18 Mei : Peringatan Hari Museum, Mengenal Museum Misi OSF

Semarang, Katolikana.com – Hari ini, 18 Mei masyarakat dunia memperingati Hari Museum Internasional. Tema yang diangkat :”Museums Uniting a Divided World” (Museum yang Menyatukan Dunia yang Terpecah Belah).

Peringatan Hari Museum Internasional pertama kali dirayakan pada tahun 1977 di Moskow. Pada Sidang Umum International Council of Museums (ICOM) menyarankan supaya diadakan acara tahunan untuk menyuarakan kontribusi museum bagi kehidupan manusia serta untuk mempererat pemahaman dan perdamaian global.

Museum merupakan sarana penting pertukaran budaya, pengayaan budaya, dan pengembangan saling pengertian, kerja sama, dan perdamaian antar bangsa.

Belajar dari museum memiliki makna belajar sejarah dan budaya dari pengalaman nyata, menghubungkan dengan memori kolektif peradaban menjadikan artefak sebagai jendela untuk memahami akar identitas dan membangun empati melalui perjalanan umat manusia.

Makna penting belajar dari museum diantaranya belajar berbasis pengalaman.

Hal ini dilakukan dengan melihat, membaca, dan merasakan artefak secara fisik yang menghadirkan rasa ingin tahu yang lebih serta rasa penghargaan pada identitas sejarah dan artefak yang ada.

Museum Misi OSF
Terletak di Jalan Ronggowarsito no.8 Gedangan Semarang. Museum Misi OSF menjadi tempat peziarahan panggilan hidup dan perutusan karya pelayanan.

Museum Misi OSF menyimpan berbagai sumber daya beragam diantaranya benda -benda sejarah dan religi, miniatur replika kapal Jacoba Cornelia, artefak, foto, peninggalan karya misi OSF, pendidikan dan kesehatan.

Museum Misi OSF Gedangan saat ini dipergunakan sebagai tempat belajar kerohanian dan spiritualitas misi sekaligus tempat untuk melakukan refleksi melalui kisah perjalanan sejarah misi OSF di Indonesia.

Sejarah OSF
Pastor Lijnen yang bertugas di Gereja St. Yusup Gedangan Semarang pada 17 Oktober 1868 pergi ke Belanda mengunjungi biara Suster-Suster Santo Fransiskus Dari Tobat Dan Cinta Kasih Kristiani di Biara Induk Heythuysen Belanda. Mgr Lijnen pada bulan Januari 1869 tiba di Belanda untuk meminta bantuan biarawati OSF mendampingi anak-anak panti asuhan di Gereja St.Yusup Gedangan. Monseigneur bercerita panjang lebar mengenai tanah Jawa untuk meyakinkan dan membangkitkan semangat misioner para suster OSF. Moeder Aloysia pemimpin biara saat itu berkata: “Saya tidak akan mengirimkan suster ke tempat yang tidak dapat diadakan visitasi secara teratur”. Mgr. Lijnen menjawab: “Moeder, saya akan masuk ke kapel dan tidak akan keluar sebelum saya mendapat jawaban bahwa Moeder memberikan Suster untuk mengasuh anak-anak yatim piatu di Gedangan Semarang” .

Mendengar jawaban Mgr. Lijnen, Moeder Aloysia tersentuh dan tergerak hatinya menerima tawaran pelayanan kasih di tanah misi Hindia Belanda.
Ibu Aloysia Lenders, Pemimpin Jenderal keempat, menyetujui permintaan Mgr Jozef Lijnen, Pastor Paroki St. Yusup Gedangan untuk mengelola rumah yatim piatu di Semarang. Sebelas suster dari Provinsi Belanda selanjutnya menjalani misi OSF ke Hindia Belanda menggunakan Kapal Jacoba Cornelia.

Misi berangkat pada tanggal 9 September 1869. Sebelas suster tersebut adalah : Sr. Alphonsa Houben OSF, Sr. Marina Deideren OSF, Sr. Aurelia van de Pas OSF, Sr. Lucia Porten OSF, Sr. Yosepha Wisink OSF, Sr. Plechelma Scholten OSF, Sr. Odilia Ten Pol OSF, Sr. Antonine Reuner OSF, Sr. Nicole Yacobe OSF, Sr. Suzanna Broam OSF, dan Sr. Cunigonde Iding OSF.
Perjalanan 11 Suster misionaris tidak mudah.

Kapal Jacoba Cornelia mengalami tantangan dan badai dihempas ombak besar di atas lautan. Berkat keteguhan hati, doa melalui perantaraan Santo Yosef serta penyelenggaraan ilahi, para suster misionaris dapat sampai di Semarang.

Tanggal 5 Februari 1870 kesebelas suster OSF sampai di rumah yatim piatu Gedangan, Jalan Ronggowarsito 8 Semarang. Perjalanan misi, mempertemukan kehendak Pastor Lijnen dan Ibu Aloysia Lenders, antara Gereja St.Yusup Gedangan dan Para Suster Fransiskanes , ibarat sepasang sayap yang mengepak untuk karya misi di Jawa.
(Dikutip dari “Gereja Santo Yusuf Gedangan dan OSF Sepasang Sayap Perintis Misi Jawa”; Buku “Cerita yang Tak Pernah Usai”, Persembahan Sederhana 150 Tahun Pemberkatan Gereja St. Yusup Gedangan Bagi Indonesia, 2025)

Video Museum Misi OSF
Berikut ini video yang menampakkan Museum Misi OSF Gedangan Semarang.

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta

18 Mei Hari Museum InternasionalMuseum Misi OSF Gedangan Semarang
Comments (0)
Add Comment