Paroki Santo Paulus Kleco Solo: Penerimaan Sakramen Penguatan, Sukacita dalam Pewartaan

Uskup KAS Mgr. Robertus Rubiyatmoko ajak Penerima Sakramen Penguatan meneladan Santo Paulus memperjuangkan iman dan mewartakan Injil.

Surakarta, Katolikana.com – Sakramen Penguatan (atau sering disebut juga sebagai Sakramen Krisma) adalah salah satu dari tiga sakramen inisiasi dalam Gereja Katolik—bersama dengan Baptis dan Ekaristi—yang menganugerahkan karunia Roh Kudus untuk meneguhkan dan menyempurnakan rahmat pembaptisan.

Jika Sakramen Baptis menjadikan seseorang anak Allah dan anggota Gereja, maka Sakramen Penguatan mengikat seseorang tersebut secara lebih sempurna dengan Gereja.

Sebanyak 371 umat menerima Sakramen Penguatan di Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta (Foto sebagian) pada Jumat (11/9/2026)

Sakramen Penguatan   menandakan kedewasaan rohani. Penerimanya siap mengambil tanggung jawab penuh untuk hidup sebagai pengikut Kristus.

Melalui curahan Roh Kudus, umat dikuatkan dengan keberanian untuk mewartakan, membela, dan menjadi saksi iman dalam kehidupan sehari-hari baik di tengah masyarakat maupun Gereja. Menjadi saksi Kristus.

Jumat (11/9/2026) pukul 17.00 WIB sebanyak 371 umat Gereja Santo Paulus Paroki Kleco Surakarta menerima Sakramen Penguatan. Sakramen Penguatan diberikan Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr.Robertus Rubiyatmoko dalam Perayaan Ekaristi dengan Selebran Utama Uskup KAS dan konselebran Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF., Romo Hibertus Hartono, MSF dan Romo Bernardinus Haryasmara, MSF.

Sukacita menerima Sakramen Penguatan (sebagian berfoto bersama) di Paroki Santo Paulus Kleco Tahun 2026

Para krismawan dan krismawati saat prosesi penerimaan Sakramen Penguatan didampingi Bapak / Ibu Wali Krisma.

Para krismawan dan krismawati telah dipersiapkan untuk menerima Sakramen Penguatan sejak bulan Mei 2026 oleh Tim Pelayanan Sakramen Penguatan Bidang Pewartaan dan Evangelisasi, katekis dan pembina.

Saat penerimaan Sakramen Penguatan yang sebagian besar remaja dan kaum muda berjalan dengan khidmad dan penuh suka cita. Perayaan ekaristi berlangsung lebih dari 3 jam.

Homili Uskup KAS
Setelah wafat dan kebangkitan-Nya Yesus mempersiapkan para murid menantikan janji Allah Bapa yang akan mengutus Roh Kudus.
Beberapa kali Yesus datang, meyakinkan para murid bahwa Ia hidup.

Ketika para murid sudah siap dan matang maka para murid dicurahi Roh Kudus sehingga mereka paham bahwa Yesus sungguh-sungguh hidup.

Yesus yang telah mati di kayu salib, dikuburkan, itu sungguh-sungguh bangkit dan hidup kembali.

Penerimaan Sakremen Pertobatan menjadi peristiwa penting bagi orang beriman. Anugerah Roh Kudus dicurahkan dalam kepenuhannya.

Ketika dibabtis seseorang telah menerima Roh Kudus. Diangkat sebagai anak Allah. Mengalami penebusan dan menjadi anggota Gereja. Namun itu belum cukup.

Ketika kita dewasa secara fisik, dewasa dalam penalaran, kita diajak untuk “ngrengkuh” untuk mengimani Kristus dari dalam diri kita sendiri. Mengimani secara pribadi siapa Yesus yang kita puji dan kita imani.

Itulah sebabnya selama sekian waktu, lebih dari 40 hari untuk menerima Sakramen Penguatan diperlukan persiapan untuk mengimani Yesus. Dialah yang telah menebus kita.

Tidak hanya pemahaman yang mendalam dan semakin penuh namun juga Roh Kudus yang kita terima akan semakin memampukan kita untuk menghidupi iman dalam keseharian, dalam segala situasi kehidupan termasuk ketika menghadapi banyak tantangan.

Hal ini, kita bisa belajar dari Santo Paulus yang patungnya kita mohonkan berkat Tuhan hari ini. Paulus sekali percaya bahwa Yesus adalah Mesias, penebus, ia tidak henti-hentinya memperjuangkan iman itu, menghidupinya, kendati harus mengorbankan diri, mengorbankan nyawa.

Dalam Kisah Para Rasul dan Surat-suratnya ia menunjukkan pergulatan dan perjuangannya meskipun ditolak dan dipenjarakan. Hal ini tidak membuatnya lelah. Tidak membuatnya luntur. Tidak membuatnya pudar dalam semangat beriman, tetapi semakin membuat berkobar-kobar.

Inilah yang kita teladani. Setelah menerima Roh Kudus, menerima Sakramen Penguatan semakin bersemangat dalam beriman. Lalu menghidupi iman dan mewartakan. Mempertahankan iman sampai mati, seperti teladan Santo Paulus.

Iman yang kita terima dalam Sakramen Penguatan hendaknya semakin meneguhkan iman kita. Roh Kudus semakin kuat dalam genggaman kita.

Lebih dari itu, seperti Santo Paulus, iman tidak hanya dimiliki sendiri. Iman yang memberikan sukacita hendaknya diberikan pada orang lain. Diwartakan. Paulus berkeliling dari kota ke kota, dari pulau ke pulau mewartakan Injil.

