Kisah Para Rasul 8:26-40; Yohanes 6:44-51
Katolikana.com – Iman adalah anugerah, bukan hasil usaha manusia. Yohanes 6:44 dengan tegas menyatakan bahwa tidak seorang pun dapat datang kepada Yesus jika tidak ditarik oleh Bapa.
Ini menegaskan bahwa inisiatif keselamatan sepenuhnya berasal dari Allah. Kesadaran ini mengubah cara kita melihat pertumbuhan gereja: bukan karena strategi atau kemampuan manusia, melainkan karena karya Roh Kudus.
Inisiatif Allah
Kisah Para Rasul 8:26-40 memperlihatkan hal itu secara nyata. Seorang sida-sida Etiopia sedang membaca Kitab Yesaya tanpa mengerti maknanya. Roh Kudus tidak menyuruhnya pergi mencari rasul, melainkan menggerakkan Filipus untuk mendekati kereta orang asing itu.
Inisiatif tetap dari Allah, yang memperlengkapi hamba-Nya menjadi saluran anugerah.
Perjalanan sida-sida itu sendiri menunjukkan kerinduan yang diciptakan Allah. Ia datang ke Yerusalem untuk beribadah, namun belum memahami penggenapan nubuat dalam diri Yesus.
Tanpa penjelasan Filipus, ia hanya memiliki tulisan tanpa terang. Iman timbul karena ada yang memberitakan Kristus—dan pemberita itu sendiri diutus oleh Roh.
Ketika Filipus menjelaskan bahwa nubuat tentang domba yang dibawa ke pembantaian digenapi dalam Yesus, sida-sida itu percaya dan minta dibaptis.
Anugerah tidak pernah berhenti
Peristiwa ini menggenapi Yohanes 6:51: Yesus adalah roti hidup yang memberi hidup kepada dunia. Anugerah tidak pernah berhenti di dalam diri seseorang, melainkan terus mengalir kepada orang lain.
Bahkan di tengah penganiayaan, jemaat perdana tetap bertumbuh. Bukan karena mereka kebal terhadap tekanan, tetapi karena Roh Kudus terus bekerja.
Filipus sendiri adalah salah satu dari tujuh diakon yang melayani di Yerusalem, namun penganiayaan menyebarkannya ke Samaria dan akhirnya ke padang gurun menuju Gaza. Penderitaan tidak menghalangi rencana Allah.
Teladan utama berbagi anugerah
Yesus sendiri menjadi teladan utama dalam berbagi anugerah. Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk memberikan daging-Nya sebagai roti hidup.
Memberikan anugerah berarti rela keluar dari zona nyaman, seperti Filipus yang berlari mendekati kereta orang asing, atau Yesus yang menyerahkan nyawa-Nya.
Iman yang diteruskan
Maka dua bacaan ini mengingatkan kita bahwa iman adalah pemberian yang harus diteruskan. Tidak ada seorang pun yang percaya karena kekuatannya sendiri, dan tidak ada seorang percaya yang boleh menyimpan anugerah untuk dirinya sendiri. Setiap orang yang telah ditarik oleh Bapa dipanggil untuk menarik sesamanya—dengan kerendahan hati, ketergantungan pada Roh, dan keberanian seperti Filipus.
Apakah kita sudah membagikan anugerah iman kepada mereka yang belum mengenal Allah melalui Yesus?
Apakah kita siap menjalankan tugas yang dipercayakan Allah untuk membawa orang kepada Yesus, Sang Roti Hidup?
Kamis, 23 April 2026
HWDSF
Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.