Jelang Peringatan 100 Tahun Karya MSF di Indonesia

Surakarta, Katolikana.com – Kongregasi MSF pada 27 Februari 2026 akan merayakan Peringatan 100 tahun (centenarium) karya misi Congregatio Missionariorum a Sacra Familia atau Kongregasi para Misionaris Keluarga Kudus (MSF) di Indonesia.

Peringatan ini menandai satu abad dedikasi MSF sejak kedatangan pertama pada tahun 1925/1926 di Kalimantan, yang kemudian meluas ke Jawa.

Tema yang diangkat “Berjalan Bersama Keluarga Dan Kaum Muda Membawa Pengharapan”.

Perayaan 100 tahun ini menyoroti peran penting MSF sebagai “keluarga rohani” yang mendampingi keluarga-keluarga di Indonesia.

Fokus utama perayaan ini adalah menegaskan kembali komitmen MSF dalam kerasulan keluarga dan pendampingan kaum muda, dengan berbagai acara perayaan di berbagai paroki.

Sejarah MSF
MSF mulai berkarya di Kalimantan (1925/1926) dan merambah ke Jawa (1932).

Kongregasi MSF didirikan 28 September 1895 di Grave, Belanda oleh Venerabilis Pater Jean Babtis Berthier, MS.
Mulai masuk pertama kali di Indonesia pada 27 Februari 1926 di Laham Kalimantan Timur. Tiga misionaris pertama yang datang Pater Groot, MSF; Pater Van Den Linden, MSF; dan Bruder Egidius, MSF.

Saat ini Kongregasi MSF berkembang menjadi 2 Propinsi MSF yaitu Propinsi Kalimantan yang berpusat di Banjarbaru Keuskupan Banjarmasin dan Propinsi Jawa yang berpusat di Semarang Keuskupan Agung Semarang (KAS).

Kedua propinsi MSF di Indonesia, saat ini memiliki sekitar 200 anggota yang terdiri dari Uskup, Imam, Bruder dan Frater yang tersebar di 11 keuskupan di Indonesia.

Selain itu Kongregasi MSF mengutus misionaris untuk berkarya di Filipina, Jerman, Perancis, Italia, USA, Chile dan Argentina.

Pendampingan kaum muda, pelantikan 248 orang misdinar di Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta. (Foto Komsos Kleco)

Karya MSF
MSF berfokus pada kerasulan keluarga, panggilan, dan misi, terutama di wilayah Kalimantan dan Jawa (seperti Semarang, Yogyakarta).

Kerasulan keluarga (pendampingan bagi keluarga-keluarga Katolik dalam setiap aspek kehidupannya).

Kerasulan panggilan (mengajak sebanyak mungkin orang terlibat dalam karya pelayanan dalam Gereja, khususnya dengan menjalani hidup bakti sebagai imam, biarawan, dan biarawati).

Kerasulan missioner (mengembangkan semangat bermisi, baik kepada anggota MSF sendiri maupun kepada umat yang dilayani sehingga semua terlibat dalam perutusan untuk menyebarkan kabar gembira).

Perayaan dalam rangka 100 tahun MSF dilaksanakan berbagai kegiatan perayaan, termasuk yubelium kaum muda dan retret imam/bruder MSF, untuk memperingati satu abad kehadiran MSF.

Logo Peringatan 100 Tahun MSF berkarya di Indonesia dengan tema “Berjalan bersama masyarakat Kalimantan dan Indonesia menuju centenarium baru”.

Logo peringatan 100 tahun
Logo 100 Tahun Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) di Indonesia merupakan simbol peringatan satu abad pelayanan (1926-2026). Logo ini menggambarkan nuansa perayaan iman dan persaudaraan, menampilkan perisai atau elemen khas.
Logo ini menegaskan perjalanan panjang tarekat MSF dalam mewartakan Injil dan melayani di Indonesia, khususnya melalui karya pastoral dan misi Keluarga Kudus.

Ungkapan syukur atas 100 Tahun Perjalanan Karya MSF di Kalimantan dan Indonesia di visualisasikan dalam logo peringatan 100 tahun MSF di Indonesia.

Logo ini memberikan spirit “Berjalan bersama masyarakat Kalimantan dan Indonesia menuju centenarium baru”.

Lambang Kongregasi MSF dan Lima Figur Orang menggambarkan Para Misionaris MSF mengikuti Kristus dari Betlehem sampai Kalvari dan berjalan bersama para sahabat MSF dan orang-orang yang dilayani dalam sukacita Betlehem sampai dukacita Kalvari menuju kemenangan Misteri Paskah.

Pohon menyimbolkan karya misi yang selalu bertumbuh dan berbuah.

Dua angka (0) nol bersambung membentuk simbol kontinuitas semangat misioner Venerabilis Pater Jean Baptiste Berthier, MS dan para misionaris pendahulu.

Lambang Kongregasi MSF

  • Lingkaran melambangkan Allah Bapa yang selalu bekerja, Allah Putra yang selalu melakukan kehendak Bapa, dan Allah Roh Kudus yang senantiasa menyertai umat-Nya. Lingkaran juga menggambarkan dunia yang kita tempati sebagai rumah bersama yang menjadi tempat dan konteks perutusan misioner kita.
  • Salib pengosongan diri Kristus yang menjadi penebusan dan penyelamatan manusia dan seluruh ciptaan.
  • Bintang emas misteri inkarnasi Yesus Kristus Sang Misionaris Bapa, Penebus dan Penyelamat.
  • Tulisan MSF Kongregasi yang senantiasa memperbaharui diri dan berkembang.

Burung Enggang menunjuk ciri khas Pulau Kalimantan

Perahu menyimbolkan api dan karya misi yang terus berkobar dan bergerak melintasi arus zaman di bumi seribu sungai.

Lima Figur Orang Memanggul Salib menyimbolkan umat yang dilayani dan karya misi yang senantiasa meneladan Keluarga Kudus Nazaret.

Ilustrasi Flyer Rekoleksi Para Frater MSF pada 31 Januari 2026 – 1 Februari 2026 dalam rangkaian Mensyukuri 100 Tahun karya MSF di Indonesia (Instagram skolastikatmsfmalang)

Yubileum Kaum Muda
Perayaan 100 Tahun Karya MSF di Indonesia salah satu diantara kegiatan yang dilaksanakan yaitu Yubileum Kaum Muda.

Yubileum kaum muda mengajak kaum muda dan seluruh umat yang berada di paroki-paroki dalam reksa pastoral pastor MSF, bersama-sama memberikan apa yang dimiliki untuk kemajuan Gereja, lingkungan dan paroki.

Seluruh umat dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia.

“Harga diri kaum muda sebagai anak-anak Allah apabila anak-anak muda menanggapi panggilan menjadi berguna bagi sesama, terlibat dalam hidup menggereja dan bermasyarakat,” kata Romo Nano, MSF saat membuka Yubelium Kaum Muda dalam rangka perayaan 100 tahun MSF di Paroki Sendangguwo Semarang.

Hal ini dilakukan saat pencanangan Gong 100 Tahun MSF di Kalimantan dan di Indonesia untuk Komunitas Lokal MSF Rukun Semarang, 28 Juli 2025.


(Data penulisan dari berbagai sumber)

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta

100 Tahun MSFLogo 100 Tahun MSF
Comments (0)
Add Comment