Percaya kepada Hyang Ditinggikan di Salib

Bilangan 21:4–9; Yohanes 8:21–30

Katolikana.com – Bangsa Israel di tengah perjalanan menuju Tanah Perjanjian jatuh dalam dosa. Mereka bersungut-sungut melawan Allah dan Musa.

Allah mengirim ular-ular berbisa yang mematikan sebagai teguran. Banyak orang mati.

Ular tembaga dipasang di tiang
Ketika umat bertobat, Allah tidak melenyapkan ular-ular itu. Sebaliknya, Ia memerintahkan Musa untuk membuat ular dari tembaga dan memasangnya pada tiang. Siapa yang memandang ular tembaga itu, ia hidup.

Bukan ular tembaga yang menyembuhkan, melainkan iman kepada firman Allah yang bekerja melalui sarana yang sederhana.

Meninggikan Anak Manusia
Berabad-abad kemudian, Yesus bersabda kepada orang-orang Yahudi yang menolak-Nya: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku, tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke mana Aku pergi, kamu tidak dapat datang.”

Mereka tidak mengerti. Yesus menjelaskan bahwa ketika mereka telah “meninggikan Anak Manusia,” barulah mereka tahu bahwa Dialah Dia.

Yesus sedang menunjuk pada kematian-Nya di kayu salib. Seperti ular tembaga ditinggikan di padang gurun, demikian pula Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Memandang Dia di salib
Ada satu benang merah: keselamatan datang melalui iman yang dinyatakan dalam tindakan memandang. Di padang gurun, memandang ular tembaga adalah wujud kepercayaan bahwa Allah menyediakan jalan keluar dari maut.

Memandang Yesus yang tersalib di Golgota adalah wujud iman. Dialah Putra Allah yang menanggung dosa dunia.

Orang Yahudi pada zaman Yesus, terjebak dalam pemahaman lahiriah; mereka mencari pembebasan politis, padahal yang paling mendesak adalah pembebasan dari belenggu dosa.

Masa Prapaskah mengundang kita untuk jujur mengakui dosa kita sendiri—sering kali kita pun “bersungut” terhadap Allah, meragukan kasih-Nya, dan mengandalkan cara kita sendiri. Namun, Sang Penyelamat tidak meninggalkan kita. Ia “ditinggikan” di kayu salib untuk menjadi penggenapan dari ular tembaga itu.

Keselamatan bagi orang yang percaya
Sekarang, keselamatan tidak lagi terbatas pada satu bangsa, tetapi bagi setiap orang yang percaya.

Pertanyaan Yesus kepada kita sama seperti kepada orang Yahudi: “Apakah kamu percaya?” Ini bukan sekadar percaya dengan bibir, tetapi memandang Dia yang disalibkan dengan hati yang bertobat.

Masa Prapaskah adalah saat yang tepat untuk berhenti dari kesibukan, lalu memandang salib, dan menyerahkan hidup kepada Sang Penyelamat. Sebab hanya dengan memandang Dia kita terhindar dari kematian kekal dan menerima hidup sejati.

Selasa, 24 Maret 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.

RenunganUlar tembaga ditinggikanYesus ditinggikan di Salib
Comments (0)
Add Comment