Pasca Tragedi Putri Sakinah, Uskup Labuan Bajo ‘Basuh’ Luka Batin Keluarga Korban Asal Spanyol

Labuan Bajo, Katolikana.com — Suasana haru menyelimuti ruang kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Selasa (30/12/2025) siang.

Di tengah ketidakpastian nasib orang terkasih, Andrea Ortuno, warga negara Spanyol, tak kuasa membendung air matanya saat menggenggam erat tangan Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus.

Andrea adalah istri dari Fernando Martin Carreras, seorang pelatih sepak bola asal Spanyol yang menjadi salah satu korban hilang dalam tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, Jumat (26/12/2025) lalu.

Kehadiran Mgr. Maksimus Regus bersama rombongan bukan sekadar kunjungan formalitas. Sang Gembala hadir untuk “berjalan bersama” mereka yang terluka, membawa peneguhan di tengah badai duka yang menghantam justru di masa liburan Natal.

Kronologi dan Upaya Pencarian

Sebelum menjumpai keluarga korban, Mgr. Maksimus yang didampingi Rm. Frans Nala, Rm. Martin Wilian, Rm. Martin Tolen, dan Sr. Norbertin, CIJ, diterima langsung oleh Kepala KSOP III Labuan Bajo, Stephanus Risdianto.

Stephanus memaparkan kronologi musibah yang terjadi pada malam Boxing Day tersebut. KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam saat melintasi perairan Padar di tengah cuaca buruk.

Bersama Tim SAR Gabungan (Basarnas, TNI/Polri), pihak otoritas terus mengerahkan seluruh kekuatan untuk menyisir area kecelakaan guna menemukan para korban yang belum ditemukan, termasuk Fernando Martin Carreras.

Mendengar pemaparan tersebut, Uskup Maksimus menyampaikan keprihatinan mendalam dan mendukung penuh upaya maksimal tim di lapangan.

Pertemuan antara Uskup Mgr. Maksimus dan Andrea Ortuno, keluarga korban berlangsung sangat emosional.

Momen Pastoral: Air Mata dan Sakramen

Pertemuan antara Uskup dan keluarga korban berlangsung sangat emosional. Andrea Ortuno tampak rapuh menghadapi kenyataan pahit kehilangan suami dan anak-anaknya dalam insiden tersebut.

“Saya mohon doa, Bapa Uskup. Doakan agar kami kuat,” ujar Andrea di sela isak tangisnya.

Merespons permintaan tersebut, Mgr. Maksimus memberikan peneguhan kebapaan. Ia memimpin doa singkat, memohon kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan serta memohon mukjizat agar proses pencarian membuahkan hasil. Momen spiritual itu berlanjut lebih dalam ketika Mgr. Maksimus melayani Sakramen Pengakuan Dosa bagi Andrea.

Pelayanan sakramental ini memberikan kelegaan batin tersendiri bagi Andrea. Meski duka belum berlalu, kehadiran Gereja melalui uskup, imam, dan suster memberikan sandaran spiritual yang kokoh.

Bagi keluarga korban, kunjungan ini menegaskan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi tragedi ini di negeri orang.

Usai pelayanan sakramental, Andrea mengaku merasa lebih lega dan berterima kasih atas perhatian Gereja lokal yang hadir mendampinginya dalam masa sulit.

Pariwisata, Keselamatan, dan Suara Kenabian

Tragedi KM Putri Sakinah seolah menjadi “lonceng peringatan” yang membenarkan kekhawatiran Mgr. Maksimus Regus yang tertuang dalam Surat Gembala Natal 2025.

Dalam surat gembalanya, Uskup pertama Keuskupan Labuan Bajo ini secara profetik menekankan pentingnya pariwisata yang berkeadilan. Ia mengingatkan bahwa industri pariwisata tidak boleh hanya mengejar profit semata, tetapi harus menempatkan keselamatan nyawa manusia dan kelestarian alam sebagai prioritas tertinggi.

Kehadiran Mgr. Maksimus di tengah keluarga korban menegaskan bentuk solidaritas Gereja yang menembus sekat kebangsaan. Peristiwa ini juga menjadi wujud nyata dari visi Gereja yang berjalan bersama umat, tidak hanya dalam perayaan liturgis, tetapi juga di tengah krisis kemanusiaan.

Uskup hadir untuk memberikan penguatan mental dan spiritual bagi mereka yang sedang berduka, menunjukkan bahwa Gereja turut merasakan penderitaan yang dialami para korban.

Tenggelamnya kapal Putri Sakinah bukan sekadar statistik kecelakaan transportasi. Ia adalah pelajaran mahal tentang nilai kehidupan.

Harapan Andrea Ortuno agar keluarganya ditemukan adalah juga harapan Gereja agar Labuan Bajo berbenah, memastikan setiap perjalanan wisata adalah perjalanan yang aman dan memuliakan martabat manusia. (*)

Penulis adalah kontributor Katolikana.com di Labuan Bajo.

Andrea OrtunoKM Putri Sakinah
Comments (0)
Add Comment