Setelah Melalui ‘Kerikil-kerikil Tajam’ Panggilan, Nikolaus Rufinus Menjadi Imam Fransiskan Konventual

Medan, Katolikana.com – Setelah melewati jalan berliku, jatuh dan bangun menempuh jalan panggilan dan proses Pendidikan selama 12 tahun, sosok pemuda tangguh Nikolaus Rufinus ditahbiskan sebagai seorang Fransiskan Konventual. Petahbisannya dilakukan di Gereja Paroki Santo Antonius Padua, Sasi oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr., pada Rabu (28/1/2026).

Kisah pergulatan RP. Nikolaus Rufinus Maria Nahampun OFMConv., itu terungkap dalam perayaan syukur dalam misa perdana di Paroki asalnya  Gereja Kuasi Paroki Santo Fransiskus Xaverius, Simalingkar B Medan, pada Minggu (15/2/2026).

Dalam suasana penuh sukacita dan hikmat perayaan ekaristi ini yang dihadiri oleh para Imam, Biarawan-Biarawati, dan Keluarga Besar serta ribuan Umat yang datang untuk memberikan doa dan dukungan.

Misa perdana ini menjadi momen istimewa sebagai ungkapan syukur atas Tahbisan Imamat yang telah diterima oleh Pastor Nikolaus Rufinus Maria Nahampun OFMConv., dengan motto panggilannya: Tuhan telah memulai karya baik dan Ia akan menyempurnakan(Flp 1:6).

Tetap Teguh Melewati 12 Tahun Formasio Religius

RP. Nikolaus Rufinus Maria Nahampun, OFMConv, lahir di Medan pada 18 Juli 1987 sebagai anak pertama dari empat bersaudara, dari pasangan Jaulian Nahampun (+) dan Rosmalina Br. Manik. Ia berasal dari Paroki Santo Fransiskus Xaverius Simalingkar B, sebuah lingkungan iman yang turut menumbuhkan benih panggilan hidup membiara dalam dirinya. Sejak kecil, nilai keluarga, kedisiplinan, serta kehidupan menggereja menjadi fondasi awal dalam  perjalanan iman dan intelektualnya.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Santo Antonius (1993), dilanjutkan di SMP dan SMA Deli Murni Bandar Baru (1999–2005). Dalam masa remaja inilah panggilan hidup religius semakin bertumbuh dan diteguhkan. Ketertarikannya untuk menjadi imam Konventual lahir dari kekagumannya akan teladan hidup dan semangat karya para imam Konventual, cara hidup dan persaudaraan yang kuat, pelayanan yang dekat dengan umat, serta kerasulan yang total dalam mengikuti Tuhan. Kesaksian konkret para imam Konventual dalam kehidupan sehari-hari membangkitkan keinginan mendalam untuk menapaki jalan hidup yang sama dalam Ordo Saudara Dina Konventual (OFMConv).

RP. Nikolaus Rufinus Maria Nahampun OFMConv., bersama Ibu Kandungnya Rosmalina Br. Manik/Foto: Parulian

Pada tahun 2005 ia memulai tahap formasi awal sebagai Postulan I OFMConv di Komunitas Sang Penebus Bandar Baru, kemudian melanjutkan Postulan II di Komunitas Santa Katarina TigaJuhar (2006). Tahun 2007 ia  memasuki masa Novisiat di Biara Santa Katarina Tiga Juhar sebagai tahap pendalaman komitmen hidup religius.

Sejak tahun 2008, ia menjalani pendidikan filsafat dan teologi di STFT Santo Yohanes Pematangsiantar, seraya berkomunitas di Biara Santo Bonaventura (Bitora) Pematangsiantar. Pada tahun 2012 ia menyelesaikan Program Strata 1 (S-1). Setelah itu, ia menjalani Tahun  Orientasi Pastoral dan Persaudaraan (TOPP) di Paroki Santo Yosep Delitua (2013), sebagai masa integrasi antara formasi akademik dan pengalaman pastoral konkret.

Perjalanan panggilan tidak selalu linear; tahun 2016 menjadi masa discernment yang mendalam untuk meneguhkan kembali arah hidup dan komitmen religius. Setelah masa orientasi kembali di Biara Sang Penebus Bandar Baru (2018), ia menjalani Tahun Novisiat kedua di Biara Santo Antonius Padua Tiga Dolok (2020), sebaga bentuk pemurnian dan pendalaman panggilan.

