Medan, Katolikana.com—Hidup Kristiani itu berputar dalam satu siklus: iman melahirkan pengetahuan, pengetahuan mendorong tindakan pastoral, dan tindakan pastoral kembali memperdalam iman.
RD. Beno Ola Tage menyampaikan hal ini dalam homili pada Misa Pembukaan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang dirangkai dengan Perutusan Mahasiswa Weekend Pastoral di Sekolah Tinggi Pastoral (STP) St. Bonaventura Keuskupan Agung Medan, Senin (9/2/2026).
Perayaan Ekaristi tersebut dipimpin RD. Beno Ola Tage dengan konselebran RD. Petrus Simarmata, RP. Tri Chandra Fajariyanto OFMConv, RD. Marihot Simanjuntak, RP. Pulua Halek Bere SSCC, RP. Antonius OFMConv, serta RP. Ricky Ignasius Siburian OFMConv.
Seluruh civitas akademika—dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa/i—hadir bersama sebagai penanda dimulainya langkah baru memasuki semester genap.
Misa Sekaligus Perutusan Weekend Pastoral
Melalui perayaan ini, STP St. Bonaventura KAM secara resmi membuka perkuliahan Semester Genap TA 2025/2026. Pada momen yang sama, Misa juga menjadi bagian dari perutusan mahasiswa/i yang akan menjalani Weekend Pastoral sesuai program institusi.
Usai Perayaan Ekaristi, sekitar 100 mahasiswa/i Semester IV menerima perutusan Weekend Pastoral yang ditandai dengan pemberkatan oleh RD. Beno.
Perutusan itu menegaskan kesiapan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pelayanan Gereja—bukan sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai pengalaman belajar yang menguji kepekaan, ketekunan, dan kedewasaan iman di tengah umat.
Tabut Perjanjian dan Iman yang Melahirkan Tindakan
Dalam homili, RD. Beno mengaitkan bacaan pertama (1 Raja-raja 8:1-7,9-13) tentang pemindahan Tabut Perjanjian ke Bait Allah. Tabut Perjanjian dipahami sebagai tanda kehadiran Allah yang tinggal bersama umat-Nya.
Pesan itu, menurutnya, relevan bagi civitas akademika STP: iman yang dirayakan tidak berhenti di altar, melainkan dibawa ke relasi dan pelayanan nyata.
Sementara bacaan Injil (Markus 6:53-56) menghadirkan kisah orang-orang sederhana yang mengenal Yesus dan segera bergerak: berlari, membawa orang sakit, dan menyerahkan mereka kepada Tuhan dengan harapan.
RD. Beno menegaskan, iman yang hidup selalu melahirkan gerak—bukan sikap diam. Dari sini ia menekankan “siklus” iman-pengetahuan-tindakan pastoral sebagai fondasi pembinaan calon tenaga pastoral.
Quo Vadis STP dan Etika AI
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum. Ketua STP St. Bonaventura KAM, Johannes Sohirimon Lumbanbatu, dalam sambutannya mengingatkan mahasiswa agar tidak takut pada keterbatasan diri. Ia menekankan pentingnya membawa kabar gembira, keterbukaan hati, dan sukacita dalam pelayanan.
Sesi pertama kuliah umum menghadirkan refleksi bertema “Quo Vadis STP St. Bonaventura KAM”—sebuah ajakan untuk menimbang arah, tujuan, dan identitas institusi di tengah perkembangan zaman, sekaligus meneguhkan visi pembentukan tenaga pastoral yang profesional, beriman, dan berkarakter.
Sesi kedua dibawakan Din Oloan Sihotang dengan tema optimalisasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk membangun cara berpikir yang unggul.
Mahasiswa diajak menggunakan AI secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab—mulai dari memberi instruksi yang tepat, memverifikasi informasi, hingga menjaga agar proses berpikir manusia tidak digantikan teknologi.
Dalam sesi ini juga ditekankan bahwa teknologi perlu digerakkan oleh kebijaksanaan dan pertimbangan etis demi kebaikan bersama.
Rangkaian pembukaan semester genap dan perutusan Weekend Pastoral ini menegaskan proses pembentukan yang berkelanjutan: apa yang dipelajari di kelas diuji di tengah umat, dan pengalaman di lapangan kembali memperkaya iman serta wawasan mahasiswa sebagai calon tenaga pastoral. (*)
Mahasiswa STP St. Bonaventura KAM