Yesaya 42:1-7; Yohanes 12:1-11
Katolikana.com – Dua bacaan hari ini tampak terpisah jauh dan bagai tidak terkait satu sama lain. Namun bila membaca secara cermat, kita dapat menemukan benang merah dari dua ungkapan mendalam yang terhubung satu sama lain.
Keduanya mengungkapkan kasih yang mendalam.
Komitmen hamba
Kitab nabi Yesaya menegaskan tentang komitmen hamba Allah. Dia dengan setia akan menyatakan hukum. “Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai Ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya” (Yesaya 42:4).
Sang Hamba Allah itu telah ditetapkan untuk menyatakan penyelamatan dari Allah lewat perbuatan-perbuatan-Nya (Yesaya 42:5-7).
Dengan kata lain, Dia melaksanakan kehendak ilahi dengan sikap taat dan kasih sempurna.
Makna pengurapan
Injil Yohanes menggenapi ungkapan di atas dalam aksi pengurapan atas diri Yesus. “Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak itu semerbak memenuhi seluruh rumah” (Yohanes 12:3).
Pengurapan ini memiliki beberapa makna mendalam. Yesus menghubungkannya dengan hari penguburan-Nya (Yohanes 12:7). Yesus mati sebagai orang mulia; bukan sebagai penjahat. Selanjutnya, pengurapan itu menunjuk juga pada identitas Yesus sebagai seorang raja. Hanya orang yang diangkat menjadi raja diurapi dengan minyak.
Ada yang jauh lebih penting dari itu, yakni kasih Maria akan Yesus. Di antara sekian banyak orang yang hadir di rumah Marta, Maria, dan Lazarus itu, hanya Maria yang menangkap kasih Yesus yang secara tuntas segera dinyatakan lewat komitmen hingga wafat-Nya.
Orang mesti menghargai kasih yang demikian mendalam dengan harga yang sangat mahal pula. Minyak narwastu yang mahal harganya itu mengungkapkan kasih Maria kepada Yesus.
Tindakan itu menegaskan bahwa hanya sedikit orang yang dapat melihat dan mengapresiasi kasih Yesus itu.
Apakah kita termasuk di dalam yang sedikit itu?
Kasih yang tak terbendung
Baik kitab nabi Yesaya maupun Injil Yohanes menegaskan bahwa Yesus adalah Hamba Allah yang secara tuntas menegakkan hukum kasih yang dirindukan banyak orang.
Kasih-Nya demikian kuat dan mendalam hingga tidak ada yang dapat menghalanginya. Niat jahat imam-imam kepala yang bermufakat membunuh Yesus pun tidak dapat menghentikannya. Kasih-Nya tidak terbendung.
Senin, 30 Maret 2026
HWDSF
Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.