Para katekis bersama Ketua Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Petrus Gian berfoto bersama Uskup KAS Mgr. Robertus Rubiyatmoko

Membagikan kebahagiaan dan inspirasi

Hari ini kita juga diutus membagikan sukacita bagi orang lain. Membagikan kebahagian, teladan atau menginspirasi (bahasa ARDAS KAS).

Injil hari ini Yesus mengajarkan : orang yang dipenuhi Roh Kudus akan membahagiakan orang lain: membebaskan orang tertawan, melepaskan orang dipenjara dan menyampailan tahun rahmat Tuhan telah datang. Mewartakan belas kasih.

Mgr. Robertus Rubiyatmoko mengajak umat mengembangkan semangat bela rasa dalam situasi saat ini yang menghadapi berbagai persoalan kemasyarakatan, ketidakadilan, ekonomi. Mewujudkan solidaritas satu dengan yang lain sebagai bentuk pewartaan.

“Semoga hari ini dengan pencurahan Roh Kudus yang menyebabkan kepenuhan sebagai anggota Gereja, semakin memampukan kita, memperkuat kita dalam penghayatan iman, tak tergoyahkan dengan berbagai “iming-iming” . Pewartaan dimulai dari sekitar kita, semakin meluas, sampai ke ujung bumi. Keteladanan dan pewartaan kita, semoga semakin banyak orang yang percaya pada Kristus”, ungkap Mgr. Robertus Rubiyatmoko dalam homili.

Usai Perayaan Ekaristi Penerimaan Sakramen Penguatan dilanjutkan ramah tamah dan wawan hati di Ruang Berthier.

Wawan hati menyampaikan perkembangan pengelolaan aset Gereja untuk penambahan ruang pertemuan dan tempat parkir, Oase Santo Paulus sarana pembinaan rohani serta pemetaan umat paroki oleh DPPH Santo Paulus Kleco Surakarta

Wawan hati dengan Uskup KAS

Wawan hati diikuti Pengurus DPPH dan PGPM, Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan, Komunitas Suster Ursulin, MASF, Bruder Budi Mulya, ATMI, Ibu Rumah Tangga Paroki, Katekis Paroki, Ketekis Ursulin dan Tim Pelayanan Sakramen Penguatan.

Tampak hadir Suster-suster Ursulin, Suster-suster MASF, Romo Albertus Nugroho Widiyono, SJ dan Romo Fransiskus Kristino Mari Asisi SJ.

Dalam acara wawan hati dengan Uskup KAS Mgr. Robertus Rubiyatmoko, DPPH Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta menyampaikan laporan tentang perkembangan aset yaitu pengadaan tanah dekat gereja yang disampaikan Ketua Bidang Rumah Tangga Paroki Kleco, St. Hermawan Budi Prasetyo.

Pengadaan tanah yang berada disamping gereja rencana akan digunakan perluasan ruang aula paroki dan halaman parkir. Selain itu juga akan dikembangkan melalui master plan pembangunan “Oase Santo Paulus” di lahan milik Paroki Kleco yang berada di Klodran. Oase Santo Paulus direncanakan sebagai sarana pembinaan rohani.

Selain itu juga disampaikan laporan profil pemetaan pendataan umat yang berada di daerah berbatasan dan beririsan dengan Paroki Santa Maria Kartosura. Laporan profil pemetaan,  “mapping ” domisili umat disampaikan Ketua Bidang Litbang FX Andy Sutrisno.

Wawan hati umat Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta dengan Uskup KAS Mgr. Robertus Rubiyatmoko

Tanggapan Uskup KAS
Mgr. Robertus Rubiyatmoko berkaitan dengan pelaksanaan Penerimaan Sakramen Penguatan memberikan tanggapan:
Mengapreasi kaum muda yang menerima Sakramen Penguatan. Harapannya kaum muda didampingi, dilibatkan dalam kegiatan gerejawi agar tumbuh dan berkembang kedewasaan imannya. Orang muda bisa juga dilibatkan sebagai katekis muda dan dilakukan pembinaan sesuai dengan FIBB (Formasio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan).

Mengapreasi guru katekis yang bekerja sama dengan paroki dalam mempersiapkan penerimaan Sakramen Penguatan.

Menanggapi rencana pengembangan ruang Berthier tempat parkir dan pembangunan Oase Santo Paulus, Mgr. Robertus Rubiyatmoko berharap dibuat narasi tentang keterkaitan filosofi bangunan gereja,  pengembangan dan pembangunan dari berbagai aspek, disusunnya master plan yang terpadu dan berkelanjutan serta dikoordinasikan dengan Tim Pembangunan Keuskupan Agung Semarang.

Sedangkan untuk pemetaan umat perlu dibicarakan secara baik-baik agar umat yang berada di daerah perbatasan maupun irisan dengan paroki lain dapat menerima pendampingan dan pelayanan paroki secara baik.

Paroki Kleco paroki muda
Sementara itu Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF Kepala Paroki Kleco Surakarta pada kata sambutan mengakhiri rangkaian kegiatan penerimaan Sakramen Penguatan di Paroki Kleco, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam persiapan maupun pelaksanaan penerimaan Sakramen Penguatan, termasuk para katekis.

Romo Anggras mewakili DPPH menyampaikan permintaan maaf apabila dalam pelaksanaan Penerimaan Sakramen Penguatan terdapat kekurangan dan kesalahan.

Selanjutnya Romo Anggras mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan mendampingi kaum muda untuk terlibat dalam kegiatan gereja mewujudkan Paroki Kleco sebagai paroki muda dalam mengemban perutusan mewartakaan Kerajaan Allah. (*)

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta

Comments (0)
Add Comment