Dies Natalis 68 ISKA : Berkarya dan Berjuang Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan Bersama

0 9
Dies Natalis 68 Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (22-24 Mei 2026) di pusatkan di Yogyakarta

JAKARTA, Katolikana.com  –  Ikatan Sarjana Katolik Indonesia ( ISKA )  memperingati  68 ( Enampuluh  Delapan ) Tahun berdirinya sebagai organisasi  Cendekiawan Katolik . Moment ini begitu dirasakan oleh segenap anggotanya di seluruh tanah air Indonesia. Dalam kiprahnya ISKA , meskipun masih kecil peran dan kontribusinya dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, tetap memiliki tekad dan semangat yang terus menyala.

Kehadiran  ISKA dalam berkegiatan, menyuarakan sikap, memberikan kritik – saran  dan  memberikan sumbangsih pemikiran melalui  berbagai kesempatan dan dilakukan oleh Presidium Pengurus Pusat dan Pemgurus Daerah maupun Pengurus Cabang ISKA merupakan bukti  yang menegaskan kehadirannya di tengah kemajemukan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Sikap kritis dan terkadang melawan arus bukan merupakan penyangkalan diri sebagai bagian  dari bangsa yang majemuk ini akan tetapi merupakan bentuk kecintaan akan tanah air dan masyarakat Indonesia.

ISKA juga sepakat bahwa menjadi intelektual Katolik adalah sebuah perjalanan peziarahan akal budi menuju kebenaran sejati dan digerakkan oleh kasih yang teguh di atas altar kemanusiaan. Dengan demikian kita terus memiliki semangat  untuk mwngasah nalar kritis,  merawat nurani dan mempersembahkan pemikiran – pemikiran demi kemuliaan Allah dan keluhuran bangsa.

Dalam berbagai kreasi dan kesanggupan serta kemampuan yang ada kiraya ISKA terus menjadi terang dan garam dunia bagi bangsa, memperjuangkan keadilan sosial, memperkuat persaudaraan serta menghadirkan kesejahteraan bersama bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Dies Natalis 68 ISKA kali ini menggariskan tema :  68 Tahun ISKA Berkarya dan Berjuang Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan Bersama, sebuah tema yang berat tetapi sudah menjadi bagian dari capaian tujuan organisasi ini didirikan. Thema ini sekaligus mengantar ISKA  menuju kegiatan  Musyawaran Nasional di beberapa bulan mendatang.

Kegiatan Peringatan Dies Natalis 68 ISKA kali ini di pusatkan di Kota Yogyakarta sebagai bentuk dan upaya bagaimana menciptakan keadilan mengupayakan partisipasi dan pemerataan daerah-daerah menjadi pusat kegiatan monumental dan tidak menjadikan Jakarta dimana Pengurus Pusat ISKA berkedudukan  terus menerus  menjadi pusat perhatian dan kegiatan. Dalam periode ini PP ISKA berusaha membangun dan membagi kesempatan moment kegiatan di selenggarakan di berbagai daerah seperti Bali, Sumatra, Kalimantan, Ambon, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Daerah daerah lainnya.

Dr. Drs. Ch Arie Sulistiono, MM  Selaku Sekretaris Jenderal PP ISKA dalam siaran pers-nya menyampaikan : “ Karena berbagai kondisi masyarakat Indonesia sedang mengalami keprihatinan, maka  Acara Dies Natalis  68 ISKA kali ini  benar-benar dilakukan dengan sesederhana mungkin.”  “ Segenap Pengurus Daerah dan Cabang-cabang ISKA di seluruh Indonesia  jika memungkinan dipersilahkan menyelenggarakan kegiatan peringatan ini sesederhana mungkin juga”. 

Peringatan Dies Natalis 68 ISKA secara nasional  diselenggarakan pada tanggal 23-24 Mei 2026 dengan mengambil moment kegiatan :  Ziarah dan Devosi Ke Gua Maria Sendangsono ,  Kunjungan dan Ziarah Ke Musium Misi,  Misa  Dies Natalis di Gereja Katolik HKTY – Pugeran Yogyakarta ,  Acara Protokoler, Sarasehan dan Peluncuran 3 Buku Karangan Para Cendekiawan Katolik dan pembagian souvenir buku  dan  diakhiri dengan Ziarah dan Misa di Gereja Candi HKTY Ganjuran.  Sebagian acara tersebut di siarkan langsung secara live streaming melalui ISKA Chanel – Youtube.

Dalam  kesempatan yang membahagiakan dan penuh syukur  Ketua Presidium PP ISKA , Ir. Luky A. Yusgiantoro, BSc, MSc, Mspec, PhD, IPU yang tengah melakukan perjalanan bersama rombongan dari  Jakarta menuju Yogyakarta menyampaikan pesan :  Agar Dies kali ini menjadi tambahan kesan yang berarti bagi segenap anggota ISKA dalam memperingati 68 Tahun ISKA hadir di tengah suka dan duka masyarakat.  Dan terus membangun semangat untuk terus mencintai Indonesia dengan berbagai cara dan keahlian kita masing-masing. Buatlah Ibu Pertiwi tersenyum dengan karya dan pengabdian kita masing-masing meskipun saat ini suasana penuh tantangan dan perjuangan menghadapi kondisi geopolitik global yang kurang menguntungkan.  Berdoa dan Berkarya menjadi hal yang nampaknya sesuai semangat kita sebagai para insan cendekiawan Katolik.

Leave A Reply

Your email address will not be published.