Surakarta, Katolikana.com – Tradisi Katolik memaknai Baptis Paskah sebagai momen penting yang menandai pertumbuhan Gereja. Pada Perayaan Paskah, calon babtis dewasa menerima Sakramen Inisiasi.
Gereja Santo Paulus Kleco melaksanakan penerimaan babtis tidak pada Malam Paskah, karena alasan teknis. Namun dilaksanakan pada Jumat (27/3/2026). Pada Perayaan Malam Paskah akan dilaksanakan Pembaharuan Janji Babtis.
Babtis Paskah diberikan bagi 31 orang calon baptis dewasa, penerimaan 14 orang dari Gereja Kristen dan 1 orang diterima sebagai calon babtis tahap 2.
Babtis Paskah yang menambah jumlah umat mencerminkan komitmen anggota baru untuk hidup baru dalam Kristus dan menghayati kebangkitan dalam tata hidup menggereja.
Allah bekerja
“Keputusan anda mempersiapkan diri untuk dibabtis bukan keputusan anda sendiri. Allah sedang bekerja dalam diri anda. Peliharalah itu. Supaya benih panggilan yang telah ditanamkan terus dikembangkan dan harapannya ketika menjadi anggota Gereja Katolik berbuah. Supaya hidup anda dalam pangkuan Gereja Katolik dapat menjadi berkat diri sendiri dan orang lain serta sesama. Tetap berbuat baik , kendati ada kalanya perbuatan baik anda disalah mengerti bahkan dibalas dengan kejahatan. Tetaplah berbuat baik karena perbuatan baik berasal dari Allah”.
Demikian peneguhan dan ajakan Kepala Paroki Santo Paulus Kleco Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF dalam permenungan homili Misa Harian Jumat (27/3/2026), pukul 17.30 setelah Doa Jalan Salib di Paroki Kleco bertepatan dengan pembabtisan baru.
Usai homili dilanjutkan Liturgi Pembabtisan, Liturgi Penerimaan dari Gereja Kristen ke Gereja Katolik dan Penerimaan Calon babtis tahap 2.
Gereja muda yang bertumbuh
Memaknai Babtis Paskah di Gereja Santo Paulus Paroki Kleco, di sisi lain, dapat dikaitkan dengan pertumbuhan Gereja.
Dalam sebuah kesempatan penyusunan up date sejarah paroki, Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF mengutarakan, Paroki Kleco yang saat ini berusia 40 tahun dapat disebut sebagai Gereja Muda.
Pertumbuhan umat hingga tahun ini berjumlah lebih dari 6.100 orang yang tersebar di 51 lingkungan dan 13 wilayah.
Sebagai Gereja muda Paroki Kleco bukan hanya bertumbuh dalam jumlah umat namun bertumbuh dalam penghayatan akan karya Roh Kudus yang menambahkan orang-orang yang diselamatkan.
Sebagai Gereja muda Paroki Kleco tetap menempatkan misi MSF yang berfokus pada penginjilan sesuai dengan Amanat Agung untuk memberitakan kabar baik. Selain itu mendampingi keluarga dan kaum muda dalam peziarahan pengharapan serta pendampampingan Formatio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan (FIBB).
Pemuridan dan Komunitas
Gereja muda yang bertumbuh tidak hanya menambah jumlah umat tetapi juga membina anggota Gereja untuk bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih melalui persekutuan dan pengajaran.
Selain itu Tritugas Panggilan Gereja: Koinonia (bersekutu), Marturia (bersaksi), dan Diakonia (melayani) menjadi gerak bersama dalam bingkai semangat muda dan sinodalitas.
Babtis Paskah tidak hanya disyukuri dalam konteks pertumbuhan kuantitas (pertambahan jiwa) namun juga mengingatkan pertumbuhan kualitas rohani (kedewasaan iman) sehingga dapat mewujudkan Gereja yang bahagia, menginspirasi dan menyejahterakan.
Baptis Paskah menjadi salah satu momen penting yang menunjukkan kehidupan dan pertumbuhan gereja, di mana iman baru menyatu dengan persekutuan umat Kristiani yang ada, berjalan bersama dalam peziarahan Gereja.
Allah tetap bekerja.
Katekis di Paroki Kleco, Surakarta