Syukuran Natal dan Tahun Baru KBMK-KAM: Mahasiswa Katolik Bertumbuh dalam Iman, Persaudaraan, dan Semangat Pelayanan

Medan, Katolikana.com—Perayaan Ekaristi dan syukuran Natal–Tahun Baru menjadi ruang pembaruan iman dan persaudaraan bagi Keluarga Besar Mahasiswa Katolik Keuskupan Agung Medan (KBMK-KAM), sekaligus ajakan untuk meneguhkan semangat pelayanan di tahun yang baru.

Kegiatan ini diikuti mahasiswa Katolik dari berbagai perguruan tinggi di wilayah teritorial Keuskupan Agung Medan dan diawali dengan Ekaristi sebagai pusat seluruh rangkaian acara, Jumat (17/1/2026).

Perayaan Ekaristi dipimpin RP. Theodorus Goli Ruing, OCD selaku Pastor Moderator Mahasiswa Keuskupan Agung Medan, bersama Pastor Andreas, OFMConv.

Ekaristi ditempatkan sebagai inti perayaan karena menjadi “sumber dan puncak seluruh kehidupan Kristiani” (Lumen Gentium, art. 11), sekaligus titik tolak untuk mensyukuri penyertaan Tuhan sepanjang tahun yang lalu dan mempersembahkan langkah-langkah baru di tahun 2026.

Peringatan Santo Antonius Abas

Syukuran ini bertepatan dengan peringatan Santo Antonius Abas, yang dikenal melalui spiritualitas “perang batin”. Dalam terang peringatan tersebut, para mahasiswa diajak meneladani perjuangan rohani Santo Antonius Abas: pergulatan terbesar manusia sering kali dimulai dalam batin—di ranah pikiran dan kehendak—sebelum terwujud dalam tindakan.

Refleksi ini selaras dengan ajaran Gereja tentang pentingnya pertobatan batin sebagai dasar pembaruan hidup Kristiani (bdk. Katekismus Gereja Katolik, art. 1431).

Kemenangan iman, dalam perspektif ini, lahir dari keheningan, keberanian menghadapi diri sendiri, serta keterbukaan untuk membiarkan Allah berkarya di kedalaman hati.

Syukuran Natal-Tahun Baru KBMK KAM dihadiri oleh Moderator Mahasiswa Keuskupan Agung Medan Pastor RP Theodorus Goli Ruing, OCD, dan Pastor RP Andreas, OFM Conv.

Menjadi Pribadi Berakar dalam Iman dan Melayani

Dalam homilinya, RP. Theodorus Goli Ruing, OCD mengajak para mahasiswa meneguhkan identitas sebagai orang muda Katolik yang berakar dalam iman, tangguh menghadapi godaan zaman, dan berani melawan sikap yang melemahkan hidup rohani.

Romo Theodorus juga menekankan semangat pelayanan dengan meneladani Yesus Kristus yang “datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani” (bdk. Mrk. 10:45).

Ajakan itu sejalan dengan dorongan Gereja agar kaum muda terlibat aktif dalam pelayanan serta kesaksian iman di tengah masyarakat (bdk. Christus Vivit, art. 174). Para mahasiswa pun diajak menanggapi panggilan Tuhan dengan ketaatan dan kerendahan hati, sebagaimana diteladankan Saul ketika dipanggil dan diutus.

Perayaan Ekaristi berlangsung khidmat dengan iringan musik inkulturasi Batak Toba yang dianimasi oleh para mahasiswa.

Unsur inkulturasi ini mencerminkan semangat Gereja yang menghargai budaya lokal sebagai sarana pewartaan Injil, sebagaimana ditegaskan bahwa liturgi dapat mengakomodasi unsur budaya setempat sejauh tidak bertentangan dengan hakikat iman (bdk. Sacrosanctum Concilium, art. 37).

Mahasiswa Katolik Keuskupan Agung Medan

KBMK-KAM: Wadah Berjalan Bersama Mahasiswa Katolik

Keluarga Besar Mahasiswa Katolik Keuskupan Agung Medan (KBMK-KAM) merupakan wadah yang dibentuk oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Medan untuk menghimpun mahasiswa Katolik se-Keuskupan Agung Medan sebagai satu keluarga besar.

Kehadiran wadah ini sejalan dengan perhatian Gereja terhadap kaum muda sebagai bagian integral kehidupan Gereja dan masa depannya.

Gereja memandang kaum muda bukan hanya sebagai objek pendampingan, melainkan subjek aktif pewartaan dan perutusan (Christus Vivit, art. 20–21).

Melalui KBMK-KAM, mahasiswa diberi ruang untuk berkumpul, berdoa, serta bertumbuh dalam iman dan persaudaraan Kristiani.

Kreativitas Mahasiswa dan Sukacita Kebersamaan

Usai Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan acara kebersamaan yang menampilkan kreativitas mahasiswa dari berbagai kampus, seperti tarian dan nyanyian.

Suasana sukacita dan kekeluargaan tampak mewarnai rangkaian acara, menegaskan Gereja sebagai persekutuan umat Allah (communio) yang hidup dalam kasih persaudaraan (bdk. Lumen Gentium, art. 9).

Kebersamaan semakin dipererat melalui santap bersama, lalu dilanjutkan dengan tukar kado yang menjadi momen paling dinantikan para mahasiswa.

Syukuran Natal dan Tahun Baru KBMK-KAM ini menjadi kesempatan untuk memperbarui komitmen iman, meneguhkan persaudaraan, dan menyalakan kembali semangat pelayanan—agar mahasiswa Katolik semakin hadir dan terlibat, baik di lingkungan kampus maupun di tengah Gereja dan masyarakat. (*)

Kontributor: Josep Sianturi (Mahasiswa STP Santo Bonaventura KAM)

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

KBMK KAMKeluarga Besar Mahasiswa Katolik Keuskupan Agung Medan
Comments (0)
Add Comment