Medan, Katolikana.com—Pastor Paroki Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat (SMART), Medan, RP. Aaron Taogo’aro Waruwu, OSC, secara resmi melantik Tim Sinodal Paroki pada Minggu (11/01/2026).
Pelantikan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pastoral Paroki Harian Nomor 307/SMRRT/XI/2025 tertanggal 20 November 2025.
Tim Sinodal Paroki ini dibentuk sebagai bagian dari keterlibatan Paroki SMART dalam proses Sinode VII Keuskupan Agung Medan (KAM), sekaligus untuk memperkuat partisipasi umat dalam kehidupan menggereja melalui semangat sinodalitas—berjalan bersama dalam persekutuan, partisipasi, dan misi.
Komposisi Tim Sinodal Paroki SMRR
Tim yang dilantik terdiri dari 12 orang yang mewakili berbagai unsur, mulai dari stasi, instansi, hingga lembaga hidup bakti. Berikut adalah susunan pengurus inti:
- Ketua: Hamma Sitohang
- Sekretaris: Marulam Nainggolan
- Bendahara: Sr. Fernanda Sinaga, SCMM
- Anggota: Mereksa Ginting, Sr. Rosa KYM, Apontas Bangun, Nando Pasaribu, Kevin Tarigan, Tri Sujarwadi, Oki Pinem, Rismelbet Keliat, dan Edward M.H. Sijabat.
Sinode adalah jalan kedekatan dan solidaritas
Dalam sambutannya, RP. Aaron mengundang seluruh elemen umat Paroki SMART untuk terlibat aktif dalam rangkaian Sinode VII KAM dengan penuh sukacita dan kejujuran. Ia menekankan bahwa sinode secara istimewa memberi perhatian pada upaya mendengarkan suara saudara-saudari yang terluka, terabaikan, dan terpinggirkan.
“Kita memohon Roh Kudus supaya Yesus Kristus yang telah mengambil jalan kedekatan dan solidaritas dengan manusia sungguh-sungguh terdengarkan suaranya di tengah-tengah paroki kita yang kita cintai ini,” ujar RP. Aaron.
Dengan terbentuknya Tim Sinodal Paroki, lanjutnya, paroki memiliki perangkat yang bertugas melaksanakan sosialisasi fokus pastoral paroki kepada seluruh umat, sekaligus menjadi jembatan antara keuskupan dan umat paroki dalam proses sinodal yang berjalan.
Tim Sinodal Paroki dibentuk untuk membantu pelaksanaan sinode di tingkat lokal (paroki dan dekanat). Di antaranya, tim bertugas mengumpulkan masukan umat, merumuskan pertanyaan-pertanyaan reflektif, serta memfasilitasi dialog dan partisipasi seluruh unsur Gereja—awam, klerus, dan hidup bakti—agar proses sinode sungguh menjadi perjalanan bersama.
Karya Roh Kudus
Ketua Tim Sinodal Paroki SMART, Hamma Sitohang, mengaku semula merasa belum layak dipercaya memimpin. Namun ia melihat penunjukannya sebagai bagian dari karya Roh Kudus dan kehendak Tuhan.
Menurut Hamma, Tim Sinodal Paroki SMART terdiri dari 12 orang yang berasal dari beragam latar: stasi, instansi, lembaga hidup bakti, dan perwakilan umat. Ia menilai semangat para anggota tim lahir dari kerinduan untuk menampung serta menyuarakan aspirasi umat.
“Semangat para anggota Tim Sinodal ini sebenarnya haus menyakini ada kepercayaan diri dari dirinya untuk mampu menampung mewakili aspirasi umat pada umumnya,” kata Hamma.
Ia menambahkan, tujuan sinode adalah menampung harapan umat agar Gereja semakin baik dan relevan di tengah isu-isu global, nasional, dan lokal, serta sungguh berdampak bagi kepentingan banyak orang dan menghadirkan damai.
Hamma juga menyebut bahwa rangkaian Sinode VII KAM akan berlangsung selama dua tahun, sehingga akan ada banyak tema yang dibicarakan dan didiskusikan bersama umat. Meski demikian, ia mengakui tim masih menunggu arahan teknis kerja dan topik pendalaman dari pimpinan sinode di tingkat keuskupan, termasuk dari Uskup Agung Medan.
Dengan pelantikan ini, Paroki SMART memulai langkah awal untuk menghidupi sinodalitas secara lebih nyata, dengan membuka ruang dengar, dialog iman, dan partisipasi umat yang lebih luas dalam perjalanan Gereja Keuskupan Agung Medan. (*)
Kontributor Katolikana, tinggal di Paroki St. Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat Medan, Keuskupan Agung Medan.