Memperbaharui Kesetiaan di Hadapan Bunda Maria 240 Legioner Ikuti Acies Legio Maria di Palembang

Perarakan Vandel lambang kelompok Legio Maria dari beberapa dekanat Keuskupan agung Palembang saat diarak memasuki gereja St Yoseph Palembang

PALEMBANG, KATOLIKANA   –   Suasana doa terasa khusyuk di Paroki Santo Yoseph Palembang pada Sabtu pagi, 6 Maret 2026. Satu per satu legioner berdiri dengan penuh hormat di hadapan vexillium Legio Maria. Dengan hati yang khidmat, mereka mengucapkan kembali janji kesetiaan kepada Bunda Maria.

Sebanyak 240 anggota Legio Maria dari berbagai wilayah Keuskupan Agung Palembang berkumpul dalam kegiatan Acies Legio Maria Komisium Ratu Pencinta Damai Palembang. Acies merupakan pertemuan tahunan yang menjadi momen pembaharuan komitmen para legioner sebagai “tentara Maria” dalam pelayanan Gereja.

Suasana saat ekarsti kudus bersama Vikjen KAPal RD Yohanes Kristianto dan para konselebran

Maria Dolorosa (Ocha) salah satu anggota legio maria dari Paroki St Yoseph menjelaskan bahwa kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan doa rosario, doa tesera bersama, serta pembaharuan janji bakti para legioner. Doa-doa yang dipanjatkan bersama itu menjadi ungkapan penyerahan diri kepada Bunda Maria sebagai pelindung dan pembimbing dalam perjalanan iman.

Puncak acara adalah Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Yohanes Kristianto. Perayaan dimulai dengan perarakan para legioner yang membawa vandel Legio Maria, diiringi para petugas liturgi yang melangkah menuju altar.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Petrus Sukino selaku Moderator Komisi Devosional Keuskupan Agung Palembang dan Agustinus Giman sebagai Pembimbing Rohani Komisium Ratu Pencinta Damai Palembang.

RD Yohanes Kristanto ( Vikjen KAPal) saat memberi renungan pada homili saat ekaristi kudus berlangsung

Dalam homilinya, Romo Yohanes Kristianto yang akrab disapa Romo Kris, mengajak para legioner menghayati kembali makna janji yang mereka ucapkan di hadapan Bunda Maria.

“Ketika kita mengatakan ‘Aku adalah milikmu ya Ratu dan Bundaku, dan segala milikku adalah kepunyaanmu’, semoga itu bukan sekadar kata-kata yang kita hafal, tetapi sungguh keluar dari hati yang terdalam,” ungkapnya.

Romo Kris menjelaskan bahwa Acies merupakan pernyataan kesetiaan seorang tentara kepada komandannya. Dalam spiritualitas Legio Maria, kesetiaan itu diarahkan kepada Bunda Maria sebagai Ratu dan teladan iman.

“Janji ini bukan sekadar diucapkan, tetapi menjadi komitmen hati yang menggerakkan kita untuk mewujudkan identitas dan tujuan seorang legioner,” katanya.

Acies tahun ini mengangkat tema “Bersama Bunda Maria, Legioner Menjadi Saleh dan Manusiawi.” Tema ini mengingatkan bahwa tujuan Legio Maria tidak hanya menyucikan diri sendiri, tetapi juga turut ambil bagian dalam menyucikan jiwa-jiwa melalui pelayanan kasih.

Romo Kris menegaskan bahwa kekuatan seorang legioner bersumber dari kehidupan rohani yang berakar pada Ekaristi.

“Seorang legioner yang jarang menyambut Ekaristi ibarat tentara yang maju ke medan perang tanpa membawa senjata. Senjata kita adalah kekuatan rohani yang bersumber dari Allah sendiri,” ujarnya.

Ia juga mengajak para legioner meneladani kerendahan hati Bunda Maria. Kerendahan hati itu memungkinkan umat menemukan sukacita dalam berbagai situasi kehidupan dan membangun komunitas yang saling menghargai.

“Kerohanian tidak boleh berhenti pada diri sendiri. Kerohanian harus punya kaki untuk melangkah dan tangan untuk merangkul,” tambahnya.

Karena itu, para legioner diingatkan untuk hadir di tengah kehidupan nyata umat: mengunjungi orang sakit, menguatkan mereka yang kehilangan harapan, serta mendampingi mereka yang membutuhkan perhatian.

Barisan pemegang vandel anggota Legio maria

Acies, lanjut Romo Kris, hendaknya menjadi momentum pembaruan semangat pelayanan.

“Acies harus memutus rantai rutinitas dan kebosanan, lalu menggantinya dengan semangat dan antusiasme yang baru,” pesannya.

Ketua Komisium Ratu Pencinta Damai Palembang, Hendrikus, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi kehadiran para legioner dari berbagai dekanat, baik dari Palembang maupun dari luar kota.

Dalam kesempatan itu, Romo Kris juga menyampaikan salam dan ucapan selamat dari Uskup Agung Palembang, Yohanes Harun Yuwono, yang tidak dapat hadir karena tugas lain. Uskup Agung menyampaikan kegembiraannya karena Legio Maria tetap hidup dan berkembang di berbagai dekanat.

Penampilan RD Hyginus Gono Pratowo Pastor Kepala paroki St Yoseph Palembang bersama para Legioner

Pertemuan penuh sukacita ini ditutup dengan ramah tamah dan pentas seni di Aula Serbaguna Santo Yoseph. Kebersamaan itu menjadi tanda persaudaraan para legioner yang kembali pulang ke tempat pelayanan masing-masing dengan semangat baru.

Di hadapan Bunda Maria, mereka telah memperbaharui janji: setia melayani, setia berdoa, dan setia menjadi pembawa damai di tengah dunia.

Kontribrutor Palembang : Andreas Daris Awalistyo

Setelah purna bakti guru di SD Xaverius 2 Palembang saat ini sebagai pendidik di SMA Xaverius 2 Palembang dan SMP Kusuma Bangsa. Sekretaris DPP Santo Yoseph Palembang Palembang, jurnalis / kontributor di media lokal dan nasional dan aktif di beberapa organisasi.

Comments (0)
Add Comment