PALEMBANG, Katolikana.com – Gereja Katolik terus memperkuat langkahnya di garda depan dalam membela kelompok marjinal dan korban ketidakadilan. Komitmen ini ditegaskan kembali melalui kunjungan strategis jajaran imam Komisi Keadilan, Perdamaian, Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) dari dua keuskupan serta perwakilan Orang Muda Katolik (OMK) ke Direktorat Pelindungan Perempuan, Anak, dan Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Sumatera Selatan, Kamis (9/7/2026).
Hadir dalam delegasi tersebut Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus (Ketua KKPPMP Keuskupan Pangkalpinang yang juga dikenal luas sebagai aktivis anti-human trafficking), Romo Liberto (Ketua KKPPMP Keuskupan Agung Palembang), Romo Gading (Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Palembang), dan Yonggie (perwakilan OMK).
Rombongan diterima langsung oleh Direktur Ditres PPA dan PPO Polda Sumsel, Kombes Pol. Andes Purwanti, S.E., M.M., didampingi Kompol Hanafi. Audiensi yang berlangsung hangat ini membahas langkah taktis penanganan dan pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), kekerasan seksual, serta perlindungan perempuan dan anak di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Urgensi Sinergi di Wilayah Transit dan Jaringan Akar Rumput
Isu perdagangan orang dan kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Sumatera Selatan memerlukan perhatian serius, mengingat posisinya yang strategis baik sebagai daerah asal maupun jalur transit perantau. Gereja Katolik, melalui jaringan paroki dan komunitas basisnya, memiliki potensi besar untuk menjadi sistem peringatan dini (early warning system) di akar rumput.
Dalam pertemuan ini, pihak Gereja menekankan bahwa upaya perlindungan manusia tidak bisa berjalan parsial. Dibutuhkan kerja sama konkret yang mempertemukan ketegasan hukum dari kepolisian dengan pendekatan pastoral kemanusiaan dari Gereja. Kerja sama yang dijajaki ini mencakup aspek preventif lewat edukasi publik, hingga aspek penanganan melalui pendampingan psikososial bagi korban trauma.
Kombes Pol. Andes Purwanti menyambut baik inisiatif dan gerak cepat dari institusi Gereja ini. Ia menegaskan bahwa pintu Ditres PPA dan PPO Polda Sumsel selalu terbuka untuk kemitraan yang berkelanjutan.
“Kami menyambut baik pertemuan ini dan berharap dapat membangun kerja sama yang berkelanjutan. Kami juga siap hadir dan berbagi apabila dibutuhkan dalam kegiatan-kegiatan edukasi maupun pencegahan bersama Gereja,” ujar Kombes Pol. Andes.
Menggerakkan Orang Muda sebagai Agen Perubahan
Pertemuan ini bukan sekadar agenda silaturahmi birokratis. Romo Liberto menegaskan bahwa Keuskupan Agung Palembang akan segera mengimplementasikan nota kesepahaman ini dalam aksi nyata. Dalam waktu dekat, pihak keuskupan akan menggelar konsolidasi dan pembekalan bersama Orang Muda Katolik (OMK).
Jajaran Ditres PPA dan PPO Polda Sumsel diharapkan hadir sebagai narasumber utama untuk membedah modus-modus baru TPPO, termasuk ancaman kejahatan siber (cyber-trafficking) dan kekerasan seksual berbasis elektronik yang kerap mengincar generasi muda.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Katolikana mencatat sebuah langkah maju di mana pemuka agama dan aparat penegak hukum meleburkan ego sektoral demi satu esensi: menyelamatkan kemanusiaan dan memastikan martabat setiap individu, khususnya perempuan dan anak, tetap terjaga utuh.
Setelah purna bakti guru di SD Xaverius 2 Palembang saat ini sebagai pendidik di SMA Xaverius 2 Palembang dan SMP Kusuma Bangsa, Dosen Universitas Katolik Musi Charitas. Sekretaris DPP Santo Yoseph Palembang, jurnalis / kontributor di media lokal dan nasional dan aktif di beberapa organisasi.