PALEMBANG, Katolikana.com – Merayakan hari jadi yang ke-59, Paroki Santo Yoseph Palembang secara resmi memulai rangkaian tahun persiapan menuju “Usia Berlian” (60 tahun). Momen bersejarah ini ditandai dengan peluncuran logo HUT ke-60 dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Santo Yoseph Palembang, Minggu (18/1/2026).
Peluncuran logo dilakukan secara simbolis melalui pembukaan tirai oleh Pastor Paroki, RD. Hyginus Gono Pratowo, didampingi oleh RD. Depan Pratama, RD. Dionisius Anton Liberto, dan RD. Ongko Handoko. Sebagai simbol ketulusan dan penyertaan Roh Kudus, acara dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati di depan pintu utama gereja.
Refleksi Spiritual dan Kemandirian
Dalam sambutannya, RD. Hyginus Gono Pratowo menekankan bahwa usia 59 tahun merupakan titik balik bagi umat untuk semakin dewasa secara rohani dan mandiri dalam iman.
“Secara rohani, kita harus semakin menyerahkan hidup kepada Allah dan terus menjadi berkat bagi sesama. Menuju usia 60 tahun ini, rangkaian kegiatan satu tahun ke depan akan berjalan berdampingan dengan Tahun Devosi,” ujar Romo Gono. Ia mengajak seluruh umat untuk berperan aktif dan berjalan bersama dalam rasa syukur serta kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar Paroki Santo Yoseph.
Makna Filosofis Logo HUT ke-60
Logo yang diluncurkan bukan sekadar simbol visual, melainkan representasi jati diri umat sebagai pribadi yang telah dibaptis. Beberapa poin penting dalam filosofi logo tersebut meliputi:
- Warna Kuning & Hitam: Melambangkan kebanggaan dan impian mencapai kemuliaan, sekaligus realitas perjalanan hidup yang penuh dinamika (suka dan duka).
- Simbol Santo Yoseph & Keuskupan Agung Palembang: Menegaskan identitas paroki yang bernaung di bawah perlindungan Santo Yoseph serta kesatuan iman sebagai saudara se-Kristus di lingkup Keuskupan Agung Palembang.
- Lambang Tahun Devosional: Mengusung pesan “Berjaga-jagalah dan Berdoalah” sebagai pengingat untuk terus memiliki pengharapan kepada Allah.
- Bentuk Lingkaran Hijau: Melambangkan kehidupan yang harmonis, di mana umat diajak untuk selalu bergandengan tangan, terbuka, dan saling menguatkan.
“Saya mengajak seluruh umat Paroki Santo Yoseph untuk terus hidup dalam kasih, pengampunan, dan sukacita. Mari kita melangkah menuju usia 60 tahun dengan semangat kebersamaan,” tutup Romo Gono.
Melalui perayaan ini, Paroki Santo Yoseph Palembang berkomitmen untuk terus menjadi wadah pertumbuhan iman yang inklusif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kota Palembang.(*)
Setelah purna bakti guru di SD Xaverius 2 Palembang saat ini sebagai pendidik di SMA Xaverius 2 Palembang dan SMP Kusuma Bangsa. Sekretaris DPP Santo Yoseph Palembang Palembang, jurnalis / kontributor di media lokal dan nasional dan aktif di beberapa organisasi.