Dinamika Umat Berkumpul, Berkatekese, Berdoa di Bulan Maria

Surakarta, Katolikana.com – Tradisi Gereja Katolik, bulan Mei didedikasikan secara khusus sebagai Bulan Maria untuk menghormati Bunda Maria, Bunda Kristus. Sepanjang bulan Mei umat Katolik melakukan devosi, doa rosario, dan ziarah untuk meneladani iman Maria. Hal ini sering kali dikaitkan dengan musim semi (kehidupan baru) di negara empat musim.

Paus Pius XII pada tahun 1945 mengukuhkan Bulan Mei sebagai bulan kehidupan baru, melambangkan Maria sebagai Bunda Allah yang membawa kehidupan baru bagi umat manusia.

Di Keuskupan Agung Semarang (KAS) sejak tahun 1999 Bulan Mei ditetapkan dan dirayakan sebagai Bulan Katekese Liturgi (BKL).

Dinamika umat di lingkungan-lingkungan KAS pada bulan Mei ditandai dengan pertemuan (berkumpul), berkatekese, dan berdoa.

Berkumpul
Lingkungan sebagai bagian wilayah dan bagian dari paroki, merupakan Komunitas Basis Gerejawi yang terdiri dari sejumlah keluarga (antara 30- 40 keluarga atau lebih). Lingkungan menjadi sarana perjumpaan umat dalam menjalani aktivitas liturgi peribadatan, pewartaan dan pengembangan sosial ekonomi serta pertumbuhan iman.
Penguatan Kelompok Basis Katolik dalam tubuh Gereja menjadi peneguhan akan keberadaan “Gereja mini keluarga” sebagai umat Allah.

Kegiatan pertemuan, berkumpul dalam konteks bulan Mei sebagai bulan Maria dan Bulan Katekese Liturgi (BKL) menumbuhkan tradisi doa, berdevosi pada Bunda Maria dan belajar bersama dalam konteks berkatekese, melakukan literasi iman dengan tema yang diangkat Gereja. Tema yang diangkat Keuskupan Agung Semarang :” Ekaristi
Menjadi Sumber dan Puncak Hidup
yang Membuatku Bahagia, Menginspirasi dan Menyejahterakan”.

Tema tersebut dijabarkan dalam 31 sub tema (untuk refleksi 31 hari) yang berisikan pengetahuan mendasar tentang Ekaristi (katekese), ilustrasi pengalaman sehari-hari, kesempatan sharing pengalaman iman serta ajakan refleksi.

Buku Panduan Bulan Katekese Liturgi diterbitkan Keuskupan Agung Semarang untuk sarasehan dan “literasi iman” bulan Mei bersamaan dengan Bulan Maria.

Berkatekese
Berkatekese adalah proses semakin mengenal, mencintai, dan menghidupi ajaran Yesus Kristus serta ajaran Gereja dalam kehidupan sehari-hari. Pada Bulan Mei kegiatan ini dilakukan dengan
pendalaman iman dan sharing pengalaman yang bertujuan mendengarkan
pengalaman nyata umat tentang Ekaristi.

Panduan Bulan Katekese Liturgi (BKL) yang diterbitkan Keuskupan Agung Semarang membantu umat di tingkat basis lingkungan untuk secara bersama mengarahkan pada tujuan:

  • Membantu umat makin memahami makna Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan iman.
  • Menumbuhkan penghayatan Ekaristi dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun Pelayanan di masyarakat
  • menggali pengalaman konkret umat mengenai Ekaristi melalui proses refleksi dan sharing bersama
  • Mengumpulkan masukan pastoral dari umat sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kehidupan liturgi di paroki
  • Menemukan bentuk penghayatan perayaan Ekaristi yang makin mengena dan bermakna bagi berbagai kelompok usia

Berkatekese yang dijalani umat tidak terlepas dari semangat sinodalitas dalam Gereja Katolik. Semangat ini meneguhkan umat lingkungan sebagai persekutuan yang berjalan bersama, saling berpartisipasi untuk mewujudkan misi penghayatan yang mendalam tentang Ekaristi. Hal ini dilakukan dengan saling mendengarkan satu sama lain, berdialog, dan berkontribusi aktif dalam hidup sarasehan iman.

Sharing pengalaman iman tentang Perayaan Ekaristi yang dialami, dihidupi dan menjadi inspirasi hidup dibagikan umat dalam pertemuan BKL bulan Mei.

Berdoa
Berdoa Rosario dengan tesbeh menjadi salah satu doa yang digemari umat mulai anak-anak hingga dewasa. Saat doa rosario di lingkungan cukup banyak umat yang hadir mengikuti. Doa Rosario sering disebut sebagai “kompendium Injil” atau ringkasan kisah hidup Yesus dan peran Bunda Maria dalam karya penebusan. Melalui doa Rosario umat meneladani Bunda Maria. (*)

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta

Bulan Katekese Liturgi (BKL)Bulan Mei Bulan MariaSinodalitas
Comments (0)
Add Comment