Surakarta, Katolikana.com – Sabtu (14/2/2026) pukul 17.00 WIB pada Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa VI dan bertepatan dengan “Valentine Day” Gereja Santo Paulus Paroki Kleco menyelenggarakan Misa dengan nuansa khusus dengan tema ” Ketika Cinta Menguji Iman”.
Hal khusus yang menyertai perayaan ini lektor, pemazmur, paduan suara (SMK Grafika Ignatius Slamet Riyadi Surakarta) dan petugas pembawa persembahan dilaksanakan kaum muda.
Saat persembahan dua orang pemuda membawa persembahan menuju altar berupa “pohon harapan”.
Pohon harapan yang dipersembahkan berupa dua vas bunga yang berisi ranting-ranting dahan pohon yang terdapat kertas berbentuk jantung hati.
Kertas berbentuk jantung hati bertuliskan berbagai harapan yang ditulis oleh OMK yang hadir dalam Misa sebelum masuk gedung gereja didepan pintu masuk.
Pohon doa diberkati oleh Romo Franciskus Anggras Prijatno, MSF pemimpin Misa sebelum berkat penutup.
Makna persembahan
Makna persembahan dalam Ekaristi adalah tindakan iman, syukur, dan penyerahan diri umat kepada Allah, yang disatukan dengan kurban Kristus di kayu salib.
Persembahan dalam bentuk pohon harapan merupakan pengakuan bahwa segala yang dimiliki manusia berasal dari Tuhan, termasuk di dalamnya harapan-harapan milik kaum muda yang dituliskan di daun jantung hati berbentuk kertas yang ditempelkan pada pohon harapan.
Persembahan ini menjadi persembahan hidup yang hendak dihidupi untuk mencapai harapan seturut bimbingan Tuhan. Persembahan dalam Ekaristi menjadi tindakan ibadah yang mendalam, menghubungkan harapan hidup sehari-hari dengan sakramen.
Homili singkat
Sebelum membacakan
Surat Gembala Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr. Robertus Rubiyatmoko, menjelang Rabu Abu dan memasuki masa puasa, masa tobat dan persiapan APP, Kepala Paroki Santo Paulus Kleco Romo Franciskus Anggras Prijatno, MSF menyampaikan homili singkat.
Romo Franciskus Anggras Prijatno, MSF dalam homili menyampaikan
“Ketika Cinta Menguji Iman” adalah situasi dalam persimpangan jalan yang sesak. Sulit untuk memilih bagaikan makan buah simalakama.
Di satu sisi ada dorongan emosional yang sangat manusiawi. Cinta kepada si Doi (pacar). Di sisi lain ada prinsip spiritual yang menjadi kompas hidup yaitu Tuhan.
Dipersimpangan jalan harus memilih “si-dia” atau “Dia” Tuhan. Dalam konteks anak muda memilih pacar yang tidak seiman atau memilih iman.
Ketika Cinta Menguji Iman ada pilihan memilih “pemberi berkat yakni Tuhan” atau “mencintai berkat itu sendiri (Ciptaan Tuhan)”.
“Hari ini dalam bacaan Injil mengajak umat tidak hanya sekedar berani menjalankan aturan-aturan secara lahiriah. Namun diajak berani lebih dalam melihat setiap aturan itu,” kata Romo Anggras.
“Teman-teman kaum muda akan diajak melihat cinta yang ada dalam hati mereka ketika berada dalam persimpangan jalan. Ketika cinta menguji hidup. Apakah berani memilih Allah berdasarkan Kitab Suci, Allah Pemberi Berkat daripada berkat itu sendiri?” lanjut Romo Anggras.
“Allah adalah tetap, sedangkan berkat itu sendiri tidak tetap. Hitungan waktu, hitungan manusia, hitungan situasi yang tidak tetap akan lepas. Maka dalam persimpangan jalan marilah tetap memilih Pemberi Berkat, Allah itu sendiri”, kata Romo Anggras mengakhiri homili.
Selain menjadi permenungan, homili ini juga menjadi pengantar ajakan bersama merawat iman dalam acara Talk Show “Ketika Cinta Menguji Iman”.
Talk show
Usai Perayaan Ekaristi dilanjutkan ramah tamah dan Talk Show dengan tema “Ketika Cinta Menguji Iman” di halaman parkir barat Gereja St. Paulus Kleco. Host Bedjo dan Lorens dari Gereja St.Yohanes Chrysostomus Stasi Pojok, Paroki St. Petrus dan Paulus Klepu. Nara sumber Fr. Mikael, SJ Sub Pamong SMK Katolik St. Mikael Surakarta.
Ramah tamah dan Talk Show dimeriahkan dengan
Keroncong OMK Santo Paulus Kleco Kospaleca serta wedangan bersama.
Katekis di Paroki Kleco, Surakarta