Surakarta, Katolikana.com – Insan pers di Indonesia setiap tanggal 9 Februari, memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang sekaligus bertepatan dengan Hari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946.
Tema HPN 2026 yang diusung adalah “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.
Tema ini menegaskan pentingnya pers yang profesional, independen, dan berintegritas dalam mendukung kemandirian ekonomi serta memperkuat persatuan bangsa di era digital.
Logo resmi Hari Pers Nasional 2026 beserta maskot bernama “Si Juhan” telah diluncurkan.
Maskot Hari Pers Nasional 2026 ini terinspirasi dari Badak Jawa, satwa endemik Provinsi Banten, yang melambangkan ketangguhan, konsistensi prinsip, serta kearifan lokal masyarakat setempat.
Tandai Hari Pers Nasional dengan pameran
Monumen Pers Nasional di Surakarta dalam rangka Hari Pers Nasional menggelar ” Pameran Warta Pariwara”. Pameran di gelar 10-28 Februari 2026.
Pembukaan pameran pada Selasa (10/2/2025) akan dihadiri Walikota Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto.
Pameran bertajuk Warta Pariwara untuk mendukung tema Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat. Pameran ini memberi penguatan peran pariwara bagi media cetak yang saat ini masih eksis.
Melalui pameran ini sinergi media cetak, masyarakat dan pelaku usaha maupun pemasang pariwara dapat semakin erat berjalan bersama untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi dan memperkuat kesejahteraan bangsa.
Pameran Warta Pariwara menyajikan refleksi keberadaan warta pariwara dalam hal:
Narasi ketertiban sosial melalui Pariwara Non Komersial
Info pariwara dan Obituari Melampaui Kabar Perpisahan.
Representasi Manusia dalam Iklan
Kilas Balik Iklan dan Proses Modernisasi Kolonial
Dari Produk ke Gaya Hidup
Cagar budaya
Monumen Pers Nasional yang terletak di Jalan Gajah Mada No 59 Surakarta diresmikan pada Kamis Kliwon 9 Februari 1978 oleh Presiden Republik Indonesia Soeharta.
Monumen Pers Nasional didedikasikan untuk Persatuan Wartawan Indonesia yang menjadi tonggak perjuangan pers nasional menuju persatuan dan kesatuan bangsa demi terwujudnya cita-cita proklamasi kemerdekaan.
Saat ini keberadaan Monumen Pers, yang menjadi salah satu cagar budaya di Surakarta, menjadi salah satu sarana belajar, perpustakaan, dan dokumen arsip pers yang membanggakan.
Layanan pada masyarakat yang dilakukan diantaranya:
Museum Tour Perjalanan Sejarah Perkembangan Pers Indonesia. Papan baca bagi masyarakat di depan gedung Monumen Pers. Ruang Baca Koran dan Majalah. Perpustakaan umum dan anak, serta arsip surat kabar dalam bentuk fisik dan digital
HTM Free seluruh layanan off line dan on line.
Katekis di Paroki Kleco, Surakarta