Santa Perawan Maria menyatakan dirinya sebagai hamba Tuhan dan siap melakukan kehendak Allah, di sini kita melihat spiritualitas yang serupa dalam diri Yesus dan ibunda-Nya.
Matius 5:13-16, Ia menyebut para pengikut-Nya sebagai garam dan terang dunia, dua perumpamaan sederhana ini menyimpan panggilan luhur yang tak pernah usang.