Nabire, Katolikana.com – Seratusan umat di Paroki Kristus Sahabat Kita Nabire telah menerima Sakramen Krisma dari Uskup Keuskupan Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA pada Minggu, 22 Maret 2026. Perayaan Ekaristi Penerimaan Sakramen Krisma di Paroki Kristus Sahabat Kita Nabire berlangsung dengan sukacita, penuh khidmat.
Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Uskup Keuskupan Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, bersama Pastor Paroki Kristus Sahabat Kita Nabire Pastor Yohanes Adriyanto,S.J. yang hadir sebagai gembala umat dan pelayan sakramen. Kehadiran Bapa Uskup Bernardus tidak hanya memberi makna khusus bagi para penerima krisma, tetapi juga menjadi simbol nyata persekutuan Gereja lokal dengan Gereja universal. Dalam suasana gereja yang dipenuhi umat, tampak keluarga, wali krisma, para pembina iman, serta seluruh umat paroki turut ambil bagian dalam doa dan sukacita bersama.
Dalam homilinya, Uskup menegaskan bahwa Sakramen Krisma merupakan sakramen penguatan yang melengkapi rahmat pembaptisan. Ia mengajak para penerima Sakramen Krisma untuk tidak melihat perayaan ini sebagai akhir dari perjalanan iman, melainkan sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Kalian telah diteguhkan oleh Roh Kudus. Artinya, kalian diberi kekuatan untuk berdiri teguh dalam iman dan berani menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa menjadi saksi Kristus bukanlah sesuatu yang besar dan jauh, melainkan dimulai dari hal-hal sederhana: berani untuk bersaksi, saling menghargai, mengampuni, serta berani menyatakan kebenaran.
Dalam konteks kehidupan di tengah masyarakat yang terus berkembang, peran kaum muda terlebih Orang Asli Papua sebagai penerima Sakramen Krisma menjadi sangat penting sebagai agen perubahan yang membawa nilai-nilai Injil.
Prosesi penerimaan Sakramen Krisma berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Para calon krismawan dan krismawati dipanggil satu per satu untuk maju ke hadapan Uskup. Dengan didampingi oleh wali krisma, mereka menerima pengurapan minyak krisma di dahi disertai penumpangan tangan sebagai tanda dimeteraikan oleh karunia Roh Kudus. Momen ini menjadi pengalaman rohani yang mendalam, di mana setiap pribadi disapa secara personal oleh rahmat Allah.
Suasana haru dan sukacita begitu terasa, tidak hanya bagi para penerima sakramen, tetapi juga bagi orang tua, keluarga dan seluruh umat yang hadir. Banyak di antara mereka yang melihat peristiwa ini sebagai buah dari perjalanan panjang pembinaan iman yang telah dilalui oleh para calon krismawan. Proses katekese yang dijalani sebelumnya menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan mereka untuk memahami makna Sakramen Krisma itu sendiri secara lebih mendalam.
Perayaan ini juga diperkaya dengan partisipasi aktif umat dalam liturgi. Petugas liturgi menjalankan tugasnya dengan baik, mulai dari pembacaan Kitab Suci, doa umat, tari-tarian hingga pelayanan di altar. Koor paroki turut menghidupkan suasana dengan lagu-lagu liturgi yang mengangkat tema Roh Kudus sehingga membantu umat untuk semakin menghayati setiap bagian perayaan.
Tidak hanya menjadi perayaan sakramental, momentum ini juga menjadi sarana pembaruan iman bagi seluruh umat. Tema yang diangkat mengingatkan bahwa setiap orang yang telah menerima Roh Kudus dipanggil untuk hidup dalam terang-Nya. Gereja bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga komunitas yang diutus untuk membawa kasih Allah ke dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kerja sama yang baik antara panitia dan juga para pendamping, seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pembekalan calon krisma sampai penerimaan sakramen krisma ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh makna. Ini menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat dalam kehidupan menggereja di Paroki Kristus Sahabat Kita Nabire.
Lebih jauh lagi, perayaan ini menjadi tanda bahwa Gereja di tanah Papua terus bertumbuh dan hidup. Generasi muda yang menerima Sakramen Krisma hari ini adalah harapan Gereja di masa depan. Mereka diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan gerejani, tetapi juga mampu menjadi terang dan garam di tengah masyarakat.
Akhirnya, Perayaan Ekaristi Penerimaan Sakramen Krisma ini menjadi penegasan kembali bahwa hidup beriman adalah sebuah perutusan. Roh Kudus yang diterima bukan hanya berada dalam perayaan ekaristi itu saja, tetapi selanjutnya untuk dibagikan melalui tindakan nyata. Dengan diteguhkan oleh Roh Kudus, para krismawan dan krismawati kini diutus menjadi saksi Kristus membawa damai, kasih, dan harapan di mana pun mereka berada.
Semoga rahmat yang telah mereka terima pada hari yang penuh berkat ini terus bertumbuh dan berbuah dalam kehidupan mereka, serta menjadi inspirasi bagi seluruh umat untuk semakin setia dalam iman, semakin aktif dalam pelayanan, dan semakin berani menjadi saksi Kristus di tengah dunia.
Kontributor Katolikana.com di Nabire, Papua Tengah. Gemar sepedaan dan bermusik. Alumnus FEB Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Bisa disapa via Instagram @reinaldorahawarin