Oleh Rikha Emyya Gurusinga
Parapat, Katolikana.com – Umat Paroki Paroki Santo Fidelis Simaringan Parapat diliputi sukacita besar dalam Perayaan Ekaristi Misa Perdana RP. Moel Sinaga, OFMCap, yang dilaksanakan pada 1 Februari 2026 di Stasi Girsang. Perayaan ini menjadi ungkapan syukur atas rahmat imamat yang diterima Pastor Moel, sekaligus buah penantian panjang yang dirayakan bersama umat.
Perayaan Ekaristi ini dipimpin langsung oleh RP. Moel Sinaga, OFMCap sebagai selebran utama, dan dikonselebrasi oleh 34 imam Kapusin. Suasana perayaan semakin semarak dan khidmat dengan iringan lagu-lagu liturgi bernuansa khas Toba, yang mencerminkan kekayaan budaya lokal dalam perayaan iman Gereja.
Sebelumnya, RP. Moel Sinaga, OFMCap telah ditahbiskan menjadi imam pada 24 Januari 2026 di Paroki St. Fransiskus Asisi Berastagi. Penantian menuju tahbisan ini bukanlah perjalanan singkat. Pastor Moel menjalani masa diakon selama kurang lebih tiga tahun, sebuah masa yang penuh kesetiaan, pergulatan, dan pengharapan.
Dalam homilinya yang sederhana namun menyentuh, Pastor Moel berulang kali mengucapkan kata yang menggugah hati umat: “akhirnya, akhirnya, akhirnya gabe pastor.” Ia membagikan kisah penantian panjangnya, bagaimana selama bertahun-tahun banyak orang bukan mengucapkan “selamat”, melainkan berkata, “akhirnya ya, Pastor.” Sebuah ungkapan yang mencerminkan perjalanan iman yang tidak instan, tetapi ditempa oleh kesabaran.
Pastor Moel juga mengangkat motto hidupnya: “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan, serahkanlah kepada-Nya, maka Dia akan bertindak.” Motto ini dipilih sejak kaul kekalnya dan disadari sungguh dihidupi selama masa diakonat. Ia menegaskan bahwa penantian tersebut bukanlah keterlambatan, melainkan bagian dari rencana Tuhan yang indah. Hampir setiap perayaan Natal selama tiga tahun, ia selalu menerima kabar bahwa tahbisan imamatnya belum disetujui, hingga akhirnya pada Natal 2025 izin tahbisan itu diterima.
Selama masa penantian, Pastor Moel berkarya dengan setia di Paroki St. Monika Tiga Nderket, Paroki St. Yosef Balige, dan Paroki St. Fransiskus Asisi Saribudolok. Ia mengakui bahwa pernah muncul keinginan untuk menyerah dan keluar dari panggilan, namun selalu ada suara panggilan yang menahannya untuk bertahan—terutama doa dan perhatian orang tua yang setia menjaga panggilannya.
Perayaan Misa Perdana ini dihadiri oleh umat dari berbagai paroki, yakni Paroki St. Fidelis Simaringan Parapat, Paroki St. Monika Tiga Nderket, Paroki St. Fransiskus Asisi Saribudolok, serta Paroki St. Yosef Balige. Hadir pula sejumlah tamu undangan, antara lain Audy Murphy Sitorus (Wakil Bupati Toba), RP. Ivo Sinaga selaku Minister Provinsial Kapusin Medan, Wanton Nabaho, serta perwakilan DPP dan pengurus gereja dari Paroki Balige dan Tiganderket.
Dalam sambutannya, para tamu undangan menegaskan pentingnya kesetiaan dalam panggilan, tidak hanya bagi para imam, tetapi juga bagi umat. Wakil Bupati Toba secara khusus mengajak umat untuk ikut menjaga para imam, dengan menekankan sikap hormat dan etika, terutama dalam relasi dan sikap terhadap imam.
Usai misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah, persembahan lagu dari RP. Moel Sinaga yang bertema kasih orang tua, makan siang bersama, pemberian bingkisan serta manortor sebagai ungkapan sukacita umat. Acara semakin meriah dengan hiburan dari para Postulan 2 Kapusin dan tarian dari anak-anak SEKAMI.
Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.