Peringati HUT ke-59, Paroki St. Yoseph Palembang Buka Pekan Doa Sedunia: Mengajak Umat Menjadi Saksi Kasih

RD Hyginus Gono Pratowo saat memimpin ekaristi pembukaan pekan doa sedunia Sabtu, 17 Januari 2026

PALEMBANG, Katolikana.com    –   Semangat persatuan umat Kristiani bergema di Gereja Santo Yoseph Palembang dalam perayaan Ekaristi pembukaan Pekan Doa Sedunia yang digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026. Misa yang berlangsung khidmat pada pukul 17.30 WIB ini dipimpin langsung oleh RD. Hyginus Gono Pratowo.

Momen ini terasa kian istimewa karena bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Paroki Santo Yoseph Palembang. Dalam homilinya, Romo Gono menekankan bahwa Pekan Doa Sedunia adalah panggilan bagi seluruh pengikut Kristus untuk merefleksikan kembali pentingnya persatuan.

“Kita semua dipanggil sejak dalam kandungan untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Persatuan umat Kristiani bukan sekadar tentang kebersamaan fisik, melainkan tentang bagaimana kita menjadi saksi hidup yang membawa terang kasih dan kebenaran Tuhan di tengah dunia,” ujar Romo Gono.

Pesan untuk 6.400 Umat Paroki Di hadapan sekitar 6.400 umat yang kini bernaung di bawah Paroki Santo Yoseph, Romo Gono memberikan pengingat penting mengenai esensi sebuah paroki. Ia menegaskan bahwa kebanggaan utama umat seharusnya bukan terletak pada kemegahan bangunan atau jumlah anggota yang besar.

“Jangan bangga karena bangunan yang ada atau jumlah umat yang banyak. Banggalah karena Anda menjadi bagian dari Paroki Santo Yoseph yang bersedia memberikan diri bagi Allah, Gereja, dan masyarakat,” tegasnya.

Meneladani Santo Yoseph dalam Keluarga Sebagai pelindung paroki, sosok Santo Yoseph diharapkan menjadi inspirasi bagi keluarga-keluarga Kristiani untuk hidup dalam kepasrahan kepada Tuhan. Romo Gono mengajak setiap keluarga untuk mampu menghadirkan:

  • Belarasa dan Kebenaran
  • Kedamaian dan Sukacita
  • Kebaikan di lingkungan masyarakat.

Untuk membangun persatuan tersebut, umat diajak meneladani empat tokoh besar yakni Yohanes Pembaptis, Rasul Paulus, Nabi Yesaya, dan Rafael. Umat diingatkan untuk selalu menatap Yesus dan mengikuti-Nya dengan iman yang hidup, sebagaimana Santo Yoseph yang mengabdikan hidupnya dalam pelayanan yang tulus.

Perayaan ini menjadi titik awal bagi umat di Palembang untuk terus mempererat tali persaudaraan antarumat beriman dan meningkatkan kontribusi nyata bagi kehidupan sosial.(*)

Setelah purna bakti guru di SD Xaverius 2 Palembang saat ini sebagai pendidik di SMA Xaverius 2 Palembang dan SMP Kusuma Bangsa. Sekretaris DPP Santo Yoseph Palembang Palembang, jurnalis / kontributor di media lokal dan nasional dan aktif di beberapa organisasi.

Comments (0)
Add Comment