Kisah Para Rasul 5:34-42; Yohanes 6:1-15
Katolikana.com – Sabda Tuhan dari bacaan mewartakan tentang usaha manusia dalam membebaskan diri dan karya Tuhan ketika membebaskan manusia.
Yang pertama tampak dalam gerakan politis dan yang kedua terwujud dalam tindakan rohani dan ilahi.
Gerakan politis sementara dan rapuh
Upaya untuk membebaskan bangsa Israel dari penjajahan Roma pernah dilakukan di bawah pimpinan Teudas dan Yudas. Gerakan itu padam bersama kematian kedua pemimpin itu. Ini menegaskan bahwa gerakan politis bersifat sementara dan rapuh, karena mengandalkan kemampuan manusia belaka.
Gerakan mengandalkan Tuhan
Sementara itu gerakan rohani yang dipimpin oleh para rasul mengandalkan Tuhan. Gamaliel yang berbicara di hadapan Mahkamah Agama menyampaikan hal itu. “Jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap; tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini” (Kisah 5:38-39).
Para rasul belajar dari Tuhan Yesus yang membebaskan manusia dari kelaparan dengan gerakan rohani.
Sementara Filipus melihat kesulitan itu dari sudut finansial, Yesus menggandakan roti dan ikan dengan mengandalkan kekuatan ilahi.
Tidak terjebak rencana politis
Ketika orang banyak hendak membawa Dia menjadi raja, Yesus menarik diri dari mereka (Yohanes 6:15). Artinya, Yesus tidak terjebak dalam rencana politis manusia yang membatasi daya ilahi dalam gerakan ideologi.
Para rasul memahami semangat itu dan melanjutkan gerakan itu dalam karya mereka. “Setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah umat dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias” (Kisah 5:42).
Gerakan rohani
Ketika mereka mesti menderita demi Injil dan Yesus, mereka justru bersukacita (Kisah 5:41). Inilah gerakan rohani yang mengandalkan Tuhan. Berbeda dari gerakan politis yang mencari rasa aman dalam kekuasaan.
Ini mengingatkan kita akan sikap Paus Leo XIV ketika menanggapi Donald Trump. Paus berkata bahwa beliau bukan politikus, melainkan pemimpin rohani yang mesti mewujudkan pesan-pesan Injil. Beliau mengandalkan Tuhan; bukan manusia, apalagi kekuatan senjata.
Mazmur tanggapan merangkum seluruh renungan hari ini dalam ungkapan, “Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?” (Mazmur 27:1).
Jumat, 17 April 2026
HWDSF
Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.