Katolikana.com – Yesus bersama-sama dengan orang-orang Farisi. Orang-orang Farisi yang bertanya dan berdebat dengan Yesus meminta tanda kepada-Nya (Markus 8:11).
Tidak memenuhi permintaan
Namun Yesus tidak memenuhi permintaan itu. Mengapa? Setidaknya ada dua alasan jawaban dari pertanyaan itu.
Pertama, karena jika tanda itu diberikan, mereka tetap tidak akan percaya kepada-Nya. Mereka hanya ingin memuaskan mata dan perasaan mereka; tidak untuk menjadi percaya.
Bukankah Yesus adalah tanda paling nyata akan kehadiran Allah dan keselamatan yang dibawa-Nya?
Tanda itu sudah berada di depan mata. Mereka yang tidak mau percaya sulit diyakinkan dengan tanda apa pun.
Santo Thomas Aquinas berkata, “Untuk mereka yang beriman, penjelasan tidak diperlukan. Untuk mereka yang tidak percaya, tidak ada penjelasan yang mungkin.”
Kedua, Yesus itu bukan tukang sulap, melainkan Allah yang menjadi manusia.
Dia datang tidak untuk mencari sensasi dan memenuhi permintaan penonton atau orang yang membutuhkan jawaban dengan cara berpikir yang dangkal.
Dia datang untuk mengajak orang bertobat, menyambut Kerajaan Allah, dan mengikuti Dia.
Artinya orang diajak meninggalkan kenyamanan dunia, siap menanggung derita, dan melaksanakan kehendak Allah.
Lebih dari mendengar dan melihat
Hal ini menuntut iman. Beriman itu lebih dari mendengar dan melihat.
Namun demikian seringkali tanpa harus melihat. Beriman itu bukan mencari hiburan yang menyenangkan perasaan atau mencari solusi instan, melainkan menghayati hidup bersama Tuhan yang dapat diandalkan.
Hal itu tampak nyata dalam situasi sulit yang tidak dapat dipahami ketika seakan-akan Tuhan diam.
Bertahan dalam pelbagai cobaan
Santo Yakobus mengajak jemaatnya untuk bertahan dalam pelbagai pencobaan.
Di sana, orang akan menemukan ketekunan (Yakobus 1:1-2). Itu menjadikan orang sempurna, utuh, dan tidak kekurangan suatu apa pun.
Iman sejati yang sungguh dihayati menjadi harta dan daya utama tanpa ada yang menandinginya.
Yesus ingin para pengikut-Nya menjadi orang-orang yang mengikuti Dia dengan penuh iman. Bukan hanya mencari dan menikmati rasa senang yang memuaskan indera, karena semua itu akan lenyap atau lewat dengan segera.
Sebaliknya, iman akan menjadi daya kekuatan sampai akhir hidup.
Bagaimanakah kita menghayati iman kita? Pada saat semua terasa sulit dan gelap, apakah kita tetap percaya kepada-Nya?
Tuhan Yesus setia menyertai hidup dan perjuangan kita secara tetap, baik ketika semua terang atau gelap.
Dia tidak menawarkan solusi sekejap seperti tukang sulap.
Senin, 16 Februari 2026
HWDSF
Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.