Buah Kasih dan Ketaatan kepada Yesus

Kisah Para Rasul 14:5-18; Yohanes 14:21-26

Katolikana.com – Hari ini kita membaca lagi Injil Yohanes bab 14 yang berisi amanat Yesus sebelum berpisah dengan para murid-Nya. Kita membaca ayat 21 sampai 26.


Menjadi tempat tinggal tetap
Banyak kata-kata bernas yang dapat kita baca dan renungkan. Salah satunya adalah ayat 23 yang berbunyi: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.”

Secara langsung, ayat ini mengajarkan bahwa kasih kepada Yesus dibuktikan dengan sikap taat pada firman-Nya. Hasilnya bukan sekadar berkat lahiriah, melainkan kehadiran intim Allah (Bapa dan Yesus) yang “diam” secara permanen di dalam diri orang percaya itu.

Artinya, bahwa orang menjadi tempat tinggal tetap Allah, bukan hanya dikunjungi sementara.

Untuk memahami ayat ini secara utuh, kita perlu membaca dalam kerangka Yohanes 14:21-26. Pada ayat 21, Yesus menyatakan bahwa orang yang mengasihi Dia akan dikasihi Bapa dan Yesus akan menyatakan diri-Nya.

Realitas rohani lebih dalam
Ayat 22 mencatat pertanyaan Yudas (bukan Iskariot): mengapa Yesus hanya menyatakan diri kepada murid-murid dan bukan kepada dunia?

Ayat 23 adalah jawaban Yesus. Dunia tidak melihat-Nya karena dunia tidak mengasihi dan menaati firman-Nya. Sebaliknya, bagi murid sejati, ketaatan yang lahir dari kasih membuka realitas rohani yang lebih dalam, yakni kehadiran Allah yang berdiam di dalam diri mereka.

Ayat 24 menegaskan bahwa firman Yesus berasal dari Bapa, sehingga menaati Yesus sama dengan menaati Bapa. Ayat 25-26 melanjutkan dengan janji Roh Kudus yang akan mengajarkan dan mengingatkan segala sesuatu.

Dengan demikian, ayat 23 tidak berdiri sendiri. Kehadiran Yesus dan Bapa secara rohani melalui Roh Kudus yang tinggal di dalam orang percaya menjadi jawaban atas rasa rindu untuk mengalami Allah secara nyata, meskipun Yesus secara fisik sudah tidak tampak di dunia.

Perikop Injil Yohanes yang kita baca hari ini mengajarkan beberapa hal yang merupakan satu rangkaian, yakni kasih, ketaatan, pernyataan diri dan kehadiran Allah, serta peran Roh Kudus.

Hubungan personal
Yohanes 14:23 adalah inti dari kehidupan rohani Kristen yang dinamis: hubungan pribadi dengan Kristus bukan sekadar ajaran, melainkan tempat tinggal bersama Allah. Ayat ini mengundang kita untuk tidak hanya percaya secara intelektual (dengan pikiran), melainkan hidup dalam ketaatan karena kasih, sehingga Allah berkenan “diam” di dalam hati kita.

Paulus dan Barnabas yang disebut dalam bacaan pertama (Kisah Para Rasul 14:5-18) adalah contohnya. Mereka mengasihi Yesus dan menaati Dia dengan cara mewartakan Injil. Allah dan kekuatan-Nya tinggal dalam diri mereka sehingga mereka bisa menyembuhkan orang yang lumpuh sejak lahirnya. Itulah salah satu buah kasih dan ketaatan kepada Yesus.

Senin, 4 Mei 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.

Amanat perpisahanRenunganTaat pada firman
Comments (0)
Add Comment