Browsing Category
Opini
Menghidupkan Jiwa dalam Tata Kelola Pendidikan Katolik
Refleksi Pasca-KOSDIK II bagi Pendidikan Katolik
Menenun Sekolah Urban yang Humanis
Katolikana.com - Di tengah riuh rendah kota megapolitan Jakarta banyak berdiri lembaga pendidikan formal yang menjadi ruang perjumpaan ilmu pengetahuan dan budaya. Sekolah X – sebutan sekolah urban – merupakan potret representatif!-->…
Magnifica Humanitas: Merawat Martabat Manusia di Era Algoritma
Oleh Nicolindo Putra Gowin, SX, Mahasiswa Teologi di Studio Teologico Interdiocesano (STI) Reggio Emilia – Italia
Katolikana.com - Surat ensiklik Magnifica Humanitas (Kemanusiaan yang Luar Biasa) dari Paus Leo XIV pada 25!-->!-->!-->!-->!-->!-->!-->…
Ekoteologi dalam Film Pesta Babi: Mengapa Manusia Memperlakukan Bumi secara Destruktif?
Film Pesta Babi adalah salah satu karya sinema Indonesia yang menarik untuk dibaca dan dibaca, bukan hanya sebagai kritik sosial-politik, melainkan juga sebagai refleksi ekoteologis.
Menenun Masa Depan Pendidikan Katolik di Keuskupan Ketapang
Katolikana.com – Kegiatan seminar dan rekoleksi yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Katolik (MPK) Keuskupan Ketapang pada tanggal 29-31 Mei 2026 lalu di Catholic Center Ketapang bukan sekadar agenda tahunan biasa.
Pertemuan!-->!-->!-->…
Pembubaran GMS dan Diamnya Menteri Agama
Ketika hak beribadah digilas izin, negara malah memilih bungkam demi popularitas pemilu.
Ketika Pancasila Kalah oleh Kalkulasi Suara
Lagi dan lagi, ritual beribadah di negeri ini harus terhenti secara paksa atas nama "izin".!-->!-->!-->!-->!-->…
Ensiklik Magnifica Humanitas: Cara Paus Lawan Kebangkitan ‘Menara Babel’
Paus Leo XIV dalam ensiklik pertamanya membahas dua isu utama zaman ini : peluang dan risiko kecerdasan buatan serta perdamaian bagi semua orang.
AI, Komunikasi, dan Kemanusiaan
Katolikana.com- Senin (25 Mei 2026), Paus Leo XIV mengeluarkan ensiklik pertama dalam masa kepausannya, Magnifica Humanitas (Kemanusiaan yang Agung). Ensiklik yang ditandatangani di Vatikan pada 15 Mei 2026 ini dikabarkan memberi perhatian!-->…
Ketika Jari Lebih Cepat daripada Empati
Dahulu, orang tua kita sering mengingatkan, “Mulutmu, harimaumu.” Pesannya sederhana, tetapi dalam: berhati-hatilah dengan ucapan, sebab kata-kata yang sudah keluar tidak mudah ditarik kembali.