Jakarta, Katolikana.com – Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) memperingati 68 tahun berdirinya sebagai organisasi Cendekiawan Katolik.
Momen ini dirasakan oleh segenap anggotanya di seluruh tanah air Indonesia. Dalam kiprahnya, ISKA, meskipun masih kecil peran dan kontribusinya dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, tetap memiliki tekad dan semangat yang terus menyala.
Kehadiran ISKA dalam berkegiatan, menyuarakan sikap, memberikan kritik-saran dan memberikan sumbangsih pemikiran melalui berbagai kesempatan dan dilakukan oleh Presidium Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah maupun Pengurus Cabang ISKA merupakan bukti yang menegaskan kehadirannya di tengah kemajemukan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Sikap kritis dan terkadang melawan arus bukan merupakan penyangkalan diri sebagai bagian dari bangsa yang majemuk ini akan tetapi merupakan bentuk kecintaan akan tanah air dan masyarakat Indonesia.
ISKA juga sepakat bahwa menjadi intelektual Katolik adalah sebuah perjalanan peziarahan akal budi menuju kebenaran sejati dan digerakkan oleh kasih yang teguh di atas altar kemanusiaan. Dengan demikian kita terus memiliki semangat untuk mwngasah nalar kritis, merawat nurani dan mempersembahkan pemikiran-pemikiran demi kemuliaan Allah dan keluhuran bangsa.
Dalam berbagai kreasi dan kesanggupan serta kemampuan yang ada kiraya ISKA terus menjadi terang dan garam dunia bagi bangsa, memperjuangkan keadilan sosial, memperkuat persaudaraan serta menghadirkan kesejahteraan bersama bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Dies Natalis 68 ISKA kali ini menggariskan tema: “68 Tahun ISKA Berkarya dan Berjuang Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan Bersama”, sebuah tema yang berat tetapi sudah menjadi bagian dari capaian tujuan organisasi ini didirikan. Tema ini sekaligus mengantar ISKA menuju kegiatan Musyawaran Nasional beberapa bulan mendatang.
Kegiatan Peringatan Dies Natalis 68 ISKA kali ini dipusatkan di Kota Yogyakarta sebagai bentuk dan upaya bagaimana menciptakan keadilan mengupayakan partisipasi dan pemerataan daerah-daerah menjadi pusat kegiatan monumental dan tidak menjadikan Jakarta di mana Pengurus Pusat ISKA berkedudukan terus menerus menjadi pusat perhatian dan kegiatan.
Dalam periode ini PP ISKA berusaha membangun dan membagi kesempatan momen kegiatan diselenggarakan di berbagai daerah seperti Bali, Sumatra, Kalimantan, Ambon, Jawa Tengah, Yogyakarta dan daerah daerah lainnya.
Sekretaris Jenderal PP ISKA Dr. Drs. Ch Arie Sulistiono, MM dalam siaran pers menyampaikan karena berbagai kondisi masyarakat Indonesia sedang mengalami keprihatinan, maka Acara Dies Natalis 68 ISKA kali ini dilakukan sesederhana mungkin.
“Segenap Pengurus Daerah dan Cabang-cabang ISKA di seluruh Indonesia jika memungkinan dipersilahkan menyelenggarakan kegiatan peringatan ini sesederhana mungkin juga,” ujar Arie Sulistiono.
Peringatan Dies Natalis 68 ISKA secara nasional diselenggarakan pada 23-24 Mei 2026 dengan kegiatan: Ziarah dan Devosi Ke Gua Maria Sendangsono, Kunjungan dan Ziarah Ke Musium Misi, Misa Dies Natalis di Gereja Katolik HKTY – Pugeran Yogyakarta, Acara Protokoler, Sarasehan dan peluncuran tiga buku karangan para cendekiawan Katolik dan pembagian souvenir buku.
Acara diakhiri dengan ziarah dan misa di Gereja Candi HKTY Ganjuran. Sebagian acara tersebut di siarkan langsung secara live streaming melalui ISKA Chanel Youtube.
Dalam kesempatan yang membahagiakan dan penuh syukur, Ketua Presidium PP ISKA Ir. Luky A. Yusgiantoro, BSc, MSc, Mspec, PhD, IPU dalam perjalanan bersama rombongan dari Jakarta menuju Yogyakarta berpesan agar dies kali ini menjadi tambahan kesan yang berarti bagi segenap anggota ISKA dalam memperingati 68 Tahun ISKA hadir di tengah suka dan duka masyarakat.
“Mari terus membangun semangat untuk terus mencintai Indonesia dengan berbagai cara dan keahlian kita masing-masing. Buatlah Ibu Pertiwi tersenyum dengan karya dan pengabdian kita masing-masing meskipun saat ini suasana penuh tantangan dan perjuangan menghadapi kondisi geopolitik global yang kurang menguntungkan. Berdoa dan Berkarya menjadi hal yang nampaknya sesuai semangat kita sebagai para insan cendekiawan Katolik,” ujar Luky A. Yusgiantoro.
Setelah purna bakti guru di SD Xaverius 2 Palembang saat ini sebagai pendidik di SMA Xaverius 2 Palembang dan SMP Kusuma Bangsa, Dosen Universitas Katolik Musi Charitas. Sekretaris DPP Santo Yoseph Palembang, jurnalis / kontributor di media lokal dan nasional dan aktif di beberapa organisasi.