Pengusiran Setan Sarana Pewartaan Kabar Gembira

Amos 5:14-15.21-24; Matius 8:28-34

0 16

Katolikana,com – Apakah yang membedakan orang yang sungguh percaya kepada Tuhan dengan orang yang tidak?

Mencari yang baik bukan yang jahat
Sabda Tuhan pada hari ini memberikan jawaban yang jelas. Dalam bacaan pertama, nabi Amos menyerukan agar umat mencari yang baik dan bukan yang jahat, supaya mereka tetap hidup. Ia juga mengajak umat untuk membenci kejahatan, menegakkan keadilan, dan menghidupi iman bukan hanya di rumah ibadah, melainkan juga dalam keterlibatan aktif di tengah masyarakat.

Yesus Kristus datang untuk menggenapi seluruh Kitab Taurat dan kitab para nabi, termasuk seruan Amos itu.

Mengajar kebaikan mengusir roh jahat
Dalam Injil, kita melihat Yesus bertemu dengan dua orang yang kerasukan setan. Ia tidak sekadar mengajarkan kebaikan, tetapi mengambil tindakan nyata dengan mengusir roh-roh jahat dari diri mereka.

Dialog antara Yesus dan setan-setan itu menunjukkan kuasa-Nya yang mutlak atas segala kuasa kegelapan.

Tindakan Yesus ini mengandung pesan penting yang pertama: ajaran-Nya selalu diwujudkan dalam perbuatan nyata. Ia datang untuk menghadirkan Kerajaan Surga, dan kuasa-Nya mengusir setan menjadi bukti nyata bahwa Ia melakukan yang baik dan menegakkan kebenaran.

Iman tanpa tindakan tidaklah cukup; setiap orang percaya dipanggil untuk mewujudnyatakan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, Tuhan menunjukkan bahwa Ia berkuasa penuh atas roh jahat. Ia tidak sekadar menghindari kejahatan, tetapi secara aktif melawannya dan membebaskan manusia dari belenggu dosa.

Kuasa ini memberi pengharapan bahwa tidak ada kekuatan jahat yang mampu mengalahkan otoritas Kristus atas hidup kita.

Ketiga, peristiwa pengusiran setan itu menjadi sarana pewartaan Kabar Gembira.

Tanpa berkhotbah mewartakan kebaikan
Para penjaga babi berlari ke kota dan menceritakan segala sesuatu yang terjadi, termasuk kesembuhan kedua orang kerasukan itu. Tanpa berkhotbah secara langsung, Yesus justru mewartakan Kerajaan Surga melalui tindakan nyata yang kemudian disaksikan dan disebarkan oleh orang lain.

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita meneladani Yesus dan menghidupi seruan nabi Amos. Kita semua wajib mencari yang baik dan menjauhi kejahatan. Lebih dari itu, kita perlu mengusir setan dan segala pengaruhnya dari tengah kehidupan kita.

Bentuk-bentuk kejahatan seperti kebencian, balas dendam, ketidakadilan, sikap menghakimi, pencurian, korupsi, dan perusakan lingkungan adalah tanda nyata bahwa hidup kita masih dikuasai roh jahat.

Mengampuni dan melepaskan dosa
Namun, sebelum mampu membebaskan orang lain dari kuasa jahat, kita sendiri mesti lebih dahulu dibebaskan. Mengakui dengan jujur bahwa kita sering dikuasai oleh kejahatan dan memohon ampun kepada Tuhan adalah langkah awal yang sangat penting.

Pengakuan ini dapat kita lakukan secara istimewa dalam sakramen tobat, karena melalui sakramen itu Tuhan sungguh mengampuni dan melepaskan kita dari kuasa dosa.

Sakramen tobat menjadi sangat penting bagi setiap orang percaya. Kita tidak mungkin membersihkan lingkungan hidup kita jika sapu yang kita gunakan masih dalam keadaan kotor.

Karena itu, marilah kita memulai pembaruan dari diri sendiri, agar dengan hati yang bersih, kita mampu menjadi alat Tuhan untuk menegakkan keadilan dan menyebarkan kebaikan di dunia ini.

Rabu, 1 Juli 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.