Memahami Perdarahan Abnormal dan Tanda Bahaya Paska Menopause.
Surakarta, Katolikana.com – Bidang Paguyuban dan Persaudaraan Ibu Paroki dan Tim Kesehatan Paroki Santo Petrus Purwosari bekerja sama dengan RS Brayat Minulya Surakarta menggelar Seminar Kesehatan dengan Tema Perdarahan di Usia Menopause.
Seminar Kesehatan di gelar Selasa (20/1/2026), pukul 16.00 WIB di Ruang Paulus, dihadiri sedikitnya 52 orang ibu ibu.
Narasumber dr. Daniel Dwi Nugroho, Sp.OG dari RS Brayat Minulya Surakarta mempresentasikan seminar kesehatan ini dengan topik ” Masa Peralihan yang Penuh Berkat; Tetap Sehat di Usia Emas; Memahami Perdarahan Abnormal dan Tanda Bahaya Paska Menopause.”
Menemani ibu-ibu
“Tetap Sehat di Usia Emas, Memahami Perdarahan Abnormal dan Tanda Bahaya Paska Menopause” dipresentasikan dr. Daniel Dwi Nugroho, Sp. OG pada ibu-ibu yang hadir dengan jelas dan mudah dipahami.
Dokter Daniel “menemani ibu-ibu” dalam edukasi kesehatan ini.
Kecemasan yang melingkupi pembahasan tentang kesehatan paska menopause bagi ibu-ibu, direduksi atau di kurangi dengan ungkapan “tidak perlu takut menghadapi usia emas, usia diatas 50 tahun”.
Hal ini menjadi ungkapan yang menunjukkan bahwa edukasi kesehatan bagi ibu-ibu di usia emas menjadikan hal yang penting untuk diketahui sehingga tidak perlu takut menghadapi usia diatas 50 tahun.
Mengawali presentasi, dr. Daniel mengajak ibu-ibu untuk mengenali usia diatas 35 tahun bagi wanita sebagai hal spesial.
Pada usia diatas 35 tahun ditandai adanya dampak perubahan hormonal.
- Produksi hormonal menurun
- Perubahan siklus menstruasi
- Gejala perimenopause
- Dampak pada kesehatan tulang
- Perubahan metabolisme
- Pengaruh terhadap kesuburan
- Peningkatan risiko kardiovaskular
- Perubahan pada kulit dan rambut
- Kesehatan emosional
- Penurunan libido
Menopause
Menopause adalah akhir alami siklus menstruasi wanita, ditandai dengan tidak haid selama 12 bulan berturut-turut, umumnya terjadi antara usia 50-52 tahun (bisa lebih cepat/lambat), karena ovarium berhenti melepaskan sel telur dan produksi hormon estrogen menurun.
Menopause merupakan masa baru yang tenang. Penyebab perubahan hormoni alami dengan gejala perubahan mood dan kering.
Pada masa menopause ada baiknya berkonsultasi dengan dokter. Masa ini menjadi masa untuk semakin meningkatkan perawatan diri dan disikapi dengan ketenangan.
Perdarahan Rahim Abnormal
Selanjutnya dr. Daniel menyampaikan bahwa Abnormal Uterine Bleeding (AUB) / Perdarahan Rahim Abnormal merujuk pada perdarahan yang terjadi di luar siklus haid normal, atau haid yang sangat banyak dan berlangsung lama.
Tanda-tanda AUB
Tanda-tanda AUB diantaranya mengganti pembalut setiap 1-2 jam (perdarahan yang berat). Haid berlangsung lebih dari 7 hari. Terdapat perdarahan antara dua siklus haid (flek atau darah segar).
Dokter Daniel dalam presentasi juga memaparkan:
- Penyebab perdarahan paska menopause
- Resiko:Siapa yang harus lebih waspada?
Pada saat seminar juga hadir dari RS Brayat Minulya drg. Ary Kurniawan Kepala Bidang Humas dan Marketing RS Brayat Minulya dan empat orang perawat yang melayani pemeriksaan kesehatan bagi ibu-ibu Paroki Santo Petrus Purwosari Surakarta.
Apa yang akan dilakukan dokter?
Terhadap penderita perdarahan pasca menopause, menurut dr. Daniel, dokter akan melakukan USG Transvaginal ( Melihat ketebalan dinding rahim), Blupal / Kuret (Jika perlu) yaitu mengambil sampel jaringan untuk dilihat di mikroskop.
“Tindakan ini dilakukan dalam prosedur yang relatif cepat dan pada umumnya tidak menyakitkan,” kata dr. Daniel
Dokter Daniel dalam seminar mengatakan bahwa perdarahan paska menopause, “hukumnya pantang mundur” tidak boleh ada darah lagi. Jika terdapat darah lagi paska menopause meskipun setetes atau terjadi flek coklat merupakan tanda abnormal. Ini bukan menunjukkan adanya haid kembali.
“Menopause bukan akhir tetapi babak baru yang lebih tenang. Kalau ada darah setelah menopause segera menghubungi dokter, ” ungkap dr. Daniel Dwi Nugroho, Sp. OG.
Pesan untuk dibawa ke rumah
Pada akhir pemaparan materi seminar, dr. Daniel Dwi Nugroho, Sp. OG menyampaikan pesan pada ibu-ibu untuk:
- Mendengarkan tubuh. Jangan abaikan jika ada perubahan
- Menjaga gaya hidup. Mengurangi gula, memperbanyak gerak atau olah raga
- Menghubungi dokter jika terjadi perdarahan pasca menopause
- Merawat tubuh sebaik-baiknya karena Tuhan telah menciptakan tubuh yang merupakan suatu berkat. (*)
Katekis di Paroki Kleco, Surakarta