Misdinar merupakan pribadi-pribadi yang masih “pure“, murni, bersih, atau tidak tercampur; tidak terkotak-kotak
Surakarta, Katolikana.com – Putra-Putri Altar atau Misdinar adalah pelayan awam dalam Gereja Katolik yang membantu imam saat perayaan Ekaristi (Misa Kudus), bertugas menyiapkan perlengkapan liturgi, membawa salib, lilin, dan pedupaan.
Dalam hal pembinaan iman, Putra-Putri altar diharapkan menjadi pribadi yang setia, baik, dan terlibat dalam kegiatan gereja. Meneladan kesetiaan Santo Tarsisius pelindung Putra-Putri Altar, yang dikenal karena keberaniannya melindungi Ekaristi Kudus.
Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta melantik 248 misdinar dalam perayaan ekaristi, Minggu (25/1/2026) yang dipimpin oleh Kepala Paroki Santo Paulus Kleco Romo Franciskus Anggras Prijatno, MSF.
Homili dan refleksi
Romo Franciskus Anggras Prijatno, MSF dalam homili mengajak umat melakukan refleksi.
Yesus memulai karya dari Zebulon dan Naftali. Daerah yang terpinggirkan, yang mengalami kegelapan, mengalami kehancuran pada tahun 722 SM karena di serang bangsa Asyur.
Karena kehancuran itu Zebulon dan Naftali didatangi bangsa-bangsa lain yang dikenal sebagai bangsa kafir. Situasi ini menjadi “situasi kegelapan”. Situasi yang jauh dari Allah. Bangsa Zebulon dan Naftali terpinggirkan.
Yesus memulai pelayanan dari “pinggiran”. Bukan dari tengah kota Yerusalem. Pelayanan Yesus dimulai dari Zebulon dan Naftali, menyadarkan bahwa Yesus memulai mewartakan bagi yang jauh dari Tuhan. Yesus mau masuk dari situasi : jauh dari Tuhan dan situasi kegelapan.
Petrus, Yakobus, Yohanes dan Andreas pribadi yang terpinggirkan. Hanya nelayan. Tidak ada lebihnya. Dari pribadi yang biasa bersama Yesus mereka menjadi pribadi yang luar biasa.
Kita secara rohani pribadi pribadi yang jauh dari Tuhan. Misdinar atau Putra-Putri Altar sebanyak 248 anak ibaratnya seperti umat yang terpinggirkan.
Para aktivis di Paroki Kleco, jika mau mewartakan di paroki ini mulailah dari pinggir. Pinggiran itu adalah anak-anak misdinar. Berangkatlah dari mereka ini.
Mau digarap apa misdinar ini? Ibarat sudah menebar jala, mendapat 248 anak ini. Mereka tergabung dalam paguyuban misdinar. Misdinar memiliki tugas sebagai pelayan altar. Lebih dari itu anggota paguyuban ini bisa “disortir” menjadi kelompok koor remaja, yang kecil kelompok koor anak-anak.
Jangan sampai jumlah besar 248 tidak memiliki arah ke depan.
Mau ke mana misdinar?
Mari mendampingi misdinar, dari pinggiran agar paroki ini menjadi lebih maju. Mereka, anak-anak misdinar, pribadi-pribadi yang masih “pure“, murni, bersih, suci, atau tidak tercampur; tidak terkotak-kotak.
“Yesus memakai kita. Kita buka hati. Inilah aku Tuhan. Pakailah aku. Orang yang tidak punya apa- apa. Biasa-biasa saja. Semoga adik-adik misdinar yang berjumlah 248 bertumbuh dalam iman dan pelayanan, ” kata Romo Franciskus Anggras Prijatno, MSF.
“Saat ini para misdinar masih kecil. Mungkin dipandang sebelah mata. Namun jika Yesus memakai anak-anak, akan menjadi pribadi yang luar biasa. Gereja ini, paroki ini ada di pundakmu,” tambah Romo Anggras.
“Semoga pelayanan menjadi misdinar menjadi batu lompatan untuk semakin dekat dengan Yesus dan semakin lebih dalam dipakai oleh Yesus mulai dari misdinar. Semoga di antara Anda ada yang bisa menjadi imam, bruder dan suster dan semakin mengembangkan karya keselamatan Allah,” lanjut Romo Anggras.
