Tegaknya Kebaikan dan Kebenaran

Kebijaksanaan2:1a.12-22; Yohanes 7:1-2.10.25-30

Katolikana.com – Kebaikan dan kebenaran sejati tidak pernah takut pada kejahatan, meskipun kejahatan tampak besar dan kuat.

Orang benar dilindungi
Bacaan pertama dari Kitab Kebijaksanaan menggambarkan orang-orang fasik yang merencanakan untuk menjebak orang benar. Mereka merasa terusik oleh kehadirannya, karena hidup orang benar menjadi teguran bagi cara hidup mereka yang jahat.

Orang fasik berpikir bahwa dengan aniaya dan siksaan, mereka dapat menghancurkan keteguhan orang benar.

Namun, mereka buta terhadap rencana Allah: orang benar dilindungi dan kejahatan akan dihancurkan oleh kekuatan kebaikan itu sendiri.

Perlindungan Allah
Dalam Injil Yohanes, wujud nyata dari kebenaran dapat dilihat. Yesus berjalan di tengah ancaman, karena orang-orang Yahudi ingin membunuh-Nya.

Ia pergi ke Yerusalem bukan dengan gegap gempita, tetapi dengan diam-diam, karena waktu-Nya belum tiba.

Di sana, orang banyak memperbincangkan Dia. Ada yang mengakui kebaikan-Nya, ada pula yang meragukan.

Namun Yesus tidak gentar. Ia berseru di Bait Allah, memberitakan bahwa Ia diutus oleh Bapa.

Meskipun mereka mencari-cari kesalahan-Nya, mereka tidak dapat menangkap-Nya karena perlindungan Allah.

Saat kuasa kegelapan belum tiba.

Cukup satu orang benar dan setia
Dari kedua bacaan ini, terdapat pelajaran yang dapat dipetik : bahwa kejahatan tidak perlu dilawan dengan kekerasan atau sejumlah orang yang banyak.

Cukup satu orang benar yang setia, maka kejahatan akan runtuh dengan sendirinya.

Aniaya dan siksaan tidak dapat menghapus kelembutan dan kesabaran orang benar. Sebaliknya, penderitaan yang ditanggung dengan kesetiaan justru menjadi kesaksian bahwa Allah menyertai umat-Nya.

Orang benar mungkin terlihat lemah di mata dunia, tetapi di mata Allah ia dilindungi dan dikasihi.

Dalam hidup, mungkin kita sering mengalami situasi di mana kejahatan seakan menang.

Bertahan dalam kebaikan

Renungan ini mengingatkan bahwa kemenangan sejati bukan milik mereka yang menindas, melainkan milik mereka yang bertahan dalam kebaikan.

Karena Allah sendiri yang menjadi pembela dan pelindung orang benar.

Marilah kita tetap bersikap lembut dan sabar dalam menghadapi cobaan.

Percayalah, kejahatan akan runtuh dengan sendirinya di hadapan kebaikan yang teguh.

Jumat, 20 Maret 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.

RenunganYesus mengajar di Bait Allah
Comments (0)
Add Comment