah baptis yang sama materia dan forma yang digunakan oleh Katolik.
Materia itu adalah air murni. Cara membaptis mesti satu per satu: air dituangkan di dahi/kepala atau dimasukkan ke dalam air (KHK kanon 854).
Sementara forma adalah kata-kata untuk membaptis mesti bersifat Trinitaris: “saya membaptis engkau dalam Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus”.
Sebelum menerima baptis, Anda boleh memilih nama baptis Anda yang tidak asing dari citarasa Kristiani. Nama baptis itu bisa dipilih dari nama-nama orang kudus (santo-santa) dan nama-nama tokoh yang baik dalam Kitab Suci. Nama-nama yang tidak memiliki citra-rasa Kristiani, antara lain: Yudas Iskariot, Beelzebul, Herodes, Setan, dsb.
Pada saat Anda diterima secara resmi (entah dibaptis ulang atau tidak dibaptis ulang), lalu Anda juga menerima Komuni Kudus/Ekaristi.
Ketujuh, mengikuti masa mistagogi. Masa mistagogi adalah tahap pendalaman setelah diterima resmi atau menerima baptisan. Tujuan dari mistagogi adalah untuk memahami lebih dalam misteri iman Katolik.
Sebelum saya akhiri jawaban saya, saya perlu mengulang pesan yang telah saya sampaikan berkali-kali. Ketika ada saudara-saudari yang mau menjadi Katolik, tentu kami menyambut dengan suka cita. Namun, jangan pernah menjelek-jelekkan denominasi atau agama yang telah Anda tinggalkan.
Dalam Gereja Katolik, yang kita ikuti adalah Yesus Kristus. Dan, Yesus Kristus meminta kita untuk mengasihi dan bersaudara kepada siapa pun. Semakin beriman, semakin bersaudara. Tuhan memberkati. (*)
Roma, 5 Januari 2026
Pst. Postinus Gulö, OSC    Â
Pastor Postinus Gulö, OSC adalah penulis buku: “Kasus-Kasus Aktual Perkawinan: Tinjauan Hukum dan Pastoral” (Penerbit Kanisius, tahun 2022). Kini, mahasiswa Doktoral Hukum Gereja di Pontificia Universitá Gregoriana, Roma, Italia.