Katolikana.com – Kebenaran bersinar dengan sangat jelas: Allah tidak pernah mengabaikan satu perbuatan baik yang dilakukan bagi-Nya. Hal ini dapat ditemukan dalam Kitab Suci
Membalas kebaikan dengan murah hati
Bacaan dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru menyatu dalam satu pesan yang meyakinkan ini—bahwa kebaikan Tuhan membalas kebaikan manusia dengan murah hati.
Kita menemukan bahwa bahkan perbuatan baik terkecil pun dihargai dan diberi imbalan melebihi impian kita.
Bacaan hari ini mengajak kita untuk mempertimbangkan betapa kebaikan Allah melimpah atas mereka yang membuka hatinya bagi sesamanya.
Bacaan pertama menceritakan kisah luar biasa tentang perempuan di Sunem, seorang wanita kaya dan bijak yang mengenali Elisa sebagai utusan Allah. Tanpa meminta imbalan apa pun, ia mengajak suaminya untuk menyiapkan ruang kecil untuk nabi itu, sehingga setiap kali ia lewat, ia dapat beristirahat di sana.
Keramahtamahannya tidak direncanakan; itu muncul dari rasa hormat yang tulus kepada hamba Allah.
Ia tidak mencari imbalan, namun kepeduliannya yang sederhana dan praktis terhadap nabi itu menjadi jalan bagi campur tangan ilahi.
Amalnya menyentuh hati Elisa, yang ingin membalas kebaikan itu. Elisa mengatakan kepadanya bahwa sekitar waktu yang sama tahun depan, ia akan menggendong seorang anak, meskipun ia tidak memiliki anak laki-laki dan suaminya sudah tua. Ia terkejut dengan janji ini, karena ia telah menerima kemandulannya.
Melampaui keterbatasan manusia
Namun, belas kasih Allah melampaui keterbatasan manusia; Ia mengubah kesedihan tersembunyinya menjadi kebahagiaan yang tak terbatas. Imbalannya adalah anugerah cuma-cuma, jauh melampaui apa pun yang dapat ia bayangkan, bukan kompensasi atas jasa yang diberikan.
Itu menjadi bukti bahwa ketika kita memberi kepada utusan Allah, kita menerima balasan dari Allah sendiri.
Yesus menegaskan ajaran ini dengan menghubungkan imbalan dengan penyambutan atas utusan-utusan-Nya. Ia menyatakan bahwa siapa pun yang menyambut seorang nabi karena ia adalah seorang nabi akan menerima imbalan seorang nabi; siapa pun yang menyambut orang benar karena ia benar akan menerima imbalan orang benar.
Bahkan secangkir air dingin yang diberikan kepada salah satu anak kecil-Nya, hanya karena mereka milik Kristus, tidak akan sia-sia.
Inilah pentingnya menghargai perilaku biasa. Ini mengajar kita bahwa menunjukkan belas kasihan kepada orang lain selalu bermakna, karena setiap orang yang kita layani adalah jalan bagi hadirat Allah.
Lebih lanjut, Yesus menempatkan ajaran ini dalam konteks kemuridan, di mana mungkin perlu untuk melepaskan kenyamanan pribadi dan hubungan keluarga untuk mengikuti Dia.
Namun, Dia meyakinkan kita bahwa tidak ada kehilangan yang permanen dan bahwa Allah menyediakan kompensasi yang memadai. Fakta ini paling baik ditunjukkan oleh perempuan dari Sunem, yang anaknya menjadi contoh nyata kesetiaan Allah. Dia memberi tanpa mempertimbangkan biayanya, dan imbalannya bersifat individual dan komunal.
Dengan cara yang sama, tindakan kecil kebaikan dan pelayanan kita berfungsi sebagai saluran bagi kebaikan Allah untuk kembali kepada kita, seringkali dengan cara yang tidak terduga.
Senang dengan kebaikan anak-anak-Nya
Allah memilih untuk menghargai kasih kita dengan kasih-Nya sendiri, meskipun Dia tidak berhutang apa pun kepada kita. Ini adalah dinamika relasi, bukan kesepakatan transaksional—seorang Bapa yang penuh kasih yang senang dengan kebaikan anak-anak-Nya dan merespons dengan lebih banyak belas kasihan.
Perbuatan baik kita adalah kesempatan bagi Allah untuk menunjukkan sifat-Nya yang murah hati. Kita berpartisipasi dalam kehidupan Allah sendiri, yang penuh kebaikan, ketika kita memberi makan orang yang lapar, mencari orang yang kesepian, atau sekadar mendengarkan teman yang sedang mengalami kesulitan.
Akan menghasilkan pahala
Marilah belajar dari perempuan Sunem dan dari janji Yesus yang nyata. Pertemuan kita sehari-hari penuh dengan makna ilahi. Setiap keramahan yang diberikan, setiap doa yang dipanjatkan, dan setiap pengorbanan kecil yang dilakukan karena kasih diterima oleh Bapa dan pada akhirnya akan menghasilkan pahala.
Minggu, 28 Juni 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.