Guru Agama Katolik Sukarelawan Paroki Kristus Raja Semesta Alam Salatiga

Dedikasi Tanpa Batas:

SALATIGA – Pendidikan iman bagi anak-anak Katolik yang menempuh studi di sekolah negeri merupakan tanggung jawab besar yang memerlukan komitmen nyata. Di tengah keterbatasan jumlah guru agama resmi, peran para sukarelawan menjadi tumpuan utama agar nilai-nilai Kekatolikan tetap bertumbuh di hati generasi muda yang tersebar di berbagai institusi pendidikan umum.

Di Paroki Kristus Raja Semesta Alam (GKRSA) Salatiga, semangat pelayanan ini terus dijaga melalui sinergi antara pihak paroki dan para pejuang pendidikan. Pertemuan rutin bukan sekadar urusan administratif, melainkan menjadi ruang penguatan batin bagi mereka yang telah memilih jalan pengabdian di ladang Tuhan yang sering kali luput dari perhatian publik.

Suasana hangat menyelimuti pertemuan antara para guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) sukarelawan dengan Pastor Paroki GKRSA, Rm. Walidi, MSF, pada Kamis, 8 Januari 2026. Pertemuan ini sekaligus menjadi momen penyaluran dana apresiasi (uang lelah) dari Kevikepan Semarang bagi para pendidik yang telah memberikan diri bagi Gereja.

Perpanjangan Tangan Gereja di Sekolah Negeri

Terdapat lima guru sukarelawan yang saat ini bertugas di berbagai Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah penggembalaan Paroki GKRSA. Rama Walidi memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian mereka.

“Kehadiran para guru ini adalah wujud nyata kehadiran Gereja bagi anak-anak kita di sekolah negeri. Panjenengan,  adalah perpanjangan tangan Gereja,” ungkap Rama Walidi.

Para guru melaporkan dinamika di lapangan: rata-rata satu guru mengampu hingga empat sekolah. Meski jumlah siswa di seluruh sekolah  tersebut sering kali kurang dari 10 anak, semangat mereka tidak surut demi memastikan setiap anak Katolik mendapatkan hak pendidikan imannya.

Setia dalam Jejaring Oikumene

Kiprah para sukarelawan ini juga diakui dalam lingkup yang lebih luas. Melalui Badan Kerjasama Gereja-gereja Salatiga (BKGS), para guru rutin berkoordinasi. Ketua BKGS menyampaikan pujian atas kesetiaan relawan Katolik yang dikenal militan, jarang berganti personel secara mendadak, dan memiliki komitmen pengabdian hingga masa tugas berakhir.

Tantangan Masa Depan dan Regenerasi

Namun, tantangan besar membentang di depan. Tahun ini, dua guru tetap akan memasuki masa purna tugas (pensiun). Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena mereka selama ini mengampu sekolah dan beberapa sekolah satelit. Sebagai solusi jangka pendek, muncul wacana untuk menjalin komunikasi dengan paroki tetangga, Gereja Santo Paulus Miki, agar dapat mengirimkan relawan guna membantu mengisi kekosongan tenaga pendidik.

Melayani dengan “Murah Hati” di Tengah Formalitas

Salah satu guru berbagi kisah menyentuh tentang tantangan integritas. Di tengah dunia pendidikan yang kini sering kali hanya berorientasi pada sertifikasi dan administratif, pilihan untuk menjadi relawan yang aktif terkadang malah menjadi pertanyaan dan seolah sindiran. Namun, bagi mereka, ini adalah bentuk pemberian diri dan pelayanan murah hati yang tidak bisa diukur dengan materi.

Mas Adi Laksana, selaku Kepala Bidang Pewartaan, menyampaikan terima kasih atas kesediaan para guru. Ia juga mengklarifikasi mengenai keterlambatan insentif dari Kevikepan Semarang yang semula direncanakan untuk perayaan Natal, namun baru bisa diterimakan di awal tahun karena kendala teknis.

Perjalanan para guru sukarelawan ini mengingatkan kita bahwa misi Gereja tidak hanya berhenti di dalam bangunan paroki, tetapi juga menembus dinding-dinding kelas di sekolah-sekolah negeri. Meski tantangan regenerasi dan perubahan sistem pendidikan terus membayangi, ketulusan para guru ini menjadi bukti bahwa pelayanan yang dilandasi cinta kasih akan selalu menemukan jalan untuk tetap bertahan.

Harapannya adalah dedikasi yang telah ditunjukkan oleh para pendidik di Salatiga ini menjadi inspirasi bagi umat lainnya untuk turut ambil bagian dalam karya pewartaan. Dengan dukungan doa dan perhatian dari seluruh umat, diharapkan pendidikan iman bagi anak-anak Katolik akan terus berjalan baik, membawa sukacita, dan melahirkan generasi muda yang tangguh dalam iman serta cerdas dalam ilmu pengetahuan.

Penyerahan Uang Insentif

Bukan siapa-siapa.

gereja kristus raja salatigaguru sukarelawanpaulus miki salatiga
Comments (0)
Add Comment