Tahun 2021 ia melanjutkan Program Pendidikan Imamat dan Magister di STFT Santo Yohanes Pematangsiantar, kembali berkomunitas di Biara Santo Bonaventura (Bitora). Pada tahun 2023 ia menyelesaikan program Bacalaureat Pendidikan Imamat. Komitmen definitif sebagai religius diteguhkan melalui pengikraran Kaul Kekal pada 26 April 2025 di Paroki Santo Yosep Delitua.

Pada tahun 2025 ia menyelesaikan Program Magister Filsafat (S-2) di STFT Santo Yohanes Pematangsiantar. Tahapan tahbisan diterimanya secara berturut: Tahbisan Diakon pada 16 Juli 2025 di Biara Santo Bonaventura Pematangsiantar oleh Mgr. Kornelius Sipayung (Uskup Keuskupan Agung Medan) dan Tahbisan Imamat pada 28 Januari 2026 di Gereja Paroki Santo Antonius Padua Sasi Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur, oleh Mgr. Dominikus Saku (Uskup Keuskupan Atambua).

Saat ini, ia bertugas sebagai Formator di Biara Santo Bonaventura (Bitora) Pematangsiantar, terlibat dalam pembinaan calon religius Fransiskan Konventual serta pendampingan formasi.

Sejalan dengan semangat pengembangan diri dan tanggungjawab pendampingan, ia juga sedang mendalami Program Magister (S-2) Manajemen pada salah satu kampus, guna memperkaya kompetensi dalam bidang tata kelola pendidikan dan formasi.

Seluruh perjalanan akademis dan panggilan ini mencerminkan integrasi antara iman, intelektualitas, dan pelayanan serta sebuah komitmen untuk terus menghidupi spiritualitas Fransiskan Konventual dalam kesetiaan mengikuti Kristus melalui persaudaraan, kesederhanaan, dan kerasulan Gereja.

Kegigihan di Jalan Panggilan

RP. Nikolaus Rufinus Maria OFMConv. Merayakan misa perdana di paroki kelahirannya itu didampingi oleh Minister Provinsial Ordo Saudara Dina Konventual (OFMConv) Propinsi Maria Tak Bernoda Indonesia: RP. Maximilianus Kalef Sembiring OFMConv., Vikaris Provinsial & Definitor: RP. Gonzales Petrus Zonggar OFMConv., Rektor Skolastikat OFMConv: RP. Longinus Judung OFMConv., Pastor Paroki Simalingkar B, RD. Shan Efran Sinaga dan Vikaris Parokial, RD. Blasius Ola Doren.

Rektor Skolastikat OFMConv, RP. Longinus Judung OFMConv., yang membawakan homili mengatakan bahwa panggilan hidup kita, entah berkeluarga atau hidup membara, juga bermula dari “kesungguhan dan kemauan”. Kemauan kita tampak pertama kali ketika kita menjawab ya, mau menjadi saudara, calon imam – tetapi serentak dituntut kesungguhan. Jadi tidak cukup hanya kemauan yang besar, namun tidak ada kesungguhan.

“Kemauan untuk menjawab panggilan Allah, kemudian dinyatakan dalam kesungguhan mengikuti norma, atau peraturan-peraturan hidup yang membawa orang kepada kedewasan hidup, dewasa menentukan panggilan dan menghidupi panggilan,” ucap Pastor Longinus.

RP. Nikolaus Rufinus Maria Nahampun OFMConv./Foto: Parulian

Jika kita melihat, tambah Pastor Longinus, perjalanan panggilan religius dan imamat Pastor Rufinus ini sudah di Biara – pergi – tetapi kembali lagi. Ini adalah salah satu contoh tentang perjalanan kesungguhan dan kemauan seorang beriman Kristen Katolik untuk menjawab Ya akan sapaan Allah yang begitu berbelas kasih kepada umatNya.

Dalam perjalanan panggilannya Pastor Rufinus merenungkan, kata Pastor Longinus, bahwa Ia ingin mencari satu sandaran yang bukan saja penuh, tetapi tidak akan pernah goyah, sekalipun diterjang badai Pastor Rufinus sudah melewati badai tersebut.

“Tetapi ia tetap kembali kepada formasi kemauan dan kesungguhan, agar bisa bersandar penuh pada salib Kristus, dibutuhkan kedekatan terus-menerus dan pengolahan setiap saat. Sehingga ia sampai pada kesimpulan bahwa sandarannya saat ini adalah imamat suci pada salib Kristus,” cetus Pastor Longinus.

Bagi Pastor Rufinus, ungkap Pastor Longinus, inilah kesempurnaan yang dinyatakan oleh Allah kepadanya hingga saat ini, dan kita juga tentu tetap berdoa, agar ia tetap bersandar pada salib tersebut dan sandarannya yang adalah Kristus, tetap menyempurnakan pelayanan imamatnya di kemudian hari. 

