10 Sosok Perempuan Paling  Menginspirasi Sepanjang  Sejarah Katolik

Adakah sosok-sosok perempuan ini menjadi inspirasi untukmu?

0 3,648

Katolikana.com – Kehadiran santa-santa dalam sejarah Katolik bukan saja merupakan cerita yang berguna untuk menambah pengetahuan kita mengenai orang suci, namun juga menginspirasi kita sebagai manusia biasa untuk menjalani hidup yang lebih menggereja. Merayakan Hari Perempuan Internasional Sedunia, kami menampilkan 10 sosok perempuan Katolik paling menginspirasi. Banyak dari para perempuan ini merupakan perempuan biasa yang sederhana namun mengalami hidup yang luar biasa setelah perjumpaan dengan Kristus. Adakah nama santa pelindung kamu pada daftar sosok para perempuan Katolik yang mengagumkan ini?

1. Bunda Maria

 


Lukisan Santa Maria di Biara Santa Catherine, Gunung Sinai, Mesir, abad keenam belas. (foto:newworldencyclopedia.org)

 

Tidak ada yang dapat menggambarkan betapa banyak kasih yang ditunjukkan oleh Bunda Maria kepada Yesus Sang Putra maupun kepada umat manusia. Sebagai salah satu tokoh terpenting dalam iman Katolik, Bunda Maria telah memperlihatkan ketaatan dan iman sejati dengan melahirkan dan membesarkan Yesus dan setia kepada-Nya sampai wafat-Nya di kayu salib. Sampai saat ini, Bunda Maria masih sering memberikan penampakan dirinya dengan membawa pesan-pesan pertobatan dan perdamaian bagi umat manusia.

2. Santa Teresa dari Kalkuta

Adakah umat Katolik saat ini yang tidak mengenal nama Bunda Teresa dari Kalkuta? Pengabdiannya yang fenomenal terhadap kaum termiskin di Kalkuta telah menyentuh hati bukan hanya di kalangan umat Katolik , namun juga hati banyak orang,. Tidak heran kalau Bunda Teresa diangkat sebagai pahlawan kemanusiaan dan meraih Nobel Prize perdamaian di tahun 1979.

Mulai merasakan panggilan hidupnya di usia 12 tahun, Santa Teresa yang sebenarnya bernama Agnes Bojaxhiu memutuskan menjadi suster di usia 18 tahun dan pergi ke Irlandia untuk bergabung dengan Kesusteran Loreto di Dublin. Di sini, barulah dia mengubah namanya menjadi Maria Theresa karena terinspirasi oleh Santa Theresia dari Liseux.

3. Santa Faustina

Santa Faustina/Foto: thedivinemercy.org

Penulis catatan harian yang sangat rinci mengenai penglihatan dan pernyataan yang diterimanya dari Tuhan Yesus mengenai pesan dan tampilan Kerahiman Ilahi ini membawa banyak umat Katolik menjadi pengikut setia doa Koronka dan Kerahiman Ilahi. Walaupun awalnya Santa Faustina ditanggapi secara skeptis ketika beliau menyampaikan pesan Kerahiman Ilahi, kesetiaannya untuk melewati permasalahan-permasalahan akibat mewartakan penglihatannya merupakan contoh iman sejati kepada  Tuhan Yesus.

4. Santa Bernadeta

Santa Bernadeta Soubirous atau yang lebih dikenal sebagai Santa Bernadeta dari Lourdes masih berusia 14 tahun ketika pertama kali melihat penampakan Bunda Maria di tahun 1858. Walaupun awalnya dicemooh oleh penduduk kampong, pemuka gereja dan bahkan keluarganya sendiri, Santa Bernadeta tetap bersikukuh dengan kesaksiannya. Santa Bernadeta merupakan gadis kecil sederhana yang tidak berpendidikan dan sangat miskin, sehingga pada saat pertama kali menyatakan penampakan Bunda Maria, tidak ada yang memercayainya. Namun kini Lourdes menjadi salah satu tempat penziarahan Katolik yang paling populer.

5. Santa Theresia dari Lisieux

Santa yang juga sering disebut “Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus” ini memberikan contoh bagaimana mengalami perjalanan spiritualitas dengan cara yang sangat sederhana, sama seperti anak-anak. Sedari kecil, Santa Theresia sudah memiliki semangat yang membara untuk mengabdi kepada Tuhan, namun baru terealisasi di umur 15 tahun ketika beliau memasuki biara Karmel di Lisieux, menyusul kedua kakaknya Pauline dan Marie. Imannya dipelihara dengan sungguh-sungguh bahkan sampai pada saat terakhir hidupnya. Kata-kata terakhirnya sebelum meninggal adalah “Tuhanku… aku mengasihiMu.”

