Membagikan Sukacita Injil

1 Petrus 5:5b-14; Markus 16:15-20

Katolikana.com – Hari ini, Gereja merayakan Pesta Santo Markus, pengarang Injil. Jasanya amat besar dalam mewartakan Injil dan membawa kita menjadi pengikut Yesus.

Pesta Santo Markus mengajak kita bersyukur atas Injil yang ditulisnya. Meskipun pendek dan sederhana, Injil Markus menjadi inspirasi dan pedoman bagi Matius dan Lukas dalam menyusun karya mereka. Ini menunjukkan bahwa kesederhanaan pun dapat berdampak besar bagi pewartaan iman.

Amanat mewartakan Injil

Dalam Injil yang kita baca hari ini, Markus memuat motivasi utama penulisannya: amanat dari Tuhan untuk mewartakan Injil kepada seluruh makhluk. Amanat ini bukan sekadar ajakan, melainkan perintah yang menggerakkan seluruh hidup para rasul dan murid Kristus.

Pesan tegasnya: setiap orang yang telah dibaptis diutus untuk melakukan hal yang sama. Tidak ada pengecualian, karena baptisan menyatukan kita dengan Kristus dan tugas perutusan-Nya. Dengan demikian, pewartaan bukan monopoli segelintir orang, melainkan panggilan bersama seluruh umat beriman.

Pentingnya pewartaan
Mengapa pewartaan ini begitu penting? Karena Kristus yang tersalib adalah kekuatan dan kebijaksanaan Allah, seperti dikatakan dalam 1 Korintus 1:23a-24b. Salib yang tampaknya seperti kelemahan justru menjadi sumber kuasa ilahi dan hikmat sejati yang melampaui akal manusia.

Mazmur tanggapan mengajak kita menyanyikan kebaikan Tuhan sepanjang masa. Nyanyian ini bukan sekadar ungkapan pribadi, melainkan bentuk pewartaan yang penuh sukacita atas karya keselamatan Allah dalam sejarah umat manusia.

Semua itu hendaknya dilakukan dengan semangat rendah hati. Santo Petrus dalam bacaan pertama menasihatkan agar kita tidak meninggikan diri, melainkan tunduk di bawah tangan Tuhan yang kuat.

Kerendahan hati membuat pewartaan kita tidak mencari kemuliaan diri, melainkan kemuliaan Allah.

Teladan ketekunan dan rendah hati
Pada pesta Santo Markus ini, marilah kita meneladan semangatnya: menulis dan mewartakan Injil dengan kesederhanaan, ketekunan, dan kerendahan hati. Tuhan yang bangkit menyertai setiap langkah pewartaan kita, sebagaimana Ia menyertai Markus dalam karya tulisnya yang abadi.

Sabtu, 25 April 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.

Amanat mewartakan InjilPeringatan Santo Markus
Comments (0)
Add Comment