Perayaan Ekaristi Jumat Pertama di RS Brayat Minulya Surakarta

Merenungkan Lompatan Iman Santo Thomas dan Mengenang Romo Andreas Setyo Budi Sambodo, Pr.

0 52

Surakarta, Katolikana.com – Setiap bulan RS Brayat Minulya Surakarta mengadakan Perayaan Ekaristi Jumat Pertama. Perayaan Ekaristi diikuti managemen RS, para suster, dokter, perawat, dan pegawai rumah sakit.

Jumat (3/7/2026), pukul 11.00 WIB di Ruang Aula RS Brayat Minulya diadakan Perayaan Ekaristi “Jumper” yang dipimpin Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF Kepala Paroki Santo Paulus Kleco Surakara.

Perayaan Ekaristi Jumat Pertama merupakan devosi kepada Hati Kudus Yesus, bertujuan memperbaharui iman dan memohon berkat bagi pasien, pegawai, karyawan, perawat, dokter, dan managemen rumah sakit.

Setiap bulan RS Brayat Minulya Surakarta mengadakan Perayaan Ekaristi Jumat Pertama.

Selain itu merupakan perayaan iman lambang syukur atas kasih dan penebusan Kristus seraya memohon rahmat Tuhan untuk menguatkan pasien dalam penderitaan dan mendoakan para tenaga medis dan non medis yang berkarya di RS Brayat Minulya Surakarta.

In memoriam Romo Andreas Setyo Budi Sambodo, Pr. (Keempat dari kiri) (Foto tangkapan layar Komsos Purbawardayan)

Mengenang Romo Andreas Setyo Budi Sambodo, Pr.
Mengawali homili Romo Anggras, mengenang Romo Busyet. Saat saya mempersiapkan homili Misa untuk RS Brayat Minulya saya dapat kabar. Saya tidak percaya jika Romo Andreas Budi Sambodo, Pr atau yang dikenal luas Romo Busyet, menghadap Tuhan. Saya mengalami seperti “Thomas”. Kog bisa? Padahal 27 Juni 2026 yang lalu baru saja merayakan Ulang Tahun Imamat ke-19 bersama 7 romo lain seangkatan tahbisan di Gereja Purbowardayan.

Lalu saya mencari informasi, dan mendapatkan informasi benar, Romo Busyet meninggal.

Saya dekat dengan dia karena dia punya Pakde Romo Fransiskus Asisi Tedjasuksmana, MSF. Ketika saya di Salatiga pernah hidup bersama dengan Romo Tedja, yang saya anggap sebagai eyang saya, Romo Busyet sering mengunjungi Romo Tedja dan kami bertemu dan ada ikatan relasi yang mendalam.

Romo Busyet sering mewakili keluarga mengikuti kegiatan-kagiatan MSF. Ketika Romo Tedja meninggal, Romo Busyet mewakili keluarga memberi kata sambutan.
Dalam Ekaristi ini kita juga ikut mendoakan Romo Busyet yang menghadap Tuhan.

Merenungkan sabda
Romo Fransiscus Anggras Prijatno, MSF dalam homili mengajak umat untuk merenungkan perikop Injil tentang Kisah Rasul Thomas yang semula tidak percaya akan kebangkitan Tuhan, menjadi percaya ketika Yesus menampakkan diri dan meminta Thomas :” Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”

“Santo Thomas melakukan “lompatan iman” ketika ia awalnya menolak percaya akan kebangkitan Yesus tanpa bukti fisik, namun berubah menjadi pengakuan iman terdalam dengan mengatakan ‘Tuhanku dan Allahku!’, kata Romo Anggras MSF.

Rahmat dalam iman

Merupakan kecenderungan manusia percaya kalau ada bukti. Belajar dari Thomas kita diajak percaya karena ada rahmat-rahmat tertentu yang tidak selalu kita terima dengan akal budi.
Ada ranah-ranah tertentu yang mengatasi logika manusia.

Dalam kesehatan, ada dan terjadi seseorang yang sakit dengan diagnosa tertentu dan sulit disembuhkan ternyata ada rahmat tertentu yang menyebabkan si sakit itu sembuh. Melalui pengobatan tertentu dan doa si sakit bisa sembuh.

Dalam situasi ini ternyata ada space, ruang, yang tidak bisa dipahami hanya dengan logika.

Kebangkitan Yesus tetap terjadi meskipun manusia tidak tahu. Mulai Yesus berbaring dalam kubur dan bangkit, Allah yang mengetahui.

Ketika Yesus menampakkan diri untuk kedua kali pada para murid, dan Thomas ada, Yesus menuntun Thomas untuk percaya. Thomas menyampaikan pengakuan: “Ya Tuhanku dan Allahku”.

“Ya Tuhanku pengakuan terhadap Yesus sebagai Guru, Tuan, Atasan dan Sebagai yang Luar Biasa”.

“Allahku” merupakan pengakuan Thomas bahwa yang bisa membangkitkan orang hanyalah Allah. Ketika Yesus bangkit, Dialah Allah yang telah hadir dalam kehidupan manusia.

“Mari kita mencoba masuk dalam satu area, yang dalam logika manusia tidak mungkin, tetapi percaya bahwa tidak semua bisa ditangkap dengan logika. Ada ruang tertentu yang bisa dimasuki dengan kekuatan iman”, ajak Romo Anggras.

“Kita bersyukur atas kehadiran Thomas, ketidak percayaannya menggenapi ada ruang iman yang bisa kita masuki. Tidak semua dilakukan dengan logika,” ungkap Romo Fransiskus Anggras, MSF mengakhiri homili. (*)

__________

Mengenang tulisan Romo Busyet di Katolikana.com https://share.google/RMQs6qULVdY0C5uPU

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.