6. Santa Gianna Molla

Santa yang bernama lengkap Gianna Beretta Molla merupakan wanita bekerja yang berprofesi sebagai dokter anak. Gianna sangat percaya akan kesakralan keluarga dan dalam perkawinannya dengan seorang insinyur teknik Pietro Molla membuahkan 3 orang anak. Pada kehamilannya yang keempat, Giana memiliki tumor di rahimnya namun dia melarang dokter untuk mengangkatnya untuk melindungi bayi yang dikandungnya. Bayi tersebut kemudian lahir dengan selamat tetapi komplikasi pasca operasi mengakibatkan infeksi yang berakibat kematian bagi Gianna Molla. Giana Emmanuela, sang anak keempat, di kemudian hari menjadi dokter meneruskan cita-cita ibunya.

7. Santa Monika

Santa Monica bersama Santo Agusgustine/Foto: mycatholic

Santa Monika dikenal sebagai ibu Santo Agustin. Dia merupakan santa pelindung bagi wanita dan ibu. Sepanjang hidupnya, beliau menunjukkan iman yang kuat dengan terus-menerus mendoakan anaknya yang sempat terjerumus kepada aliran bidah. Santa Monica berdoa dan berpuasa tanpa henti selama bertahun-tahun sampai akhirnya membawa Santo Agustinus menemui Santo Ambrosia, yang akhirnya berhasil mengembalikan Agustinus kepada iman Katolik sejati. Lega melihat anaknya akhirnya kembali ke jalan yang benar, Santa Monica mengatakan bahwa dia sekarang bisa meninggal dengan tenang karena tugasnya sebagai ibu sudah selesai. Tidak lama setelah itu, beliau benar-benar meninggal dunia.

8. Santa Helena

Santa Helena merupakan ibu dari Kaisar Konstantinus Agung, yang menjadikan agama Kristen sebagai agama resmi di kerajaan Romawi. Banyak sejarawan yang mengatakan bahwa Kaisar Konstantinus Agung mendapatkan pengaruh kuat dari ibunya sehingga menetapkan Kristianitas sebagai agama resmi, walaupun sebagian sejarawan menyatakan hal yang sebaliknya. Santa Helena berjasa menemukan Salib Suci di mana Yesus disalibkan dan juga membangun banyak gereja sepanjang perjalanannya ke Tanah Suci. Salah satu gereja yang dibangunnya adalah Gereja Nativity di Bethlehem yang menjadi pusat ziarah bagi tak kurang 10.000 pengunjung per harinya.

9. Santa Clara dari Asisi

Lukisan asli Santa Clara dari Asisi/Fransiscanmedia.org

Kisah Santa Clara merupakan kisah inspiratif seseorang yang meninggalkan kemewahan duniawi demi mengikuti jalan Kristus. Awalnya merupakan pengikut setia Santo Fransiskus dari Asisi, Clara sebenarnya merupakan anak perempuan dari bangsawan Itali yang kaya. Semua harta tersebut ditinggalkan karena terinspirasi oleh Santo Fransiskus Asisi. Clara memotong pendek rambutnya dan mengenakan baju yang sangat sederhana dan kemudian mendirikan ordo Wanita Fakir. Ordo ini mempraktekkan prinsip kemiskinan yang sangat ketat dan ekstrim dibandingkan dengan ordo wanita lain pada saat itu. Setiap anggota ordo dilarang memiliki barang pribadi dan para biarawati hanya hidup berdasarkan belas kasihan dari sedekah orang-orang.

10. Santa Jeanne d’ Arc

Mungkin Santa ini bisa disebut seorang feminis pada jamannya. Kisah heroiknya tidak lazim pada jamannya karena wanita dulu dilarang untuk maju ke medan perang. Setelah menerima penglihatan Malaikat Mikael, Santa Margareta, dan Santa Katarina dari Alexandria, Jeanne d’ Arc menyatakan diri untuk mendukung Raja Charles VII dalam merebut kembali Perancis dari Inggris. Sayangnya beliau harus meninggal karena eksekusi pengadilan dengan tuduhan melakukan praktek sihir dan tahayul.

Sumber: dari berbagai sumber

Kontributor Katolikana.com di Jakarta. Penulis freelance dan ibu rumah tangga.

Leave A Reply

Your email address will not be published.