Dr. Aloysius Wisnubroto: Pembaruan KUHAP–KUHP Menyentuh Hidup Harian Warga, Bukan Sekadar Norma

Sleman, Katolikana.com—Akademisi Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Dr. Aloysius Wisnubroto, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa pembaruan hukum pidana melalui KUHAP Baru dan KUHP Nasional tidak berhenti pada perubahan normatif di atas kertas, melainkan langsung menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari perlindungan hak tersangka dan korban hingga arah penegakan hukum yang lebih manusiawi.

Penegasan itu disampaikan dalam diskusi publik bertema “KUHAP Baru dan KUHP Nasional” yang digelar Pemuda Katolik Komisariat Cabang Sleman bersama LBH Tentrem, Jumat (17/1/2025).

Diskusi yang berlangsung di Wisma Mahasiswa DIY tersebut diikuti kader Pemuda Katolik serta peserta dari berbagai latar belakang. Forum ini dirancang sebagai ruang belajar bersama untuk membaca perubahan mendasar dalam sistem hukum pidana nasional, sekaligus menakar implikasinya bagi hak warga negara, proses penegakan hukum, dan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Dalam paparannya, Wisnubroto menekankan pentingnya menempatkan pembaruan hukum pidana dalam kerangka perlindungan hak, keadilan, dan nilai kemanusiaan.

Ia menyoroti beberapa isu krusial yang kerap menjadi perhatian publik dalam pembahasan KUHAP Baru dan KUHP Nasional, seperti penguatan perlindungan hak tersangka dan korban, penerapan prinsip keadilan restoratif, serta kebutuhan membangun proses hukum yang tidak semata menghukum, tetapi juga memulihkan.

Pemuda Katolik Sleman memandang agenda literasi hukum sebagai bagian dari panggilan kaum muda Katolik untuk terlibat aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Diskusi ini tidak hanya dimaksudkan sebagai forum akademik, tetapi juga sebagai ruang refleksi agar hukum sungguh hadir sebagai sarana memperjuangkan keadilan sosial dan martabat manusia.

“Pemuda Katolik ingin menumbuhkan kesadaran hukum sebagai bagian dari tanggung jawab iman dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bersama,” ujar Ketua Pemuda Katolik Sleman, Dionisius Agung.

Melalui diskusi publik ini, Pemuda Katolik Sleman berharap dapat berkontribusi menciptakan masyarakat yang semakin sadar hukum, sekaligus mendorong kader-kader muda Katolik menjadi agen dialog, keadilan, dan perdamaian di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. (*)

Kontributor: Wempi Gunarto, dari Sleman, Yogyakarta.

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

KUHAPKUHPPemuda Katolik
Comments (0)
Add Comment