Menyediakan diri untuk tumbuh
Sebelum pelantikan, para Putra-Putri altar didampingi mengikuti pembekalan oleh Tim Pelayanan Putra-Putri altar Gereja Santo Paulus Kleco Surakarta.
“Mereka telah disiapkan dengan sungguh-sungguh dalam pembekalan, memahami tugas dan pelayanan Putra-Putri altar serta menyediakan diri untuk tumbuh dalam pembinaan iman Putra-Putri Altar ,” kata Theodora Dian Kartikasari Ketua Tim Pelayanan Putra-Putri altar Paroki Kleco.
Pembekalan misdinar
Pembekalan calon misdinar (51 orang) dilakukan sembilan kali pertemuan, sejak Oktober 2025. Empat kali pertemuan tentang materi pengenalan pengetahuan liturgi (alat-alat liturgi, busana dan warna liturgi, masa liturgi, sikap saat liturgi, TPE & tata gerak) oleh pengurus misdinar.
Dua kali pertemuan tentang pengetahuan misdinar (apa-siapa misdinar, sejarah, oleh pengurus misdinar). Selain itu tentang motivasi dan spiritualitas misdinar oleh Romo Hibertus Hartono, MSF.
Tiga kali pertemuan tentang praktik tugas misdinar dalam misa oleh pengurus misdinar.
Pembekalan seluruh anggota Misdinar baik anggota baru maupun lama (248 orang) untuk meneguhkan, menguatkan, sebagai pondasi awal tugas pelayanan Misdinar Paroki Santo Paulus Kleca di tahun pelayanan 2026 dilaksanakan pada hari Sabtu (24/1/2026) oleh Romo Franciskus Anggras Prijatno, MSF
Pelantikan dilakukan dalam Misa, usai homili Misa ke-2 hari Minggu oleh Kepala Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta, Romo Franciskus Anggras Prijatno, MSF.
Prosesi pelantikan dan peneguhan misdinar
Prosesi pelantikan, diawali penyerahan 248 orang misdinar oleh Ketua Tim Pelayanan Putra-Putri altar oleh Theodora Dian Kartikasari, selanjutnya dilakukan pelantikan dan peneguhan misdinar.
Sebelum pelantikan dan peneguhan misdinar Romo Franciskus Anggras Prijatno, MSF menyampaikan terima kasih kepada anak-anak yang mau melayani altar Tuhan sebagai misdinar di Paroki Santo Paulus Kleco.
Romo Anggras menanyakan kesanggupan dan kesediaan sebagai misdinar dalam tugas pelayanan untuk setia dan tekun, melayani ibadat umat pada hari raya hari-hari biasa, di gereja, wilayah dan lingkungan.
Selain itu juga menanyakan kesediaan anak-anak untuk menjaga segala sikap tingkah laku dan tutur kata agar sesuai dengan tugas dan perutusan misdinar.
Setelah mendengar kesediaan anak-anak menjawab: “Ya, kami bersedia”, Romo Franciskus Anggras Prijatno melanjutkan pelantikan dan peneguhan.
“Dengan pertolongan Allah dan penyelamat kita Yesus Kristus dan dalam perantaraan Roh Kudus saya akan melantik dan mengukuhkan anak-anak menjadi misdinar,” kata Romo Fransciskus Anggras Prijatno, MSF.
Usai mendoakan misdinar dan memberikan berkat, Romo Franciskus Anggras Prijatno, MSF memerciki misdinar dengan air suci diiringi nyanyian lagu Mars Putra Putri Altar (Cipt. Andi Iwan Iswanto).
Majulah hai putra-putri altar, kobarkan semangat pelayananmu. Dengan hati penuh cinta dan abdi, memberi diri untuk Gereja.
Mengantar imam ke altar suci, penuh sikap sembah dan bakti Siapkan segala ‘tuk kurban kudus, bergembira melayani Tuhan.
Terpujilah nama Tuhan, besarlah kasihNya Karna Dia panggil kita, untuk jadi abdiNya.
Kembangkan diri kembangkan potensi, layani dengan rendah hati Jangan kau ragu jangan kau bimbang, majulah hai putra-putri altar.
Katekis di Paroki Kleco, Surakarta