Harapan Tumbuh Panggilan Baru

Usai perayaan ekaristi dilanjutkan ramah-tamah di halaman Gereja Kuasi Paroki Simalingkar B dengan penuh keakraban dan jalinan persaudaraan antara Ordo Konventual dengan pemimpin gereja beserta pengurus DPP dan DPS serta seluruh Umat Kuasi Paroki Simalingkar B melalui acara adat suku Pakpak-Dairi yang dipandu dengan baik oleh Panitia.

Ketua Panitia, Predensius Sembiring dalam sambutan kepanitiannya mengatakan bahwa perayaan misa perdana ini menjadi kebahagiaan kita semua bahwa Pastor Rufinus Nahampun sebagai Pastor Pertama dari Kuasi Paroki kita ini.

“Jadi, ini adalah misa perdana dan sekaligus Pastor pertama yang lahir dari Kuasi Paroki kita ini. Mudah-mudahan diharapkan selanjutnya nanti tumbuh panggilan-panggilan baru di Kuasi Paroki kita. Bukan hanya panggilan tetapi terpilih menjadi Imam-imam yang bisa untuk menggembalakan kita umatNya,” ucap Predensius.

Hal senada juga disampaikan M.B Rajakgukguk mewakili Umat Kuasi Paroki Simalingkar B dalam sambutannya menegaskan bahwa anak sulung dari Kuasi Paroki Simalingkar B barulah Pastor Rufinus Nahampun.

“Kami bersyukur dan bergembira karena sudah lama sejak 2014 sudah menjadi Kuasi Paroki. Baru sekarang ini Pastor Rufinus Nahampun menjadi Pastor. Dengan tertahbisnya Pastor ini, semakin bertambah para orang muda Katolik yang ingin mengikuti jejak Pastor menjadi imam-imam baru,” ujar M.B Rajagukguk.

Pastor Paroki Simalingkar B, RD. Shan Efran Sinaga pada sambutannya menyampaikan selamat kepada Pastor Rufinus Nahampun, kiranya senantiasa brsukacita dalam panggilan dan juga setia. Juga selamat untuk seluruh keluarga serta terima kasih banyak kepada semua umat yang hadir.

Minister Provinsial Ordo Saudara Dina Konventual (OFMConv) Propinsi Maria Tak Bernoda Indonesia: RP. Maximilianus Kalef Sembiring OFMConv., dalam sambutannya menyatakan salut kepada  Pastor Rupinus menjalani masa pendidikannya selama 12 tahun.

Lalu, perjuangannya tidak terlalu mudah. Pernah juga mencoba menjalani hidup di luar beberapa tahun tapi ternyata cintanya Konventual tak bisa dipadamkan. Sehingga, kembali masuk dan akhirnya hari ini kita rayakan misa perdananya. Jadi, atas hal itu terima kasih tentu dengan keluarga yang mendidik Dia menjadi seorang yang tangguh.

“Semoga semuanya ini yang kita rayakan dengan gembira hari ini menjadi model perjuangan untuk terus kuat di dalam menjalani panggilannya,” ucap Pastor Maximillianus.

Pastor Rufinus Nahampun dalam menyampaikan sambutannya bersyukur kepada Tuhan yang menghendaki terjadinya peristiwa ini, suatu peristiwa yang mendatangkan rahmat dan berkat untuk kita semua pada hari ini.

Lalu Pastor Rufinus juga menyampaikan banyak terima kasih kepada persaudaraan Konventual yang dengan setia menemaninya melangkahkan kaki untuk sekiranya sampai di depan altar Tuhan dalam menjawab panggilannya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan terlebih-lebih kepada keluarga besarnya yang sangat sabar memberinya dukungan dalam menjalani panggilan hidupnya.

Menurut Pastor Rufinus, bisa dikatakan panggilannya sudah diatas normal dan ini sungguh panggilan yang luar biasa bagaimana Tuhan berproses berkarya dalam dirinya diberikan kerikil-kerikil tajam dalam panggilan itu.

“Menjawab panggilan Tuhan itu bukanlah sebuah hal yang sangat sederhana, dibutuhkan sebuah komitmen dan keberanian. Selain itu juga banyak-banyaklah berdoa, melakukan refleksi dan lain sebagainya yang mendukung panggilan. Panggilan Tuhan itu adalah panggilan menuju kepada sukacita dan kebahagiaan,” ujar Pastor Rufinus.

Kontributor Katolikana, tinggal di Paroki St. Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat Medan, Keuskupan Agung Medan.

Fransiskan KonventualRP. Nikolaus Rufinus OFMConv.Sosok
Comments (0)
Add Comment