Kurban Universal

Yehezkiel 37:21-38; Yohanes 11:45-56

Katolikana.com- Mengorbankan seekor domba untuk menghapus dosa satu keluarga telah dilakukan oleh bangsa Yahudi. Mengorbankan satu orang untuk kepentingan banyak orang sudah jamak terjadi.

Mengorbankan diri sendiri untuk keselamatan sesama, itulah kurban unik Yesus Kristus.

Melampaui batas waktu, tempat dan suku
Pengorbanan-Nya adalah peristiwa yang melampaui batas waktu, tempat, dan suku. Ia datang bukan untuk mendirikan kerajaan duniawi, melainkan untuk mendamaikan seluruh umat manusia dengan Allah.

Mengumpulkan umat dari segala penjuru
Dalam Yehezkiel 37:21-28, Allah berjanji melalui nabi-Nya untuk mengumpulkan umat-Nya dari segala penjuru, mempersatukan mereka dalam satu kerajaan, dan mengadakan perjanjian damai yang kekal. Janji ini digenapi secara sempurna dalam diri Yesus.

Puncak penggenapan itu terlihat dalam Yohanes 11:45-56. Di tengah ancaman dan perhitungan politis, Imam Besar Kayafas secara tidak sadar bernubuat bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi untuk mengumpulkan anak-anak Allah yang tersebar di seluruh dunia.

Misi keselamatan
Nubuat ini menunjukkan bahwa misi keselamatan Yesus bersifat universal. Ia tidak datang hanya untuk satu kelompok etnis atau satu golongan agama tertentu.

Yang membuat kurban ini begitu agung adalah sikap relawan-Nya. Tidak ada seorang pun yang mengambil nyawa-Nya; Yesus sendiri dan menyerahkannya. Ia secara sadar memilih untuk mati, karena Ia tahu bahwa hanya melalui kematian-Nya, tembok pemisah antara manusia dan Allah dapat dihancurkan. Ia rela menjadi domba kurban agar semua orang—tanpa memandang latar belakang, status, atau agama—beroleh jalan untuk dipersatukan kembali dengan Sang Pencipta.

Dengan demikian, kematian Yesus adalah tindakan kasih yang inklusif. Ia membuka pintu keselamatan bagi semua bangsa, menggenapi janji persatuan dalam Yehezkiel. Tidak ada lagi sekat; semua yang percaya kepada-Nya menjadi satu dalam kerajaan damai sejahtera.

Kematian-Nya sebagai kurban universal

Pengorbanan ini adalah bukti nyata bahwa kasih Allah tidak pernah eksklusif, melainkan meluas kepada seluruh ciptaan. Ini membawa konsekuensi dan tugas bagi mereka yang telah percaya kepada-Nya. Tugas itu ialah mewartakan bahwa Yesus mati untuk semua orang. Ini bukan Kristenisasi, melainkan upaya nyata untuk membuat pengorbanan Yesus benar-benar menjadi kurban universal.

Sabtu, 28 Maret 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.

RenunganYesus sebagai kurban universal
Comments (0)
Add Comment