Belajar di Pinggir Sungai

Klaten, Katolikana.com – Lukas Triyanta, seorang guru di SD Kanisius Bayat, Klaten, Jawa Tengah suatu kali mengajak murid-murid Klas 5 belajar di pinggir Sungai Dengkeng, di Dusun Beluk, Paseban, Bayat, Klaten.

Tujuan yang mau dicapai anak-anak secara sadar (mindful learning) memperoleh suasana belajar di alam, melakukan belajar dengan suka cita (joyful learning), mampu memaknai proses belajar dan apa yang dipelajari (meaningful learning) dan mampu mengembangkan (mengkaitkan) pemahaman belajar untuk proses belajar selanjutnya

Belajar di pinggir sungai, para murid sambil mengerjakan tugas pengamatan dan mencatat dalam lembar kerja tugas, mampu belajar dari fenomena alam.

Sungai yang mengalir deras karena musim hujan, mengimajinasikan kedalaman sungai, dan mengamati mengalirnya air sungai menjadi stimulan belajar yang bermakna.

Sisi lain yang menjadi rahmat dalam pembelajaran alam ini, guru dapat menyisipkan religiusitas pada anak-anak untuk mensyukuri alam ciptaan Tuhan

Belajar memaknai dengan bersuka cita dan mensyukuri alam ciptaan Tuhan (Foto Lukas Triyanta)

Refleksi aliran sungai
Merefleksikan sungai dan alirannya bisa dikaitkan dengan kisah kehidupan. Hidup ikuti aliran hidup yang ada,‘ngeli namun tidak keli’ mengalir tetapi tidak hanyut.

Hidup apakah harus melawan arus atau mengikuti arus zaman? Berbagai situasi kontekstual menjadi pilihan yang menyertai untuk mengambil sikap dalam hidup.

Flow chat
Penerapan ilmu dan metode kinerja, pedoman operasional standard (POS), proses sistematis dan teknik pencapaian tujuan sering kali mengadopsi aliran dalam rangkaian flow chat atau bagan alir.

Hidup mengalir, mengalirkan hidup menjadi ranah keutamaan dalam belajar (Foto Lukas Triyanta)

Cash flow
Aliran kas, dana, keuangan yang menjadi pedoman atau ‘tool’ dalam ekonomi rumah tangga, perseorangan dan organisasi atau lembaga juga berdekatan dengan konsep aliran sungai : mana yang perlu dibendung (disisihkan, disimpan) mana yang perlu dialirkan (dibelanjakan) dan didermakan.

Kecerdasan finansial perlu diajarkan dan dilatihkan bagi para murid. Sekolah dan lembaga pendidikan perlu mentradisikan belajar mencatat keuangan dan menabung bagi para siswa.
(Seminari dan pondok pesantren mengajarkan dan melatih anak mengelola uang yang dimiliki : mencatat dan mempertanggung jawabkan pada orang tua dan pembimbing).

Belajar dari “belajar di pinggir sungai” tentu lebih banyak yang bisa dimaknai.

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta

Belajar di pinggir sungai
Comments (0)
Add Comment