Gubernur Sumatera Selatan dalam Natal Oikumene: Kerukunan dan Kebersamaan agar Terwujud Damai Sejahtera

Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga, menjadikan kita semakin mencintai, semakin dekat dan peduli kepada sesama tanpa membeda-bedakan.

Palembang, Katolikana.com –  Sebanyak 6.000 umat Kristiani dari Kota Palembang dan sekitarnya, serta TNI, POLRI dan ASN mengikuti perayaan Natal Oikumene di PSCC pada Jumat, (9/1/2026) di gedung PSCC Palembang.

Acara ini dihadiri oleh Vikjen Keuskupan Agung Palembang, Gubernur Sumsel H Herman Deru, anggota DPD RI dr Ratu Tenny Leriva, MM, Kapolda, Pangdam II Sriwijaya, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi Sumsel, DPRD, Kemenag Sumsel, Ketua PGI, pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Sumatera Selatan, pemimpin aras gereja, tokoh masyarakat, pemuka agama, dan tokoh FKUB.

Perayaan Natal Oikumene ini merupakan kegiatan untuk menguatkan silaturahmi sesama umat Kristiani di Sumatera Selatan.

Ketua Natal Oikumene 2025 Brigjen Pol Hisar Sialagan menjelaskan Perayaan Natal Oikumene 2025  di PSCC diawali dengan kegiatan kebaktian dengan renungan Natal oleh Pdt Franky Rewah.

Pesta perayaan diisi penampilan paduan suara pujian dari Colour Choir, Army Kids Hosana, Koor PSDC, Paduan suara gabungan ASN-TNI-POLRI. Perayaan ini juga diisi oleh artis Michael Panjaitan.

Foto bersama perwakilan aras gereja, dan panitia. Foto: Daris

Doa dibawakan oleh perwakilan PGPI, PGI, PGLII, GGBI, GMHAK, Bala Keselamatan, Bimas kristen dan Katolik, Keuskupan Agung Palembang.

Mereka mendoakan agar para pemimpin mendapatkan kebijaksanaan, keharmonisan, kedamaian  dan memimpin bangsa Indonesia dengan menjauhkan dari kepentingan pribadi  dan menjalankan tugasnya membawa bangsa ini menuju kesejahteraan lahir dan batin serta keselamatan dunia.

Semoga tanah air ini dengan pemimpin pemimpin yang baik menjaga dengan pengamalan Pancasila dan UUD 1945 dan Bhinekka Tunggal Ika.

Terwujud masyarakat yang kondusif, aman, tenteram agar proses pembangunan berjalan dengan lancar dan membawa masyarakat menuju kesejahteraan bersama, dan terhindar dari bencana alam.

Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, anggota DPD RI dr Ratu Tenny Leriva, didampingi Ketua Panitia Natal Oikumene Sumsel 2025 Brigjen Pol Hisar Sialagan. Foto: Daris

Pdt Franky Rewah dalam renungan menyampaikan bahwa umat Kristiani dapat mewujudkan kemanusian persaudaran  cinta kasih dan perdamaian. Hal ini sesuai dengan tema Natal 2025 “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga“ (Mat 1: 21-24)  yang menekankan peran keluarga dalam iman, kasih, harmoni, dan kerukunan sosial di tengah keberagaman.

Di tengah kesibukan kita sehari-hari melaksanakan kasih pembawa damai dan mengikuti jejak para gembala rindu akan Allah rindu akan Betlehem rindu Akan Yesus Kristus. Perwujudan kasih Tuhan menjadikan toleransi dan persaudaraan nyata dalam kehidupan sehari-hari

Suasana umat yang mengikuti Natal Oikumene Kristen Katolik, ASN, TNI-POLRI Sumatera Selatan Jumat (9/1/2026) yang memenuhi gedung PSCC Palembang.

Ketua Presidium Oikumene Kristen Katolik Sumsel (OKSS) Romo Simon Margono, Pr mengucapkan syukur atas terselenggaranya Natal Oikumene ini yang dihari oleh pemuka agama dari tuguh aras gereja, pemerintah daerah, Gubernur Sumsel, Anggota DPD RI dr Ratu Tenny Leriva,  Kapolda, Pangdam, FKUB, Kemenag Sumsel, dan segenap umat kristiani, TNI, POLRI dan ASN  di Sumatera Selatan.

Romo Simon mengungkapkan makna kelahiran Yesus sang Emanuel yang menjadi tanda Allah mengasihi manusia dan peduli kepada umat-Nya.

“Hendaknya Natal menjadikan kita semakin mencintai, semakin dekat dan peduli kepada sesama kita tanpa membeda-bedakan. Keluarga menjadi pondasi utama untuk merawat kasih dan iman serta menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai kristiani sehingga terwujud kasih, toleransi, harmoni ssosial dan menjadi terang bagi sesama,” ujar Romo Simon.

Penampilan paduan suara gabungan ASN, TNI-Polri mengisi acara Natal Oikumene Provinsi Sumatera Selatan 2025 ( Foto; Daris)

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengungkapkan syukur hidup di Sumsel, karena kita bersatu dalam perbedaan, kita selalu mencari persamaan untuk kita jadikan alat perdamaian.

“Sumatera Selatan yang dari tahun ke tahun menjadi provinsi zero conflict, tidak pernah mempersoalkan perbedaan agama. Kita tidak pernah sibuk dengan mencari perbedaan, maka malam ini, pada Natal Oikumene tidak ada yang paling pantas yang saya ucapkan kecuali terima kasih telah berbagi kebahagiaan,” ungkap Herman Deru.

Lebih lanjut, Herman Deru mengungpakan kunci semangat kebersamaan itu bahagia dalam keluarga, dan semua agama pasti mengajarkan kasih. Kita harus membangun moderasi beragama, di mana kita tidak mempersoalkan kepercayaan orang lain.

“Salah satu kunci kerukunan beragama itu adalah saling menghormati. Terutama Sumatera Selatan yang memiliki pluralisme dengan berbagai sukunya, maka harus diolah kerukunan dan kebersamaan agar terwujud damai sejahtera di bumi diantara sesama manusia,” tegas Herman Deru.  

“Momen Natal mengukuhkan kembali keimanan kita ke jalan Tuhan dan dapat menghadapi tantangan kerohanian dengan baik. Kita perlu membangun kebersamaan antar umat beragama dengan saling bertemu,” pungkasnya. (*)

Setelah purna bakti guru di SD Xaverius 2 Palembang saat ini sebagai pendidik di SMA Xaverius 2 Palembang dan SMP Kusuma Bangsa. Sekretaris DPP Santo Yoseph Palembang Palembang, jurnalis / kontributor di media lokal dan nasional dan aktif di beberapa organisasi.

Herman DeruNatal OikumeneOikumeneSumatera Selatan
Comments (0)
Add Comment