Surakarta, Katolikana.com – Melatih diri, disiplin diri, melatih gerak, melatih pukulan, melatih tubuh, kecepatan dan berbagai hal dalam latihan tenis meja.
Anak-anak yang tekun dan berlatih keras, pada saat nanti akan : “Masuk dalam gelanggang dan mengambil bagian dalam pertandingan”.
Mereka mengumpulkan waktu untuk berlatih dan menguasai dirinya dalam segala hal tentang permainan tenis meja.
Memiliki dasar yang kuat, sikap kuda-kuda yang kokoh, “power” pukulan yang benar, menguasai teknik dasar bermain tenis meja disertai sikap sebagai pemain “sportif”.
Memperoleh piala kejuaraan, salah satu diantara sekian banyak yang menjadi tujuan.
Latihan rohani
“Melatih diri” menurut Paulus adalah komitmen untuk hidup saleh, disiplin, dan menguasai hawa nafsu demi persembahan hidup yang total kepada Kristus.
Paulus pada 1 Korintus 9:24-27, menggunakan metafora atletik untuk menggambarkan disiplin rohani dan pengendalian diri.
Latihan ini bukan hanya untuk kesehatan rohani melainkan untuk memperoleh mahkota abadi dan memastikan integritas sebagai pelayan Injil.
Katekis di Paroki Kleco, Surakarta