2 Samuel 7:4-5a.12-14a.16; Roma 4:13.16-18.22; Matius 1:16.18-21.24a
Katolikana.com – Sejarah keselamatan melibatkan banyak orang. Ada tiga tokoh sentral dalam sejarah keselamatan, yakni Yesus, Maria, dan Yusuf.
Dari ketiga tokoh yang paling tidak menonjol adalah Yusuf. Dia tidak berbicara satu patah kata pun dan menjadi tokoh yang berada di balik layar.
Hari Raya Santo Yusuf
Hari ini, Gereja merayakan Hari Raya Santo Yusuf, suami Santa Perawan Maria.
Berbeda dari banyak suami yang biasanya lebih banyak tampil di muka umum dibanding dengan isterinya, Santo Yusuf adalah sebaliknya.
Fakta tersebut tidak mengurangi peran penting dalam sejarah keselamatan.
Dibenarkan karena iman
Bacaan pertama secara implisit menyebut Yusuf. Bacaan kedua pun demikian. Yusuf termasuk dalam orang yang dibenarkan karena iman.
Hal itu tampak nyata dalam sikap Yusuf yang siap melaksanakan kehendak Tuhan. “Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan kepadanya” (Matius 1:24a). Taat kepada kehendak Tuhan itu indikasi kuat iman seseorang.
Taat kehendak Allah
Apa yang dapat kita renungkan dari sabda Tuhan dan perayaan hari ini?
Pertama, iman itu amat penting bagi hidup kita. Kerap kali kita dihadapkan pada realita yang tidak sesuai dengan rencana kita. Santo Yusuf memberi teladan tentang menaati kehendak Tuhan daripada rencananya sendiri.
Kedua, dalam panggung kehidupan ini ada tokoh-tokoh penting yang menonjol dan menjadi sorotan publik. Namun sebagian besar kehidupan ini berlangsung berkat orang-orang biasa yang tidak terkenal dan tanpa menjadi viral.
Para ibu rumah tangga adalah contohnya. Mereka melakukan pekerjaan yang biasa-biasa, tanpa dikenal, dan tidak pernah diberi tanda jasa.
Terkadang, ucapan terima kasih dari suami dan anak-anaknya pun jarang diterima. Namun, mereka itulah yang mengantar jutaan manusia sukses dalam hidupnya.
Spiritualitas orang biasa
Santo Yusuf dan para ibu rumah tangga itu sering menghadapi peristiwa-peristiwa yang di luar dugaan. Namun mereka menjalaninya dalam diam dan sikap setia. Mereka itu orang-orang biasa yang memberikan kontribusi luar biasa dalam kehidupan ini. Mereka menghayati spiritualitas orang biasa.
Kamis, 19 Maret 2026
HWDSF
Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.