Peduli pada yang Sakit dan Menderita

Medan, Katolikana.com – Gereja Santo Paulus Helvetia Paroki Padre Pio Medan mengajak umat Katolik untuk terus bersemangat melakukan solidaritas dan kepedulian kepada sesama yang sakit dan menderita. Tindakan nyata tersebut bagian dari kehidupan menggereja sehari-hari.

Kepedulian pada orang-orang sakit dan menderita itu disuarakan kembali pada misa memperingati hari orang sakit sedunia ke-34 separoki Padre Pio, yang diselesangarakan oleh Dewan Pastoral Paroki Padre Pio bekerja sama dengan Dewan Pastoral Stasi Santo Paulus Helvetia pada Rabu (11/2/2026).

Perayaan misa dipimpin oleh Pastor Paroki, RP. Hilarius Kemit OFMCap didampingi Vikaris Parokial RP. Nathanio Christ Maranta Bangun OFMCap., RP. Anselmus Mahulae OFMCap., dan RP. Albert Pandiangan OFMCap, dihadiri sekitar 300 umat se-Paroki Padre Pio.

Dalam homilinya Pastor Hilarius Kemit yang membacakan Pesan Paus Leo XIV untuk Orang Sakit Sedunia ke-34 berisikan bahwa anugerah perjumpaan, sukacita berbagi kedekatan dan kehadiran. Kehidupan kita tenggelam dalam budaya kecepatan, terburu-buru dan semua tergesa-gesa, budaya membuang dan ketidakpedulian yang menghalangi kita untuk saling mendekat dan berhenti sejenak di sepanjang perjalanan.

“Saya sungguh berharap, agar daya hidup Kristiani kita senantiasa membuktikan semangat persaudaraan ‘Samaritan’, inklusif, berani, berkomitmen dan kompak yang berakar dalam persatuan kita dengan Allah dan dalam iman kita akan Yesus Kristus dikobarkan oleh kasih ilahi,” ucap Pastor Hilarius.

Pastor Paroki Padre Pio Medan RP Hilarius Kermit OFMCap memberikan hosti kepada umat lansia/Foto: Parulian Tinambunan

Lebih lagi, lanjut Pastor Paroki ini menegaskan bahwa umat Katolik mampu memberikan kebaikan kepada semua orang yang menderita, khususnya saudara-saudari kita yang sakit, lanjut usia dan yang tertimpa kemalangan.

Pada kesempatan ini Pastor Hilarius mengajak umat yang hadir untuk memanjatkan doa-doa kita kepada Santa Perawan Maria akan keselamatan orang sakit. Sambil memohon agar Dia menolong semua orang yang menderita dan membutuhkan belas kasih, penghiburan serta telinga yang mau mendengarkan.

Sebagai bagian dari perayaan Hari Orang Sakit Sedunia ini Pastor Hilarius Kemit, Pastor Nathanio Bangun, Pastor Anselmus Mahulae dan Pastor Albert Pandiangan memberikan berkat dan minyak suci kepada 200 orang umat yang hadir.

Pemberian minyak suci ini menjadi tanda kasih dan penguatan rohani, agar umat yang sedang sakit maupun yang merawat orang sakit memperoleh rahmat penghiburan, dan  kekuatan, serta kesembuhan seturut kehendak Tuhan.

Sebelumnya pada hari yang sama (Rabu, 11/2/2026) para Pastor yang bertugas melayani di Paroki Padre Pio Helvetia, sejak pagi mendatangi keluarga-keluarga untuk memberikan berkat dan minyak suci di tujuh stasi yang terbaring sakit di rumah.

Belas kasih bukan sekadar rasa iba, melainkan keputusan untuk menjadi sesama. Kasih itu bersifat aktif—hadir, memberi waktu, bahkan melibatkan diri dalam jaringan relasi: keluarga, tenaga kesehatan, pelayan pastoral, dan seluruh umat. Merawat yang sakit bukan tugas pribadi semata, melainkan misi bersama Gereja sebagai satu Tubuh Kristus.

Mengasihi sesama adalah bukti nyata kasih kita kepada Allah. Dengan hati yang bersatu pada Kristus, kita dipanggil menghadirkan gaya hidup “Samaritan”: berani mendekat, setia mendampingi, dan tulus melayani mereka yang sakit, lanjut usia, dan menderita. Semoga setiap kunjungan, doa, dan sentuhan kasih menjadi tanda kehadiran Tuhan yang menyembuhkan.

Kontributor Katolikana, tinggal di Paroki St. Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat Medan, Keuskupan Agung Medan.

Paroki Padre Pio Medan
Comments (0)
Add Comment