Surakarta, Katolikana.com – Sasana Wening, Sasana Doa, bagian yang terdapat di Komplek Gereja Santo Paulus Paroki Kleco Surakarta terdapat Kori Maria. Mengutip dari “Sejarah Paroki Santo Paulus Kleco”, Kori merupakan pintu masuk menuju pekarangan dalam pada rumah tradisional Jawa atau Istana Jawa.
Kori juga merupakan akses menuju hierarki yang lebih tinggi. Kori utama Sasana Doa.
Gapuraning Wening merupakan simbol pintu masuk bagi umat yang ingin “sowan” Gusti atau menghadap Tuhan. (Mengikuti Perayaan Ekaristi di Gereja atau melakukan Adorasi di Kapel Adorasi).
Pada Kori Agung diletakkan patung Bunda Maria sebagai sosok ibu Yesus yang lembut, selalu mendoakan putra-putrinya, menyapa dan menyambut untuk datang dan berdoa.
Pada bagian depan Kori
dibawah patung Bunda Maria merupakan area doa / devosi kepada Bunda Maria.
Per Mariam ad Jesum “Melalui Maria menuju Yesus”.
Neng Ning Nung Nang
Melalui Gapuraning Wening, sikap batin hendak dibangun. Neng “meneng”, diam. Ning “wening” bening, jernih. Nung “anung” – “dunung” kepenuhan. Nang “menang/wenang” pengendalian diri.
Berhenti sejenak dari kesibukan ragawi, menjernihkan hati dan pikirian, menghadirkan kepenuhan Roh Pembimbing untuk menguasai dan mengendalikan diri dalam sikap dan tata hidup.
Mensinkronkan kehendak
Bagian dari Injil Markus 6:31, “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!”.
Mencari waktu hening, mengambil saat teduh, dan “ndunungake” (Jawa) menghayati kehendak menjadi waktu percakapan untuk mengulik suara hati, mensinkronkan dengan kehendak-Nya.
Katekis di Paroki Kleco, Surakarta