Katolikana.com – Perikop tentang badai yang diredakan (Markus 4:35-41) mencatat pergeseran mendalam dalam respons para murid.
Evolusi ini mengungkapkan perjalanan iman yang penting dan sangat relevan bagi hidup Kristen hari ini.
Dari pertanyaan yang berpusat pada diri sendiri, “Mengapa?” (Markus 4:40), ke pertanyaan yang berpusat pada Yesus, “Siapa?” (Markus 4:41).
Awalnya, di tengah badai yang mengancam jiwa, para murid dipenuhi rasa takut dan sikap tidak percaya. Mereka membangunkan Yesus yang tertidur dengan pertanyaan bernada teguran, “Guru, tidak pedulikah Engkau kalau kita binasa?”
Setelah meredakan badai dan menenangkan laut, Yesus menantang sikap hati mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (ayat 40).
Akar masalah
Pertanyaan “mengapa” Yesus ini menyoroti akar masalah, yakni iman mereka yang masih rapuh. Fokus mereka adalah pada besarnya masalah (“ombak dan badai”) dibandingkan besarnya Pribadi yang ada bersama mereka di dalam perahu.
Iman mereka terhenti pada level transaksi—mereka mengharapkan Yesus campur tangan sesuai rencana dan waktu mereka—daripada menaruh percaya kepada Yesus.
Namun, setelah menyaksikan kuasa Yesus yang berdaulat atas alam, respons mereka berubah secara radikal.
Mereka tidak lagi mempertanyakan tindakan-Nya (“mengapa Engkau biarkan ini terjadi?”), tetapi mempertanyakan identitas-Nya: “Siapa gerangan orang ini?” (ayat 41).
Rasa takut akan bahaya fisik berganti menjadi rasa kagum yang penuh hormat (bahkan takut) akan kuasa ilahi.
Momen pencerahan
Ini adalah momen pencerahan: mereka mulai memahami bahwa Yesus bukan hanya seorang guru atau nabi yang hebat, tetapi seseorang yang memiliki otoritas yang hanya dimiliki Allah sendiri atas ciptaan.
Relevansinya bagi hidup Kristen saat ini sangat jelas. Seringkali, dalam “badai” kehidupan—krisis kesehatan, keuangan, atau relasi—reaksi pertama kita adalah mempertanyakan “Mengapa, Tuhan?”
Kita memfokuskan perhatian pada masalah dan merasa Tuhan seolah-olah tidak peduli atau absen.
Yesus mengundang kita untuk melampaui pertanyaan itu.
Mengenal yang ada dalam perahu
Perjalanan iman yang sejati itu beralih dari mempertanyakan keadaan kita kepada Tuhan, bertanya, dan akhirnya mengenal “Siapa” yang ada bersama kita di dalam perahu kehidupan ini.
Ketika fokus kita bergeser dari besarnya badai kepada besarnya Kristus, ketakutan mulai digantikan oleh kepercayaan. Iman yang matang belajar untuk mempercayai kuasa-Nya; bahkan sebelum melihat tindakan-Nya. Dengan mengenal “Siapa” Dia—Pribadi yang berdaulat dan baik—kita menemukan ketenangan yang tidak bergantung pada laut yang tenang, tetapi pada keyakinan bahwa Dia adalah Tuhan atas segala badai dan bahwa Dia beserta kita.
Apakah iman kita kepada Tuhan lebih besar daripada rasa takut kita? Apakah kita bergeser dari masalah ke solusi?
Sabtu, 31 Januari 2026
Peringatan Santo Yohanes Bosko, Imam
HWDSF
Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.