Katolikana.com – Kisah dalam Injil hari ini amat relevan untuk kita. Bukankah percakapan antara para murid lain dan Tomas adalah percakapan kita juga?
Para murid lain itu mewakili orang-orang Kristen yang sungguh percaya akan Yesus Kristus yang telah bangkit dari mati.
Ada yang percaya ada yang tidak percaya
Sedang Tomas mewakili mereka yang belum atau tidak mau percaya. Mereka itu sering amat kritis dan sikapnya kerap membuat telinga kita yang percaya memerah.
Sebagian dari mereka anak-anak muda yang masih di bangku kuliah atau yang baru meniti karir awalnya. Mereka itu suka mempertanyakan iman kita. Ada pula yang dibaptis waktu kecil dan sejak kecil rajin menghadiri misa.
Pada usia tertentu mereka berhenti ke gereja dan mogok berdoa. Bahkan seperti anti terhadap iman atau agama. Bagaimana sebaiknya kita menyikapinya?
Para murid lain memberikan contoh kepada kita. Mereka tidak mendebat sikap Tomas yang secara lantang meragukan kesaksian iman mereka.
Yohanes tidak menulis tentang tanggapan para murid lain.
Namun Tuhan Yesus tidak tinggal diam. Dia mendatangi Tomas dan mengajaknya berbicara.
Pertama-tama Dia membawa damai sejahtera. Artinya, dengan tenang dan lembut mendatangi Tomas.
Kemudian mengajaknya berbicara dan menunjukkan Diri, terutama luka-luka penderitaan-Nya. Dia bersabda kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku, dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah” (Yohanes 20:27).
Berbalik menjadi beriman
Tiba-tiba “mukjizat” terjadi. Tomas yang sebelumnya amat kritis itu berbalik menjadi orang beriman. Bahkan dia memberikan kesaksian iman yang luar biasa mendalam dengan menyebut Yesus “Tuhanku dan Allahku” (Yohanes 20:28).
Kisah Injil hari ini memberikan pelajaran penting kepada kita tentang cara menghadapi mereka yang kritis terhadap iman kita dan tidak mau percaya.
Kadang kita kehabisan kata atau argumen untuk meyakinkan mereka.
Namun kita tidak boleh tinggal diam. Kita perlu terus mendoakan mereka dan memohon agar Tuhan Yesus sendiri membuka hati dan pikiran mereka.
Tuhan yang mengubah
Tidak seorang pun dari kita dapat mengubah pikiran atau sikap dari mereka yang belum atau tidak mau percaya.
Hanya Tuhan yang dapat melakukannya. Karena itu, marilah kita berdoa bagi mereka.
Bukankah dari Tomas yang sebelumnya tidak percaya lahir seorang misionaris dan pewarta Injil hingga ke India yang rela mati sebagai martir?
Semoga Tuhan mengubah keraguan mereka yang tidak mau percaya menjadi kesaksian iman seperti yang terjadi pada Rasul Tomas.
Jumat, 3 Juli 2026
Pesta Rasul Santo Tomas
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.